excuse meeeee???? what is this big baby behaviour of namjun? 😭 asking for a hug like that?? you can tell he is very loved in the set and that's probably why it is harder to say goodbye ☹️☹️
Son Yejin dan Shin Minah adalah contoh wanita yang menikah setelah mereka selesai dengan diri mereka masing-masing. Mereka fokus membangun karier, menikmati hidup, dan menjalani setiap fase hidup sesuai waktunya.
Mereka membuktikan kalau hidup bukan perlombaan. Nggak ada hadiah buat yang paling cepat menikah. Yang penting adalah menjalani hidup dan mengambil keputusan ketika memang sudah siap.
#sonyejin #shinminah
lagi belajar untuk nahan marah semaksimal mungkin dgn ngikutin tipsnya Rasulullah dan dr Gia.
pertama, diem dulu (ga nyerocos). karena emosi marah itu (kata dr Gia di podcast Radit) cuma 90 detik pertama yang meledak ledak. dan selama itu diisi dengan istighfar
kedua, kalo masih marah, ambil wudhu dan solat.
beneran works coy‼️
@txtharihariWNI yang jahat bukan UGM karena subsidinya sdh besar. yang jahat itu sistem ketenagakerjaannya.. knp masih ada orang yg digaji 1,5 jt per bulan dan itupun tdk menentu. kerjanya apa? sektor formal atau informal?
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
nah bener.
Qawwam itu datang dari suami
Qonaah itu datang dari istri
maka terciptalah sakinah mawaddah wa rohmah.
kalo suami berpikir peran dia cuma ngasih nafkah, dia gaakan mengerti qowwam sepenuhnya dan gaakan bisa memimpin, melindungi dan peduli atas keluarganya
begitupun istri. kalo istri mengira bahwa perannya hanya taat, dia tidak akan bisa qonaah, menerima, dan merasa cukup + bersyukur atas apa yg dia dapat.
ini kenapa banyak pasangan menikah tapi tidak pernah merasakan arti sesungguhnya dari mawaddah
Sumpah, aku suka banget sama kata-kata Shin Min-ah tentang hubungan dan pernikahan. Banyak yang bikin mikir dan ngena banget💗😔
Ini dia beberapa kata-katanya yang paling aku suka:
"Menurutku semakin telat menikah, semakin bagus"
"Kenapa?"
"Bukannya lebih baik, kalau mengenal banyak orang (pacaran) dulu? perbanyak waktu untuk melihat dirimu sendiri, waktu untuk bisa introspeksi diri sebelum kamu menikah. Sambil pacaran, saat bersama orang ini, kamu punya cukup waktu untuk memikirkan dirimu."
"Tapi sebenarnya... diri kita sendiri tahu, Iho?"
"Tahu soal apa?"
"Tahu kalau dia bukan orang yang akan menikah denganku tapi kita cuma menyangkalnya saja karena sudah terlalu suka"
"Nggak harus soal pernikahan. Di hubungan pertemanan biasa pun ada teman yang asyik banget, tapi entah kenapa perasaannya seperti... seperti nggak nyaman. Diri kita sendiri sebenarnya tahu, kalau itu hubungan yang nggak sehat. Jadi harus berhati-hati dengan rasa asyiknya tentang hubungan antar manusia"