Ini yang terakhir masuk buat hari ini. Aku sejujurnya merasa sedih dan terharu karena gak nyangka masih banyak orang yang sukarela membantu aku. Semoga siapapun yang membantu aku mau RT ataupun donasi kalian semua dimudahkan jalannya di kehidupan ini
Boleh bantu RT please?
Sebenarnya aku terpaksa minta bantuan karena gajiku dipending sampe 3 hari tapi kebutuhan akomodasi RS bapakku yg didiagnosa tumor otak tidak cukup dan uang sewa rumah (600 ribu) butuh dibayar dalam waktu 3 hari
Bank Jago a.n Rusnani 103451783264
Jika mau mereka berhenti mangkal, jangan lakukan kekerasan dan ‘memaksa’ mereka berhenti. Berikan mereka perlindungan dan akses pekerjaan yang sama.
@BBCIndonesia 💌💖
hey so I left my house with nothing and almost no money. if anyone is generous enough to help out even a little bit I would soooo appreciate it, reach out if so. thank you!!
Israeli settlers have set fire to mosques & farm land in Palestine. Cuba is facing a severe economic crisis driven by a de facto U.S oil blockade. Sudan is facing a genocide & they’ve been experiencing mass displacement. 1.8k people have died due to Ebola in Congo. Speak up.
For Indonesian audiences:
Author dan ibunya jadi korban kekerasan. Pelakunya juga ngutang dan pake datanya dia buat pinjol dkk, sampe diancam sama debt collector. Sudah lapor polisi, tapi hnya disarankan cari lawyer.
Saat ini author butuh biaya buat bisa kabur sama ibunya
Aku setuju banget sama ini. Aku juga sering ngerasa kalau lagi “biasa-biasa aja” tuh kayak lagi gagal jadi manusia yang layak gitu loh...
Tapi, ada perspektif yang belakangan sering bikin aku kepikiran, bahwa ketakutan menjadi “cukup” adalah produk dari bahasa yang kita konsumsi setiap hari.
Kata “biasa” dan “cukup” sudah dilabeli sebagai sebuah kekurangan, seolah-olah hidup yang nggak bersinar terang itu otomatis inferior.
Padahal di sastra, di budaya, bahkan di sejarah kecil sehari-hari, yang rutin dan tidak spektakuler justru sering jadi fondasi yang bikin semuanya bertahan.
Menurutku, belajar merasa cukup bukan berarti pasrah sih. Lebih ke arah semacam reclaim makna. Tantangannya memang sekarang adalah bagaimana caranya ngebalikin kata “cukup” biar nggak lagi jadi hukuman, tapi jadi tempat istirahat yang sah.
I’m walking around in clothes stained from last period because I can’t afford new ones. It’s humiliating and uncomfortable… still cf for room. It’s very late please don’t skip
Pls keep this moving
PP: Char2001xx
if you need financial help right now and could use a boost then drop your venmo or cashapp or paypal below, I'll retweet on your behalf
.
.
if the year is going good to you and you’ve got an extra few bucks to send to a stranger on the internet then help someone from the replies
Temen-temen Alhamdulillah sudah masuk bertahap. Just a thanks isn't enough huhu, I will prepare and tidy up the funds report malam hari ya. :"" thank you so much!!