@lemineralleid Ciwi² jaman sekarang kalo disindir ga bisa masak pasti marah marah dan berargumen "cari istri apa babu" aneh banget si menurut ku.
Gak ada loh hubungannya masak sama babu, emang dasarnya kamu aja yang manja maunya di nafkahin tapi gamau nyenengin keluarga.
orang gila mana yang jalanin hidup let it flow aja, ga interest sama apapun, ga expect apa apa lagi, kaya yaudah aja keluar rumah, ngelakuin aktivitas yang sama, pulang istirahat gitu aja terus tiap hari, cuma berharap hari hari lancar ga ada hambatan.
aku besar dari keluarga yang gengsi mengutarakan rasa cintanya lewat kata atau public effection. mereka kaku dan cuek, kalo kata orang love languagenya bukan word of affirmation tapi act of service dan kalo marah sering silent treatment.
Zaman telah berubah. Banyak tulang rusuk yang dipaksa menjadi tulang punggung. Peran berat itu ia gantikan dan kian hari, ia kian sanggup. Maka teruntuk pria yang hendak mendekatinya, tolong jadilah sosok yang berguna dan dapat diandalkan dalam segala hal dan perkara. Sebab jika hanya untuk makan, perempuan itu lebih dari sanggup. Jangankan untuk makan diri sendiri, ia bahkan sanggup menafkahi seluruh anggota keluarganya.
Sekali lagi, hadir dan jadilah berguna sebagai sosok pria.
hubungan langgeng bukan dari laki-laki yg lebih cinta atau dari perempuan yg lebih sayang.
intinya, keduanya saling support, memahami & bersyukur.
ingat, hubungan langgeng itu dibentuk bukan dicari, dengan berlandaskan dua insan yg "saling mencintai" bukan "sepihak mencintai".
dia baik, tapi sayangnya dia suka menyepelekan yang membuat aku sakit, awalnya aku bisa menerima, namun semakin lama dia semakin menyempurnakan kesalahannya, aku sayang orangnya, tapi tidak dengan cara pikirnya.
Ada seseorang yg jatuh hati karena pola pikirnya, attitude, lifestyle, public speakingnya, dan cara dia menghargai keberadaan seseorang. Tapi first impression yg dilihat pertama adalah fisik, dan setelah mengetahui pola pikir dan kepribadiannya ternyata fisik adalah nomor sekian