(repost & like are appreciated🙇🏻♀️)
anyone grow up watching Minky Momo? I just learned 3dmodel and made her inspired stuff✨
pre-order: July 24th - Aug 2nd 2026
📫from Jakarta
local order 🇮🇩: https://t.co/Bw9DWyvBNY
just played nearly 5 hrs of disco elysium, have no idea what am i doing, decided to get some rest (those long ass narrative surely did something to my eyes), typed “disco elysium beginner tricks”, cant sleep cus i keep thinking abt playing it again (i shut my pc alrd)
【リリースのお知らせ】
歌ってみた収録に特化した「Utawave」を正式公開致しました🎤
Mac / Windows 対応、どちらもご利用いただける無料DAWとなります💻
下記のURLからダウンロードできますのでぜひご利用くださいませ!
https://t.co/UAb9RZT20s
#Utawave#歌ってみた#宅録#拡散希望
Beberapa contoh sinopsis FTV romantis komedi punyaku yang sudah diapprove. Cuma beberapa judul soalnya file yg lama2 nggak tahu kemana.
Kali aja ada yg mau belajar sendiri dan bisa jadi contoh bacaan aja.
*Bisa bertambah kalau aku nulis FTV lagi. :)
https://t.co/tWctM4GuuR
Ada efek domino yang besar banget dari sebuah perusahaan besar yang PHK masal seperti ini,
gw coba jelaskan "menurut keyakinan saya" ya
1. Cari kerja jadi makin susah
Kalau ribuan orang dari Tokopedia masuk ke job market barengan, otomatis persaingan makin ketat. Recruiter jadi punya lebih banyak pilihan, jadi standar rekrutmen bisa naik. Harga makin turun.
2. Perusahaan lain jadi ikut waspada
Startup atau perusahaan tech lain bisa mikir, "Kalau Tokopedia aja efisiensi, berarti kita juga harus lebih hati-hati."
Akhirnya banyak yang:
nunda hiring,
ngurangin budget,
atau fokus ke profit dibanding ekspansi.
3. Eks pegawai Tokopedia nyebar ke mana-mana
Mereka ga cuma apply ke startup lain, tapi juga ke bank, FMCG, agency, sampai perusahaan luar negeri.
Artinya, hampir semua industri bakal kebagian talent yang kualitasnya bagus, tapi persaingan buat pencari kerja juga makin berat.
4. Freelance dan agency bakal kebanjiran talent
Banyak yang kemungkinan pilih freelance sambil cari kerja tetap. Agency juga bisa memanfaatkan momen ini buat rekrut orang-orang yang sebelumnya susah didapat.
5. Daya beli ikut turun
Kalau ribuan orang kehilangan pemasukan tetap, biasanya mereka bakal mulai hemat.
Yang dikurangin dulu biasanya:
nongkrong,
traveling,
gadget,
belanja,
makan di luar.
Efeknya bisa kerasa ke bisnis lain juga.
6. Industri tech makin geser ke efisiensi
Perusahaan lain bisa makin yakin buat pakai AI atau otomatisasi supaya biaya operasional lebih kecil. Jadi beberapa posisi yang sifatnya repetitif kemungkinan bakal makin berkurang.
7. Investor makin pilih-pilih
VC atau investor biasanya bakal lebih hati-hati masukin uang. Mereka lebih suka perusahaan yang udah jelas menghasilkan profit daripada yang cuma ngejar growth.
8. Yang paling kena siapa?
Menurut gw justru bukan eks pegawai Tokopedia.
Mereka rata-rata punya pengalaman dan nama perusahaan yang kuat di CV, jadi peluang dapat kerja lagi masih cukup bagus.
Yang lebih berat justru:
fresh graduate,
junior,
orang yang belum punya pengalaman,
atau yang lagi cari kerja di industri tech.
Karena mereka sekarang harus bersaing sama orang-orang yang sebelumnya kerja di salah satu perusahaan tech terbesar di Indonesia.
Jadi kalau disimpulkan, satu PHK besar di perusahaan sekelas Tokopedia bisa bikin efek berantai ke pasar kerja, industri tech, sampai daya beli masyarakat. Bukan berarti ekonomi langsung buruk, tapi kompetisi bakal makin ketat dan perusahaan lain kemungkinan ikut lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan bisnis.
Di Amerika, harga buku hanya setara satu jam kerja. Upah minimum di sana sekitar $15/jam, sedangkan harga buku $15-20. Artinya mereka bisa membeli satu buku hanya dengan 1 jam kerja, seperti halnya kita membeli es teh jumbo di pinggir jalan.
Di Jepang, satu buku juga bisa dibeli dengan satu jam kerja. Upah minimum disana sekitar ¥1000-1200/jam. Harga buku ¥900-1300.
Di Jerman, satu buku = satu makan siang. Hanya dengan 2 jam kerja.
Di Inggris, satu buku bisa dibeli hanya dengan setengah jam kerja. Buku bukan jadi barang yang harus ditimbang antara 'beli atau tidak' buku sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seperti roti.
Di Norwegia, negara ikut menanggung harga buku, negara hadir memberikan subsidi dan distribusi yang merata, karena mereka percaya: bangsa yang cerdas dimulai dari buku yang mudah disentuh.
Di Malaysia. Buku masih bisa dijangkau hanya dengan 2 jam kerja.
Singapura. Satu buku bisa dibeli dari sisa makan siang.