raffi nagita nyadar ga si, LO ANCURIN SISTEM PEMERINTAHAN DIEM-DIEM DENGAN MASUKIN ORANG YANG GA KOMPETEN
AYOLAH MASSA BERGERAK, MASA IYA BUMN KOMISARIS DIISI MANTAN ASISTEN MEREKA????
Respect sih sama artis yang berani nolak masuk politik. Tau kapasitas, tau passion, ga ngerasa semua panggung harus dia naikin.
Lagian kenapa sekarang banyak banget artis tiba-tiba berlomba nyemplung ke politik?Politik tuh bukan komedi candaan anjr. Rakyat ga butuh cameo, rakyat butuh orang yang emang ngerti kerjaan. Udah deh yang jago akting ya akting aja, yang jago nyanyi ya nyanyi aja. Jangan dikit-dikit ngerasa modal terkenal trs bisa jadi wakil rakyat. TV masih butuh hiburan, parlemen butuh orang yang beneran kerja.
Yg bikin gedeg dari kasus komisaris BUMN ini tuh bukan cuma soal siapa yg diangkat, tapi pesan sosial yg dikirim ke publik.
Di saat (((RATUSAN RIBU))) fresh graduate berjuang cari kerja, ikut seleksi berlapis, ditolak berkali-kali, ada orang2 yg kariernya melesat bukan karena kapasitas, tapi karena kedekatan, loyalitas politik, dan kemampuan menjilat.
Akhirnya yg rusak bukan cuma tata kelola BUMN, tapi juga kepercayaan anak muda bahwa kerja keras punya tempat yg adil di negeri ini.
prabowo lagi lagi masuk media asing karena:
- Bank asing pilih cabut daripada ikut agenda Prabowo
- 11,5 triliun rupiah juta ditarik Citigroup, StanChart, HSBC sejak 2024
- OJK diduga lobi bank untuk biayai MBG & Kopdes
- Sebab takut kebijakan Prabowo terlalu dikuasai negara
- Danantara minta pinjaman $10 miliar bank merasa ditekan
- Rupiah melemah makin tidak menarik simpan uang di sini
- Danantara jual obligasi bunga 2% ke konglomerat
- Danantara dikecualikan dari pengawasan pajak & hukum
- danantara tidak pernah rilis laporan keuangan
- analis khawatir jadi sarang uang kotor
kebetulan iya kuliah dan jadi sadar, lu bisa punya mindset begini karena ketimpangan kelas dan akses pendidikan. class consciousness di Indonesia masi rendah and you're one of the example :)
Presiden bilang: "Gaduh, ribut, bakar-bakar, anarki — kapan kita maju?"
Lalu di kalimat berikutnya:
"Makanya saya datang ke kampus, tanya profesor, tanya PhD."
Pak, yang turun ke jalan itu juga mahasiswa dan akademisi.
Yang Bapak minta pendapatnya = yang Bapak sebut "gaduh."
Bedanya cuma satu:
Yang bicara di dalam ruangan → dikonsultasi.
Yang bicara di luar jalan → dituduh dibayar oligarki.
Ternyata "orang terpintar negara ini" boleh bicara , asal tidak kedengeran rakyat.
Berita di TV Korsel, OBS: Keracunan Massal MBG Terus Bermunculan
***
Program MBG yang merupakan proyek unggulan Presiden Indonesia Prabowo Subianto tengah menghadapi krisis hanya sembilan bulan sejak diluncurkan.
Hal ini dipicu oleh buruknya pengawasan manajemen dan kurangnya pengalaman dalam pengelolaan program tersebut.
Mengakibatkan kasus keracunan makanan terus bermunculan.
@yappingfess ternyata pemikiran orang yg apa2 harus ditemenin sama orng yg better/berani sendirian tu beda bgt yaa mentalnya.
orng yg harus ditemenin masi mikirin apa kata orang, masi mikirin keputusan hidup orang lain.
sedangkan yg suka sendiri bodoamat yg penting healing wkwkwk
@yappingfess Ke bioskop, nonton, dll sendirian dibilang menyedihkan. Lu mungkin gak tau ribetnya ngajak temen tu gimana. Harus menyesuaikan waktu, harus nunggu dia punya duit. Belom lagi kemana2 kek mesti buru2 karna ditungguin. Mending sendirian yg penting bawa duit.
Tapi kyk.. jalan sendiri tuh gw ga perlu ga enakan mau muter-muter di oh some cuma window shopping? Ga perlu merasa egois karena ngajak ke toko buku tanpa beli apapun?? Dan gw bisa jalan dengan pace gw sendiri???
Enak tau jalan-jalan sendiri