BREAKING NEWS!!!
Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur pagi ini kembali erupsi Kamis, 27 Agustus 2026, pukul : 08.30 WITA, dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 2.500 meter dari atas puncak dan ketinggian letusan mencapai kurang lebih 4.084 meter di atas permukaan laut.
Masyarakat, wisatawan dan siapapun itu diharapkan dan dilarang tidak boleh melakukan aktivitas apapun dalam radius 5Km.
Stay Safe teman teman di NTT!!!
@JeannieTita aturan/syariat dibuat sejelas mungkin biar jdi panduan yg clear ya. tpi keputusan buat taat atau melanggar kan ada di kendali penuh si individu. and naturally every choice carries its own consequences. keikhlasan itu proses internal, tpi kerangka aturannya ttp berdiri objektif.
diskusi sehat emang seru sih. jadi perspektif sederhananya gini, Tuhan nyiptain manusia lengkap sm estetika kayak rambut, bentuk tubuh & nafsu. kalau smua manusia dibikin botak tanpa estetika biar ngga ada dosa, ya ngga ada bedanya manusia sm malaikat, hilang unsur ujiannya.
Kenapa repnya salty ya..
Kakak ini kan mempertanyakan, lalu rambut sbg aurat tu berlaku ke perempuan jd wajib hijab. Kalo ada yg lbh paham kan bs buka diskusi bkn yg salty “kan tu ud perintah” 🥹
Misal dri segi kesehatan kah, atau kenapa kah ah elah, diskusi dgn damai kan seru.
@JeannieTita oh, i see. berarti kita ngomongin dua layer beda. soalnya kan di sini aku fokus ngebahas konsep filosofis hijab dan aurat secara umum, bukan ngomongin kasus sender tertentu. kalau ditarik ke pengalaman personal individu, bahasannya bakal beda ranah lagi.
dalam sains dan logika, absence of evidence is not evidence of absence. nyimpulin Allah ngga ada cuma karna ngga bisa diukur dgn indra terbatas adalah category mistake. kalau lu ngeklaim diri kritis, tunjukin bukti bahwa alam semesta dgn fine tuning dan causality ini bisa muncul
doa terbaik buat teman-teman yang menggunakan hak konstitusionalnya di jalan hari ini. menyampaikan aspirasi adalah hak yang dijamin UU, bukan pelanggaran hukum. semoga tidak ada pembatasan berlebih, aksi berjalan aman tanpa represivitas aparat, dan substansi tuntutan betul-betul
@lakitop logikanya rancu. menilai syariat cuma dri kasus lokal waktu itu, itu simplifikasi yang dangkal. sejak kapan validitas hukum Tuhan ditentuin sama respons adopsi manusianya? manusia punya free will dan sejarah geografis yang beda-beda. kalau sebuah aturan baru dianggap dari Tuhan
@lakitop ngebenturin free will dgn perintah Tuhan itu false dichotomy, free will dikasih justru sebagai prasyarat biar manusia bisa milih taat atau ngga pada aturan Tuhan, bukan jadiin manusia sebagai pembuat otoritas moral itu sendiri.
kita juga lahir tanpa busana, punya nafsu, punya kemaluan, dan punya emosi. tapi islam melihat hal-hal fithrah bukan untuk dihilangkan (misal: dibotakin semua), melainkan untuk diatur. di situlah letak ujian moral dan derajat freewill manusia. kalau semua dibikin botak otomatis,
@lakitop kalau syariat dianggpp murni produk interaksi free will manusia kayak norma sosial biasa, kamu lagi ngereduksi agama jadi sekedar konstruksi sosiologis, bukan wahyu transendental. pdhl inti teologi adalah perintah Tuhan.
ada orang ngerasa terkekang karena berhijab bukannya dikasih tau baik baik malah dihakimi, dikata katain, dan lu pada masih nanya kenapa lama lama banyak yg gasuka muslim? mikir kata gw teh
@lowqweeny orang-orang kayak gitu tuh dateng bukan buat belajar or listen to reason, tpi emang murni mau selective hearing aja. pas dikasih breakdown kronologi jernih seringnya pura-pura buta, giliran narasinya disanggah langsung play the victim card. emang dasarnya denial aja sih.
@Aleicheim nah. mereka nuntut publik buat mahamin sisi emosional dan trauma personalnya, tpi di saat yang sama nutup mata dari esensi argumen yang mereduksi keyakinan orang lain. jdi yang dikejer sebenernya bukan kebenaran atau diskursus yang sehat, tpi pembenaran atas victimhood.
@arumiharoemi precisely. kerangka berpikirnya udah bias dri awal, jd kronologinya dipotong-potong sesuai narasi yang mau dibangun aja. pas ajaran agama diserang, dianggp eksoterik & ekspresi pribadi, tp waktu umatnya ksh respons buat meluruskan, malah dituduh intoleran dan victim blaming.