Hari ini rapat pembahasan anggaran Badan Gizi Nasional bersama Komisi IX DPR digelar secara tertutup.
Kalian miris gasi guys negeri ini, di luar sana lapisan masyarakat/ mahasiswa sedang demo/ berjuang stop MBG, yang di dalem lagi rapat soal anggaran MBG
Lucu komen arek2 ini menyalahkan aktivis mahasiswa UGM yang mengusir pejabat pemerintah Budiman, Nusron, dkk dari UGM.
Kalian coba tanya Budiman, dulu saat jadi aktvis berapa sering mendemo, mengusir pejabat yang mau "dialog" ke kampus UGM? Tanya juga itu Jumhur, enaknya lantai penjara, akibat mendemo, menolak kehadiran Rudini di Ganesha 10 ITB, yang katanya mau dialog.
Yang pernah jadi aktivis mahasiswa pasti tahu, bahwa mendemo, dan "mengusir" pejabat dari kampus ini adalah salah satu pesan kuat, bahwa mahasiswa tidak bisa dan tidak mau dikibuli lagi dengan retorika2 yang diucapkan pejabat pemerintah.
--------------
Pejabat pemerintah itu adalah orang yang berkuasa. Dengan kekuasaannya mereka bisa membuat kebijakan. Juga dengan kekuasaannya mereka bisa mengkoreksi kebijakan.
Pertanyaannya, apakah saat membuat kebijakan mereka berdialog, dan berdikusi dengan publik, dengan mahasiswa?
MBG, KDMP, misal, apakah menyerap aspirasi publik? Apakah menaikan BBM Pertamax itu pernah menjaring masukan dari publik yang akan terdampak, terutama kelas menengah rentan? Apakah menurunkan batas syarat penghasilan di persyaratan KIPK menjadi di bawah UMP, pernah serap aspirasi publik?
Tidak ada toh? Semua pemerintah jalankan dengan suka-suka, lewat kekuasaan yang ada pada pemerintah.
Sekarang, setelah banyak bukti, terjadi penyimpangan baik MBG maupun KDMP, apakah pejabat pemerintah seperti Budiman dkk itu murni datang ke UGM untuk cari masukan ke Mahasiswa untuk mengkoreksi kebijakan pemerintah?
Kan ndak, mereka datang ---seperti juga pejabat Era Orba yang dulu diusir Budiman dari UGM, justru semata-mata untuk tetap keukeh bahwa program dan kebijakan pemerintah di jalan yang benar.
Buat kebijakan suka-suka, saat salah tidak minta maaf ke rakyat, malah datang ke kampus untuk retorika membenarkan kebijakan yang salah. Ya wajar diusir.
Jika datang untuk mengakui salah, dengan niat mencari masukan untuk perbaikan kebijakan, mungkin bisa jadi diterima oleh Mahasiswa. Tapi wong jelas koq di panggung hanya duduk 3 pejabat dengan retorika pembelaan dirinya, tanpa ada niat mencari masukan.
Ya, sudah benar itu adik2 mahasiswa UGM mengusir kalian, Datang pun ke ITS, saya akan dukung jika adik2 saya juga mengusir kalian. Sudah mirip pejabat era Orba kelakuannya, menganggap mahasiswa bisa dikadali dengan retorika pembangunan.
Terakhir, sebelum terlambat, sudah saatnya pemerintah mengevaluasi diri. Ini era yang jauh lebih terbuka dan mudah mendapatkan informasi dibanding era Orba. Kabar cepat menjalar, secepat jari-jari warganet diatas layat gadgetnya.
Pemerintah itu bekerja untuk rakyat, bukan untuk kekuasaannya semata. Bukan untuk bertahta, dan berbuat suka-suka dengan kekuasaannya.
Salam
FK
buat yg dukung MBG tetap jalan, nih dengerin suara hati guru-guru yg diwakilkan pak guru Iman
cuman butuh 17 detik buat paham sakitnya jdi guru di tengah fantastisnya anggaran MBG
- ditekan krn bersuara
- gaji seuprit dibanding petugas SPPG
- ada yg gajinya ga dibayar
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Good morning. Woke up to $1 now equals 18.100 rupiah. Pertamax has risen from Rp12.300 to Rp16.250, and 5kg rice from Rp75.000 to Rp90.000. If you see nothing wrong with Indonesia's current fucked-up situation, you're either a nepo baby or braindead assholes who voted for 02.
- Polisi bisa ngisi jabatan sipil
- Rupiah otw 19.000 dolar
- IHSG loyo
- 19 juta lapangan kerja cuma wacana
- Kebutuhan hidup terus naik
- Gaji segitu-segitu aja
Sehat-sehat WNI ☺️