Bukan. Anda diserang bukan karena itu. Anda dikritik karena:
1. Tata kelolanya ngawur, rawan korupsi.
2. SPPG dimiliki oleh para pihak yg rawan konflik kepentingan seperti aparat, parpol dll.
3. Anda ga fokus ke yg benar2 membutuhkan. Minimal lakukan kajian akademis dulu sebelum eksekusi.
4. Anda memilih kepala BGN yg tdk kompeten, bahkan tidak punya latar belakang ahli gizi. Udah gitu korup pulak.
5. Makanannya ga berkualitas, bahkan banyak yg keracunan.
6. Masih banyak alasan lain, tapi yang jelas bukan karena anda mau ngasih makan anak indonesia. Jadi gausah dipelintir.
Selamat kpd POLRI yg tlh menjebol tembok penyembunyian harta2 yang diduga hasil korupsi di sebuah kafe dan beberapa titik lainnya. Selamat kpd KEJAGUNG yang terus memburu koruptor di BGN dan MBG. Silahkan berlomba utk saling bongkar korupsi. Itu bagus utk pemberantasan korupsi.
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
Satu lagi, tidak akan ada teror pocong/sejenis, di propinsi dgn jumlah pemilih yg sedikit.
Tidak akan ada teror pocong di Bulukumba atau Bagan Siapiapi.
Jawa adalah kunci, jika masyarakat Pulau Jawa mulai gerah dgn kondisi saat ini, di saat itu pula cipta kondisi dilaksanakan.
Kalau memang mau maling, ngerampok, dia bisa pukul kaca tsb, trus masuk.
Ini jelas cm buat meneror dan cipta kondisi kok. Biar warga sibuk dgn hal remeh temeh begini. Orang yg hidup di masa harto pahamlah yg beginian.
pada nyangka ga si? kalimat “rakyat di desa ga butuh dollar” bakal keluar dari mulut seorang presiden..
padahal itu kalimat yang biasa dikeluarin oleh mulut buzzer yg ga berpendidikan. jujur aja my expectation was low but what the helly??
kedelai 90% aja import, dan dia bisa bisanya ngomong “orang desa ga pake dollar”