Akhirnya negeri ini sampai di satu titik, dimana :
1. Utang jatuh tempo tertinggi dalam sejarah ✅️
2. Nilai tukar dolar tertinggi sepanjang sejarah ✅️
3. Persentase Kenaikan BBM non subsidi tertinggi dalam sejarah RI ✅️
4. Jumlah pejabat menteri & wamen terbesar sepanjang era reformasi ✅️
Udah bener dapet presiden yg bisa mangkas nilai tukar dolar dari 16 ribuan ke 7 ribuan.... klean malah menjatohkan dia. Emang bukan klean sebagai rakyat sih.
Tapi klean memilih wakil rakyat yg bisa digiring utk menjatuhkan Habibi saat itu.
Nasib Bangsaku gini amat sih
😳
@kipastengengen@collegemfs coba tambah responden kalo gitu ka. dulu aku sampel yg dibutuhkan 150 tapi aku olah data 277 data. karena sebenernya rumus sampel itu hanya minimal yang harus kita dapatkan itu brp. bukan maksnya
@kipastengengen@collegemfs iyaa coba dulu aja kak, aga membutuhkan waktu. tapi insyaallah works. kalo di smart pls sih bisa diliat dari hasil latent variable keliatan mana yang hasilnya negatif atau mana yang hasilnya kurang bagus. tapi kalo spss aku kurang tau karena seringnya pake smart pls
@kipastengengen@collegemfs tenangin pikiran km kaa, pasti ada jalan ko. semangat kaa. selagi kaka ga melanggar etika penelitian. santai aja kak, jangan ovt takut dimarahin
@kipastengengen@collegemfs kenapa 30 sampel hasilnya kurang bagus tapi kalo 200 sampel bagus? karena penelitian itu ketika sampelnya lebih banyak datanya akan lebih stabil. kalo 30 sampel aja itu pasti blm stabil jawabannya dan menyebabkan hasil olah datanya kurang bagus
@kipastengengen@collegemfs tapi semisal dosenmu tetep pengen 30 sampel diuji nya, coba dari 200 data yg kamu punya itu analisis aja data mana yg bagus (jd kamu pilih 30 data responden untuk diolah). karena pasti hasilnya bakal bagus ka. cuman emang trial and errornya aga membutuhkan waktu tp works
@_redvelve@collegemfs iyaa betul ka. jadi harusnya ketika sebar kuisioner itu harus lebih 30-50% dari sampel yg harus didapetin buat jaga jaga aja ketika hasil olah datanya ga bagus
@collegemfs terus bandingin hasilnya after penghapusan data responden tsb sama sebelumnya. aku jg dulu gitu ko dan alhamdulillah pake cara ini works bgt dan tidak melanggarkan etika penelitian karena hanya menghapus data responden tanpa memanipulasi jawaban respondennya. semangat nder 🫶🫶
@collegemfs cek outlier, tp kalo pas penghapusan outlier masih belum valid dan reliabel. coba km perhatiin dan analisis manual data mana yang gap nya ekstrim. misal dari 3 (netral) tiba tiba ke 5 (sangat setuju) dan km coba untuk hapus data itu satu persatu dan olah kembali