"Kok aku ngerasa bersalah ya buat nyenengin diri sendiri?"
Baru awal tahun, tapi sinema Indonesia udah punya film sebagus 1 Kakak 7 Ponakan yg akan dengan mudah berdiri di jajaran film terbaik 2025. Bukan sebatas drama penguras air mata, karya Yandy Laurens ini juga memotret realita yg dihadapi kelas pekerja sembari memberi dekapan menguatkan & penuh kasih yg tanpa terasa membuat air mata mengalir.
Nyeritain seorang pemuda yg dipaksa keadaan buat mengevaluasi kembali pilihan hidupnya lantaran harus mengurus keponakan-keponakannya yg baru ditinggal mati kedua orang tua mereka, ini surat cinta nan indah yg ditujukan untuk para tulang punggung yg berjuang menghidupi keluarga, anak-anak yg merasa jadi beban bagi keluarganya & siapapun yg rela melepas mimpinya demi mendahulukan kebutuhan keluarga.
kemarin dapet tiket 1 kakak 7 ponakan di jaff dan kalo rilis besok (januari) bakal nonton LAGI sih🥹 abis nonton bengep matanya gara-gara sehangat itu film-nya☹️🤍
YAALLLL FILM INI SANGAT RECOMMENDED BUAT DITONTON☹️
Then for the final movie, watched "A Brother and Seven Siblings" or in Indonesian "1 Kakak 7 Ponakan" by Yandy Laurens. Once again, yandy prove that he is one of the future pioneer of indonesian cinema. Please please watch this film when it's released!!
Gue masih percaya bahwa Yandy akan tetap di jalur sebagai sutradara dan penulis yang punya visi untuk membuat film2 bagus, dan sekali lagi dia buktikan di sini.
Skrip yang mengalir, roller coaster emosi sampai konflik yang gak mengada2 membuat 1 Kakak 7 Ponakan ini bisa ditempatkan sebagai calon film Terbaik tahun depan.
Selayaknya merayakan hidup dengan porsi tanggung jawab masing2, film ini juga merayakan perasaan gelisah, bersalah, gembira bahkan menangis yang sangat indah.
Shoot2 yang diberikan sepanjang film adalah shoot2 yang emang punya emosi tersendiri, Yandy tahu betul bagaimana menempatkan props, presisi karakter dan musik yang tepat agar pesan yang akan disampaikan tersampaikan dengan jelas.
Pemilihan Chicco Kurniawan sebagai Moko adalah pilihan tepat, he deserve another Citra next year. Sungguhlah, gue merasa bahwa ensamble cast ini adalah kolaborasi yang dimanfaatkan baik sebagai penunjang filmnya selain cerita.
Skrip yang jujur meski sesekali preachy namun tetap dalam koridor yang tepat akhirnya bisa bikin 1 Kakak 7 Ponakan ini hit the several spot untuk gue yang emang craving cerita2 sederhana dan slice of life macam ini.
Sementara itu, film ini punya ensemble cast yang menurut gue di luar ekspektasi gue, apalagi ada beberapa nama baru yang muncul yang malah mencuri perhatian. Sebut saja Kawai Labiba sebagai Ais dan Ahmad Nadif sebagai Ano.
Menulis ulang cerita klasik dari sebuah produk sinema yang sebelumnya pernah hit mungkin akan banyak pertimbangan bagian mana yang tetap dimasukan sebagai cerita dasar atau pengembangan apa yang diperlukan.
Yandy membawa karakter2 filmnya dengan jujur, tanpa "make up" berlebih, dialog2 membumi yang sesekali bisa kota rasakan sehari2.
Gue gak secara religiously mengikuti serial 1 Kakak 7 Ponakan di Televisi pada saat itu dan menempatkan sebagai "penonton baru" untuk cerita ini adalah hal yang sangat tepat untuk menggambarkan betapa jeniusnya (lagi) seorang Yandy Laurens dalam bertutur lewat skripnya.
☆ 1 kakak 7 ponakan
GABISA BERKATA KATA LAGI INI FILM BAGUS BANGET🤍 ttg kak moko yang berusaha menghidupi 7 ponakannya habis ditinggal sm kakaknya, aku suka bgt krn bisa liat cerita dari 2 sisi kakak & ponakannya! di akhir rasanya jd kangen bgt sm keluarga di rumah😔
ㅡ 4.5/5