Halo, semuanya. Saya Arjuna Arkana sebagai leader PANDAVVA mendengar pesan, kritik dan masukan dari teman-teman semuanya. Melihat apa yang terjadi kemarin, saya merasa apa yang dilakukan oleh salah satu staff kami Luna merupakan kesalahan yang sangat fatal. Secara personal, saya meminta kepada tim management/staff untuk mencopot jabatan staff yang bersangkutan langsung efektif hari ini. Terakhir, seluruh kegiatan staff dihentikan untuk sementara waktu.
Saat ini akan ada beberapa penyesuaian terhadap aktivitas PANDAVVA hingga seluruh kegiatan kami dapat kembali berjalan normal.
Terima kasih banyak atas perhatiannya. Mohon berikan kami waktu untuk berbenah diri.
Mbak lun kok tidak marahยฒ?
Untuk apa? Saya wanita dewasa, perempuan yg sudah tau benar salah, menghadapi segala hal dgn kamarahan hanya akan membawa duka dan merusak dharma.
Wong kita hidup ini menanam karma untuk hidup selanjutnya, jdi sebisa mungkin saya perbanyak karma baik
Kemarin, tulisanku dituduh pakai AI.
Di saat yang hampir sama, ada gambar commis orang lain yang dituduh tracing secara sepihak di publik. Padahal dia cuma pakai referensi pose dan sama sekali nggak tracing.
Kita hidup di zaman saat mencurigai jauh lebih mudah daripada memverifikasi.
Mungkin, karena terlalu sering sakit hati, komunitas kita memakai logika keliru, bahwa lebih baik salah tuduh daripada kecolongan. Padahal itu logika yang berbahaya.
Aku nggak bilang kalau skeptis itu dilarang. Wajar saja kalau saat merasa ada yang janggal, lalu kita curiga.
Namun, sebelum menyebarkan tuduhan ke publik, ada yang namanya verifikasi kan?
Sayangnya, verifikasi itu nggak viral dan nggak menghasilkan engagement sebanyak tuduhan langsung. Kasus seperti ini membuat hatiku sesak karena aku bisa membayangkan rasanya.
Cobalah aktifkan empatimu, bayangkan dirimu sebagai pembuat tulisan atau gambarnya. Kamu sudah capek bikin karya, lalu tiba-tiba namamu disebar sebagai orang yang bersalah.
Akhirnya kamu harus membuktikan bahwa kamu bukan penjahat.
Itulah yang menyakitkan dari tuduhan publik yang terburu-buru. Posisinya langsung menyudutkamu. Kamu jadi harus membela diri, padahal tadinya cuma fokus berkarya.
Di dunia seni visual, menggunakan referensi pose itu standar dan sangat dianjurkan untuk belajar anatomi. Seniman profesional kelas dunia pun selalu memakainya.
Di dunia tulisan, skeptis terkait pemakaian AI memang sangat valid. Tapi jelas nggak membenarkan tindakan menuduh orang di publik, tanpa dasar yang kuat.
Tuduhan selalu menyebar lebih cepat daripada klarifikasi.
Orang yang membaca dan engage dengan tuduhan biasanya nggak peduli pada post klarifikasi karena mereka udah lanjut scroll layar. Akibatnya, nama baik kreator yang dituduh akan tetap rusak di benak sebagian orang.
Itulah harga mahal yang harus dibayar oleh orang yang dituduh, bukan oleh sang penuduh.
Aku menulis ini karena komunitas kita nggak seharusnya membuat kreator takut berkarya. Kalau kita terus mempermudah tuduhan dan mempersulit klarifikasi, kita sedang memusuhi diri sendiri. Padahal kita berkumpul di sini karena cinta pada kreativitas.
Kalau respons kita hanya curiga dan langsung menyerang sebelum tahu kebenarannya, kita sedang merusak hal yang kita cintai. Ini adalah sebuah ironi yang sangat menyedihkan.
Jadi, sebelum kamu mengunggah tuduhan terbuka, tanyakan satu hal pada diri sendiri. Apakah kamu sudah cukup yakin untuk meminta orang lain ikut percaya? Kalau belum yakin, lebih baik verifikasi dahulu.
Kalau ternyata kamu salah, hanya waktumu yang terbuang. Tapi kalau terlanjur menuduh dan ternyata salah, kamu sudah menghancurkan reputasi dan perasaan orang lain, yang kemudian bisa berujung pada reputasimu sendiri juga.
Komunitas yang baik adalah komunitas yang cukup sabar dan nggak langsung main hakim sendiri. Semoga kita bisa menjadi komunitas yang seperti itu.
Mbak/mas, orang kerja itu bawa nama perusahaan. Apalagi di kanal internet seperti ini.
Cuwitanmu dilihat banyak orang, ibarat orang pasti langsung mikir "oh ini staff ini nih, Kok cuitannya gini" yang jelek siapa? Talent mu yang kena.
Masa kalah sama anak SD..
Menanggapi informasi mengenai hal yang baru-baru ini terjadi di X, kami ingin menegaskan bahwa:
1. Akun staff adalah akun pribadi. Opini yg muncul di akun pribadi staff adalah opini pribadi yang tidak merepresentasikan opini PANDAVVA.
2. Staff bukan talent. Staff ada di PANDAVVA untuk bekerja. Tidak akan ada statement resmi mengenai staff. Sanksi dan teguran sudah diberikan di ranah internal sesuai kebijakan internal yg berlaku.
Anak SD dipupuk sejak dini untuk berhati hati bersikap karena menjaga nama baik sekolah dan keluarga, masa udah dewasa gak punya pikiran ke sana?
Itu artist hampir kehilangan job loh, ya Allah..
Masa sebelum memberikan cuitan gak mikir dulu, oh aku karyawan ini nihโ