Trust me ternyata kalau sama yang kurang setara, kita gak minta apa-apa bakal beneran gak dikasih apa-apa.
Diterima apa adanya bukan nyari solusi malah terjebak di zona nyaman, karena gak ada tuntutan apapun.
Sekali dituntut tantrum gak terima dan langsung bilang "kalo kamu mau nyerah yauda, aku cuma bisa begini dan segini mampunya"
menurutku another level putus selain diselingkuhin adalah
putus karena dia ga punya keberanian untuk perjuangin kamu, dia ga punya nyali sebesar kamu buat perjuangin hubungannya. singkatnya gini, kamu ga se special itu buat dia perjuangin.
tidak jelas artinya tidak, tidak ada komitmen artinya tidak, jalanin dulu aja artinya juga tidak.
sudah dewasa harusnya kita paham bahwa apa-apa yang buram, apa-apa yang tidak pasti berarti kemungkinannya tidak.
kadang kita cuma perlu membuat closure sendiri tanpa harus diberi tau akhirnya gimana. kita bisa nilai sendiri dari sikap juga perlakuannya pada kita. stop denial 🙂
statement ini deep banget..
"semenjak aku lepasin kamu dengan iklas dan tenang, aku mulai sadar kalo ternyata wajah kamu itu biasa aja, bahkan effort kamu masih kalah sama effort aku untuk diriku sendiri, dan kelebihan kamu masih dibawah aku. dan ternyata benar kalo cinta dan kasih sayang tidak disertai dengan logika itu membuat aku buta sampai kehilangan diri sendiri".💔
Bahasa tertinggi mencintai bukan
"I love you"
Tapi "I remember"
Contohnya:
"Aku beliin ini karena kamu pernah bilang kamu suka ini kan?"
"Aku lewat jalan ini keinget kamu suka mampir beli jajanan sini"
"Gak sengaja denger lagu ini, langsung keinget kamu"
Dicintai itu biasa.
Tapi diingat sampai hal kecil? Itu mahal.
kalian tau "breadcrumbing" gaa, katanya itu hubungan yang cukup serem..
maksudnya ituu "dia tidak meninggalkanmu, tapi dia juga tidak memperjuangkanmu.. dia nyaman dengan adanya kamu di hidup dia, tapi dia gaa mau hidup bersamamu.. dia mempertahankan kamu, tapi dia juga tidak berusaha membuat kamu merasa dicintai.. dan dia sangat takut kehilanganmu, tapi dia juga tidak mau memberikan kepastian untuk kamu.." 🥺💔
cara paling cepat buat detachment, atau lepas dari seseorang yang sebenarnya lo pengen banget ada di hidup lo, adalah dengan ngebiarin dia ngelakuin apa pun yang dia mau. dari situ, lo bakal lihat sebenarnya apa yang dia pilih. kalau dia milih buat kehilangan lo, ya biarin. kalau dia memilih orang lain, ya biarin juga.
“oh, ternyata dia emang nggak milih gue.”
tapi itu jauh lebih baik daripada lo terus-terusan ngabisin energi dan perasaan untuk orang yang memang nggak memilih lo. sometimes, closure doesn’t come from explanations. it comes from their actions.
kalo bisa, menikahlah dengan seseorang yang mau ngasih kabar kembali setelah berantem, nyelesaiin masalah dan ngingetin kembali ke kamu bahwa gimanapun sulitnya keadaan dia gak akan ninggalin kamu, karena itulah tipe orang yang bertanggung jawab atas perasaan dan gak akan lari dari kenyataan.
Sesayang apa pun kita kepada seseorang, kita tetap nggak bisa mengubahnya. Kita nggak punya kendali atas perasaannya, juga nggak bisa memaksa perilakunya berubah.
Bahkan, untuk menjadi alasan dia berubah pun, belum tentu kita mampu. Yang bisa kita kendalikan hanyalah cara kita menerima kenyataan dan memilih untuk tetap menghargai diri sendiri.
aku nemu statement yang “ngena” banget :
“Allah memilih situasi saat ini untuk kamu itu karna Allah tau kalau ini adalah yang terbaik untuk kamu, meskipun kamu mungkin gaa suka. tapi kalau misal kamu tau hal ini bisa jadi sesuatu yang buruk untuk kedepannya, pasti kamu akan menyukai situasi saat ini dan tidak akan memohon lagi ke Allah. jadi.. Allah memberikan sesuatu kepada kita untuk masa depan yang tidak bisa kita lihat itu, agar kita selalu memohon dan mengagungkan nama Allah setiap saat”.🥹🤍
Hal-hal yang terlihat seperti cinta:
1. Sleepcall
2. Fast respon
3. Long text
4. Kirim makan/minuman
5. Obsesi
6. Kado dan uang
Hal-hal yang sebenarnya cinta itu:
1. Respect
2. Support
3. Kepercayaan
4. Validasi
5. Komitmen
6. Memaafkan
7. Toleransi
8. Komunikasi
mungkin aku ga punya kapasitas yang besar untuk membuat semua orang cukup dan bahagia karena aku, tapi aku sangat menghargai orang-orang baik yang hadir dihidupku, aku percaya take and give disaat aku diperlakukan dengan baik oleh orang lain, maka aku akan memperlakukan mereka lebih baik dengan caraku!