sore ini, teringat video Pak @bagus_muljadi, yang biasanya ngajar tanpa PPT, dan bermodalkan spidol: menyertakan mahasiswa membangun ilmu pengetahuan dari awal.
katanya, dengan itu, ia rentan salah, tapi dalam kerentanan itu justru mahasiswa menghargai lebih, dan bisa belajar bersama.
saya pribadi setuju, tapi efeknya, setelah kelas, ada mahasiswa nyeletuk:
โMas, wajahnya kotorโ
dalam hati, berani sekali mahasiswa ini komentar wajah.
oh ternyata, muka hitam kena tangan bekas tinta spidol, ga sadar habis hapus-hapus di papan ๐ญ
btw, manteman setuju kah dengan idenya?
Setuju dalam hal karya fiksi (termasuk novel) yang baik adalah bacaan luar biasa karena bisa membuat orang betah membaca, bahkan jika pun kita tahu ceritanya hanya fiktif. Namun, yang membuat orang betah membaca novel bukan semata-mata karena ia fiksi. Yang membuat novel menarik adalah kemampuannya menggabungkan informasi, emosi, konflik, dan rasa ingin tahu menjadi pengalaman membaca.
Karena itu, nonfiksi yang hebat sebenarnya bisa meniru cara yang sama. Salah satu tekniknya disebut jurnalisme sastrawi. Ia tetap setia pada fakta, tetapi menggunakan teknik penceritaan yang membuat pembaca ingin terus membuka halaman berikutnya.
Ada ungkapan dari John McPhee, salah satu maestro nonfiksi naratif, โStructure is the essence of writing.โ Bukan fakta yang membuat tulisan hidup, melainkan bagaimana fakta itu disusun. Dan itu hanya bisa dengan memulai cerita dari kisah tentang manusia, bukan gagasan. Ada banyak buku nonfiksi yang sukses menjalankan teknik ini di antaranya Hiroshima yang ditulis John Hersey dan Silent Spring yang ditulis Rachel Carson.
Kegiatannya sama: membaca.
Tujuannya yang beda: membaca untuk hiburan, membaca agar berpikir kritis, membaca untuk riset, membaca buat gaya2an, etc.
Maka buku yg dipilih pun pasti berbeda. Jadi, balik lagi, merekomendasikan boleh, maksa ngatur itu yg jangan.
Al Insyiroh + laa haula wa laa quwwata illaa billaah + hasbunallah wa niโmal wakiil = combo maut. semua auto terasa mudah. ada aja pertolongan Allahnya
AMPUH TOP MARKOTOPPPPPPP๐ญ๐ซถ
polandia, gak semahal jerman dan belanda, lebih slow dan cantik kotanya.
kalo mau rame ya warsaw, rekomended krakow, tapi kalo lebih chill wroclaw.
gaji, keamanan, kenyamanan, semuanya balance, musim salju gak seextreme negara sebelah dan musim seminya cantik :)
you need to be delusionally optimistic
negative thinking poisons your brain and leads to congitive decline
whereas positive thinking, and gaslighting yourself into thinking everything is amazing, ACTUALLY makes your life amazing too.
you must be a silly goose