Dear @bankmandiri pemblokiran tidak bisa dilakukan hanya krn permintaan aparat. Mana bisa hanya krn mimpin demo atau digunakan utk logistik demo, rekening diblokir.
Tanpa dasar hukum&alasan yg jelas, pemblokiran merupakan “perampokan”.
Semua nasabah patut was-was.
Makanya pelanggar HAM itu diadili, bukan dikasih kesempatan menjabat. Jadinya, nyawa manusia dan kerusakan alam cuma dianggap sebatas angka dan ga dihargai
di timeline liat konten bule yg ninggalin kerjaan kantornya buat kerja di pinggir laut karena suka surfing, ada yg busking main musik, ada yg ngelukis..
gue sedih karena.... wni ga pernah dapet kesempatan buat eksplor potensialnya karena sibuk bertahan hidup tiap hari 😭
gimana ya cara minta maaf ke binatang-binatang dan pohon-pohon ga bersalah yang rumahnya ikut dibumihanguskan?mereka juga seorang induk dan seorang anak yang bertumbuh bersebelahan dengan manusia kan?
this planet belongs to them too.
it was a symbol of our pride. indonesia used to be known as a country with green rainforests, the lungs of the world. now we are just the biggest CO2 contributor.
we lost our identity as zamrud khatulistiwa. 🥲
Prabowo ke Kalimantan duluan daripada NTT?? udah ketebak banget alurnya anjeng
Ini bukan penanganan
Tapi survey lahan mana yg bisa d bakar lagi, buat jadi sawit. MAY GOD BURN THEM!!!!
Lucu ya, kalau diresapi lagi, ternyata selama ini gue bener-bener sendirian. Gue pikir lingkaran pertemanan gue luas, tempat mengadu gue banyak, dan nama gue cukup diingat. Tapi itu cuma ilusi. Gue cuma kenal banyak orang, bukan punya temen yang bener-bener tempat pulang. Sering banget gue ngerasa deket sama banyak jiwa, saling tukar cerita, tertawa sampai larut, tapi di ujung hari, saat riuh itu reda, gue sadar nggak ada satu pun dari mereka yang sudi jadiin gue prioritas. Not a single person would choose me first. Gue cuma ada saat mereka butuh penengah, pendengar, atau sekadar pengisi kekosongan. Begitu mereka selesai, gue kembali jadi sosok yang terlewatkan. Ternyata emang dari dulu gue tuh nggak pernah penting buat siapa pun wkwk, cuma gue aja yang ke-PDean ngerasa dianggap.
Gw lebih respect sama orang yang nganggur hobi rebahan, tapi sosmednya berisik minta keadilan dan melek politik.
Daripada orang yang tiap hari keluar dan ngeliat kejadiannya langsung, tapi masih nutup-nutupin kesalahan presiden sekarang dan nyalahin rakyat.