Pesan buat adik-adik yang baru lulus S1: tolong jangan jadikan S2 cuma sebagai pelarian karena takut nganggur atau bingung mau ngapain.
Kecuali emang cita-cita lo murni mau jadi dosen atau akademisi, usahain langsung terjun kerja dulu. Masuk industri, rasain dinamika di lapangan, dan pahami real-world business problem.
Menurut gue, S2 tanpa foundation pengalaman kerja malah bisa bikin lo makin bingung pas lulus.
Bahkan misalnya lo lolos LPDP ke luar negeri langsung setelah S1, pas balik ke Indonesia pun industri bisa tetap bingung mau menempatkan lo di mana.
Lo memang overqualified di atas kertas, tapi tetap dianggap belum punya pengalaman. Waktu dua tahun bisa aja lewat begitu aja tanpa nambah bargaining position lo di dunia kerja.
Minimal kerja dulu 1–2 tahun. Pahami dulu gap ilmu lo di mana, baru ambil S2.
Biar ijazah S2 lo nanti beneran punya nilai tawar pas balik ke dunia kerja.
JLEB BANGET KATA KATANYA:
"Pertolongan di last minute adalah cara Tuhan melucuti kesombongan kita"
Sebenernya pertolongan Allah di last minute, Allah hanya mau bilang “bisa apa kamu tanpa-Ku?”
Until we understand and admit “yes God, I am nothing without YOU 😭”
Gapapa… gak ada salahnya klo mau take things slow dl… everybody has their own pace……. Jgn merasa left behind cm karna achievement org lain……. Bisa kok…. Plean-pelan…….
Gw bertahan hidup 3 tahun di Bogor ngandalkan angkot & KRL ke mana-mana..
Oke gw paham betapa annoying-nya angkot bagi pengendara lain,
tapi angkot Bogor beneran ngejangkau berbagai pelosok kampung, bahkan sampe gang-gang & jalanan non protokol, yg begitu cuma gw temui di Bogor..
Okedeh Jakarta punya berbagai jenis angkutan umum yang terintegrasi, tapi angkotnya Bogor ini jauh lebih terintegrasi satu sama lain..
Gw dari Elos bisa tiba-tiba ada di ujung pinggir jurang Cilebut juga gegara ada angkot ini..
Yang pernah tinggal di Bogor begitu pindah ke Jogja atau Surabaya maka mereka akan merasakan NERAKA TRASPORTASI UMUM..
Kok bisa kota tanpa angkutan umum yang terintegrasi malah dikata mimpi basah warga..
Mimpi basah pengguna kendaraan pribadi ngehe sih iya..
Don’t rush to turn every connection into romance. Sometimes the best relationships begin with genuinely liking someone as a person first. Get to know their mind, their soul, their weird little habits. Stop measuring a connection by how quickly it becomes romantic. Some of the best things in life take time to cook.
Wrong. When you have a crush on someone everything you learn about them makes you like them more. The more you know them, the more you like them. Stuff that would annoy you about a regular person suddenly becomes so endearing when they do it.
Women to men:
Kalo dari awal feeling lo udah bilang “kayanya bukan dia”, terus makin ke sini sikapnya malah makin nge-validasi feeling itu, please be honest.
Jangan bawa dia terlalu jauh cuma karena dia baik, selalu ada, dan bikin lo nyaman.
Kalo lo udah tau one day lo bakal ninggalin dia, jangan bikin dia makin sayang.
Dia pantes dapet seseorang yang yakin sama dia, bukan seseorang yang stay cuma karena ga enakan atau takut kehilangan kenyamanan.
Jangan buang waktu seseorang cuma karena lo belum siap kehilangan dia
Date someone who is genuinely curious about you. Not just someone who finds you attractive or funny, but someone who wants to know you. Someone who remembers the tiny details, reads the things you write, listens to the songs you love, watches your favorite movies, asks about the stories behind your scars, remembers your oddly specific preferences, and wants to understand what makes your mind light up. Attraction says, “I like what I see.” Interest says, “I want to know everything there is to see.”
tanda-tanda kamu mulai kehilangan spark:
- hal yg dulu bikin excited skrg terasa biasa aja
- bangun tidur rasanya cuma "another day, another routine"
- mulai kehilangan interest sama hobi
- lebih sering doom scrolling drpd melakukan sesuatu
- sering merasa bosan tp gak tau sebenarnya pgn ngapain
- ketemu teman pun rasanya gak se-excited dulu
- selalu merasa harus produktif, tp gak benar2 menikmati apa pun
- sering nostalgia karena merasa dulu lebih happy dibanding skrg
- punya banyak hal yg ingin dilakukan, tp gak punya energi buat mulai
- hidup terasa gitu2 aja rutinitasnya
rasanya gak bener2 sedih, tapi juga gak merasa excited sama hidup... relate gak?