Diingatkan untuk memastikan bahwa anak-anak perempuan saya mendapatkan perhatian dan cukup dari ayahnya, oleh seorang anak perempuan yang merasa tidak pernah menikmati peran ayah kecuali hartanya.
Terakhir, sudahilah berkirim pesan “copas” tanpa ada pesan batin di dalamnya. Hentikanlah semua basa-basi-basi itu.
Jangan nodai #maknalebaran dengan drama-drama “hampa” seperti itu!
1. Misalnya tentang makna menahan lapar dan dahaga. Ustad waktu kecil mengajarkan bahwa puasa adalah pelajaran mengenai empati, pada mereka yang tidak terpenuhi.
Namun saat waktu berbuka, makanan di meja yang banyak tersisa mengiris rasa mereka yang papa.
6. Sekarang saya jadi mengerti kenapa dulu Bapak tidak nyaman berkumpul dengan keluarga besar (bukan adik atau kakak kandung).
Baginya, pertemuan keluarga itu bukan silaturahmi melainkan “unjuk kabisa”. Serba sulit, jika jujur khawatir menyakiti yang lain, jika diam jadi ejekan.
5. Sekarang paham kenapa dulu Bapak tidak pernah membeli baju baru #lebaran.
Karena baginya, anak-anaknya lebih membutuhkan dan pakaian masih bisa dipake.
#maknalebaran
Semoga #maknapuasa bisa menjadi rezeki kita di tahun depan. Itupun jika kita masih berkesempatan.
Demi waktu. Sesungguhny manusia kerugian. Kecuali yang beriman dan beramal soleh.
4. Zakat, infak, dan sedekah dihitung serampangan. Disalurkan melalui publikasi masif di media sosial.
Lagi dan lagi, untuk mendapatkan pengakuan dari lingkaran sosial.
Makna puasa (shaum) telah menjauh dari sanubari. Bukan tentang gagasan spiritual tapi tentang status sosial.
3. Lantas di penghujung, bukannya memenuhi mesjid untuk mengejar lailatul qodar. Tapi justru menyesaki pusat perbelanjaan, berburu sandang terbaik.
Bukan untuk merayakan Hari Kemenangan, tapi agar mendapatkan pengakuan atas pencapaian di hadapan keluarga besar dan kolega.
2. Atau tentang menjaga diri dari dunia. Justru Ramadhan memaksa kita bekerja lebih giat untuk mendapatkan omset yang tepat. Mungkin cemas menunggu THR yang tak kunjung tiba. Mungkin khawatir tidak bisa membagikan THR bagi yang punya pekerja.
Mencari Makna Idul Fitri yang Hilang.
Siapa di sini yang merasa mendapat makna dari sebulan puasa dan berhari raya?
Apakah kita sama sekali merasa semua berlalu begitu saja?