barusan di jalan pulang, di lampu merah, ada bapakโ bonceng anaknya, anaknya lagi nangis, terus bapaknya tbtb teriak โANAK SAYA LOLOS KEDOKTERAN UGMโ semuanya langsung noleh dan tepuk tangan ngucapin, anaknya tambah nangis, HER DAD MUST HAVE BEEN SO PROUD๐ค๐ค๐ฅน๐ฅน๐ญ๐ญ
Pertanyaan yang baguss banget..
Setelah saya baca-baca lagi, jadi gini
โ1. Hikmah Metode 'Melihat' di Zaman Rasulullah:
Saat itu, umat Islam adalah umat yang Ummi (tidak membaca dan menghitung bintang secara massal). Rasulullah memilih metode 'melihat' (Rukyat) sebagai bentuk Kemudahan (Taisir). Bayangkan jika saat itu syaratnya harus pakai rumus kalkulus, tentu umat akan kesulitan beribadah.
Namun, seiring berkembangnya peradaban, perintah 'melihat' ini dipahami substansinya oleh para ulama sebagai Kepastian Hadirnya Bulan. Dulu kepastian didapat lewat mata, sekarang kepastian bisa didapat lebih akurat lewat sains (Hisab).
โ2. Kenapa Kalender Qamariyah Terasa Dinamis?
Karena kalender Hijriah adalah kalender Luni-Solar Murni (hanya berbasis bulan). Satu tahun Hijriah sekitar 354 hari, sedangkan Masehi 365 hari. Inilah hikmahnya: Ramadhan dan Idulfitri kita bisa 'berkeliling' musim. Kadang di musim panas, kadang dingin. Adil bagi seluruh penduduk bumi agar merasakan durasi puasa yang bergantian.
โ3. Kenapa Tidak Pakai Kalender Tiongkok?
Kalender Tiongkok adalah kalender Luni-Solar Interkalasi (ada bulan kabisat/sisipan). Mereka menambahkan satu bulan ekstra secara berkala agar tanggalnya tetap selaras dengan musim matahari (makanya Imlek selalu di awal tahun Masehi). Dalam Islam, sistem sisipan ini disebut Nasi' dan secara tegas dilarang dalam QS. At-Taubah: 37 karena dianggap mengacak-acak waktu ibadah yang sudah ditetapkan Allah. Islam ingin waktu itu murni mengikuti siklus alami bulan tanpa intervensi manusia."
iPhone 17e, iPad Air, MacBook Air, MacBook Pro...
And now, say hello to the all-new MacBook Neo!
Weโre so excited to bring the magic of Mac to even more people around the world.