i hope kurikulum di indo ngajarin soal apa itu misogynist, patriarki, feminist, homophobic, dll. ga paham kenapa isu sepenting itu ga dituntun oleh guru/orang tua... they always talk about academic and number.
gua rela tidak ada romance asal cumlaude, kerja di company big 4, pilates tiap weekend, shopping tiap pulang kerja, rumah di pik, financial freedom, menetap di eropa, punya kucing 10, mental health waras
gini ya rasanya hidup setengah-setengah, ga cantik ga jelek, kaya juga ga, dibilang miskin juga ga, ga pinter tapi ga bodoh juga, punya 3-4 temen tapi bisa bergaul sama siapa aja, kuat tapi lemah, ramah tapi pemalu, percaya diri tapi kadang insecure, ngerasa seneng tapi kadang nangis tanpa alesan, butuh seseorang tapi pengen sendiri.
liat aja nanti anak gue pasti kuliah di PTLN dengan uang bulanan 50jt/bulan, dan gue akan menjadi orangtua nonchalant yang kalo nelpon cuma nanya "uang kurang ga sayang? mau mama tf lagi?" 🙏🏻😇
untuk perempuan yang ga sengaja baca tweet ini, semoga kamu berjodoh dengan pria yang menjaga sholatnya, bertanggung jawab, sudah selesai dengan masa lalunya, sudah habis masa nakalnya, ga gila perempuan, selalu menepati janji dan rasa cintanya tak berubah dari awal hingga akhir.
fase mengejar PTN ini jadi fase paling jor-joran, kyk wdym aku bs liat sifat asli seseorang cm krn aku gagal masuk PTN.. ada yg ikutan sedih tp ternyata dibelakang ngetawain, ada yg blg mimpinya ketinggian, etc.