"𝑩𝒖𝒂𝒕 (𝒉𝒂𝒎𝒑𝒊𝒓 𝒔𝒆𝒎𝒖𝒂) 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝑩𝒂𝒏𝒅𝒖𝒏𝒈, 𝑷𝒆𝒓𝒔𝒊𝒃 𝒊𝒕𝒖 𝒉𝒂𝒓𝒈𝒂 𝒅𝒊𝒓𝒊 𝑩𝒂𝒏𝒅𝒖𝒏𝒈, 𝒔𝒊𝒎𝒃𝒐𝒍 𝒑𝒆𝒓𝒋𝒖𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏, 𝒃𝒂𝒉𝒌𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒎𝒐𝒓𝒊 𝒎𝒂𝒔𝒂 𝒌𝒆𝒄𝒊𝒍."
Lebih dari sekedar club.
Tentang bagaimana deru laju kota ini seakan berhenti pada saat Persib bermain, di setiap sudut kota Bandung, dari level pedagang kaki lima, UMKM lokal menengah, hingga mall-mall kelas atas.
Tentang bagaimana semua elemen berbaur di dalam naungan satu nama: bobotoh, dan berinteraksi seakan selama ini mereka adalah satu keluarga yang terpisah oleh kehidupannya masing-masing.
Tentang bagaimana perantau luar kota hingga luar negeri nan jauh di sana, rela mengeluarkan uang sejumlah tak sederhana, hanya untuk datang ke kota ini, menyaksikan Persib meraih gelar juara.
Tentang bagaimana keikhlasan orang-orang yang mau berbagi atas rasa syukur mereka karena klub yang mereka sayangi sejak kecil itu berjaya.
Sukar menemukan kultur yang mendalam seperti ini. Bahkan saat Persib tak bermain pun, lingkup pembicaraan warga masih tetap bersinggungan dengan Persib.
Memahami Bandung, Persib, dan masyarakatnya itu tidak sesederhana dicerna logika. Melibatkan empati dan rasa. Romansa yang tersaji ini tidak terbentuk hanya dalam satu malam, ini cinta yang dipupuk sejak lahir, dibesarkan sedemikian rupa, lalu diwariskan dengan rasa bangga. Organik, tanpa dibuat-buat khayal belaka.
Penjelasan resmi dari Ketua Viking dan Rektor ITB terkait polemik yang sempat beredar telah disampaikan secara terbuka, transparan&jelas.
Mari bersama-sama menyimak informasi resmi ini dengan bijak agar tidak ada lagi kesalahpahaman di ruang publik.
(Video 1/3)
urg as alumni ITB yg USA (urang sunda asli), born & raised di Bandung, & ngamumulé basa sunda (di imah mah make full sunda), awewe, tuluy boga bapa bobotoh garis keras, teu pernah absen nongton persib.
ngan asli, isu ITB & Bobotoh nu kamari emg loba pihak nu salah. ti duanana.
ADILI IDOLA edisi Fedi Nuril tayang 21 Mei di Netflix!
Jutaan orang bakal nonton Fedi di-roasting abis2an lalu dengan epic membalasnya di akhir. Dan terlontar kata-kata yang selama ini gak bisa dia katakan di publik 😂
jadi inget podcast bocor alus @tempodotco yg judulnya "Peran Teddy Indra Wijaya dalam Komunikasi di Istana Negara". Di menit 33:38 dijelasin kalo Teddy ngefilter materi presentasi pejabat yg mau ketemu prabowo. Selain kurasi jumlah halaman ppt, yg lebih gokil Teddy juga kurasi data biar yg ditampilin yang bagus-bagus aja 😭
Di tribun ada selebtwit yg tantrum.
Di lapangan captain nya jambak pemain persib.
Di luar lapangan supporter nga ngeroyok supporter persib.
Di bandara ngerusuh.
Apa yang mau dibanggain coba dari semua kelakuan kaya gitu.
Gue sering banget denger kalimat ini,.
"Cowok kalau mau nikahin cewek, minimal harus bisa kasih apa yg ayahnya udah kasih ke anaknya."
Pertama kali denger, gue pikir: masuk akal juga sih. Tapi makin lama gue pikirin, makin gue sadar ada yg ganjel dari logikanya.
Tadi nonton di podkes liputan6, ketum Jakmania sempet bilang "di Bandung itu kultural, di Jakarta itu struktural". Mungkin sekitar menit 30an.
https://t.co/nxdqU0QjwD