Memasuki triwulan kedua, kinerja #APBNKita tetap terjaga. 💪🏽
Tekanan eksternal masih menjadi tantangan, namun Indonesia tetap optimis menjaga pertumbuhan.
#UangKita
Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh 5,11%. ✨
Ini menjadikan Indonesia salah satu negara dengan pertumbuhan tertinggi dan defisit terendah di tahun 2025.
Simak kinerja #APBNKita selengkapnya 📝
Setahun berlalu, bagaimana kabar kinerja #APBNKita? 👨🏻💻
Di tengah gejolak global di tahun 2025, ekonomi domestik tetap terjaga.
Belanja negara tetap adaptif dan akomodatif terhadap berbagai program prioritas untuk menyejahterakan rakyat.
Yang ditunggu kembali tiba, kabar terkini dari #UangKita 🙌🏼
Memasuki penghujung tahun 2025, pertumbuhan ekonomi nasional tetap solid.
Akselerasi belanja negara juga terus dipercepat.
#APBNKita
✨KABAR TERBARU DARI APBN KITA✨
Ketidakpastian global mulai mereda. Pada 17 September lalu, The Fed menurunkan tingkat suku bunga acuan sebanyak 25 bps menjadi 4,25%.
Membaiknya kondisi ekonomi global diharapkan membawa angin segar bagi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat.
😇
Israel kembali menyerang secara brutal fasilitas kesehatan di Gaza pada Senin (25/8/2025).
Kali ini serangan drone berbahan peledak milik Israel ke RS Nasser menewaskan 15 orang termasuk lima orang jurnalis, di antaranya pewarta foto Al Jazeera Mohammed Salama, jurnalis Reuters Hossam Al Masri, jurnalis NBC Network Moaz Abu Taha, jurnalis freelance Associated Press (AP) Mariam Abu Dagga, dan juga Ahmad Abu Aziz. Selain menewaskan lima jurnalis, serangan drone Israel kali ini juga melukai jurnalis Reuters Hatem Khaled.
Belum ada komentar apa pun dari pihak militer Israel atau Benjamin Netanyahu soal serangan keji ke RS Nasheer Gaza yang menewaskan jurnalis di Gaza.
Setelah serangan ini, jumlah jurnalis yang tewas ketika bertugas di Gaza bertambah menjadi 244 orang.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Golkar Dave Laksono menegaskan soal rencana Israel merelokasi warga Gaza Utara ke wilayah Selatan sebagai pelanggaran terhadap Konvensi Jenewa.
"Saya ingin menegaskan bahwa langkah tersebut sangat memprihatinkan dan bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar hukum humaniter internasional. Pemindahan paksa terhadap warga sipil, terlebih dalam situasi konflik bersenjata, merupakan pelanggaran serius terhadap Konvensi Jenewa dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan serta hukum internasional," ujar Dave pada awak media di Selasa (19/8/2025).
Dalam kesempatan yang sama, Dave juga menegaskan, Komisi I DPR bakal terus mengawal isu soal Gaza dan mendorong pemerintah Indonesia buat ambil sikap resmi, yang tegas dan konsisten buat mendorong terwujudnya gencatan senjata di Gaza.
Perwakilan Hamas di Mesir dapat usulan baru soal rencana gencatan senjata di Gaza selama 60 hari. Negosiasi usulan gencatan senjata permanen ini dibarengi permintaan buat melepas sandera dalam dua tahapan.
Perwakilan Hamas yang tidak disebutkan namanya enggak langsung menerima usulan dan akan melakukan konsultasi internal lebih dulu bersama pemimpin Hamas lainnya di Palestina.
Sebelumnya, Hamas keras menolak kebijakan Israel yang memaksa warga Gaza buat direlokasi ke sisi selatan Gaza karena Gaza City bakal dijadikan medan perang sama Israel.
While, terus menghadapi protes dari warganya sendiri, PM Benjamin Netanyahu tetep ngotot buat membinasakan Hamas. "Mereka yang hari ini menyuarakan penghentian perang tanpa mengalahkan Hamas bukan hanya menguntungkan posisi Hamas dan menunda pelepasan sandera. Mereka juga memastikan kengerian 7 Oktober akan mengulang dirinya lagi dan lagi," papar Netanyahu kemudian.
Protes besar-besaran menuntut diakhirinya serangan ke Gaza kembali terjadi di Tel Aviv, Israel pada Minggu (17/8/2025). Lautan massa memblokir jalan utama menuju Yerussalem, bahkan membakar ban sebagai bentuk aksi mogok nasional terhadap pemerintah sendiri. Inisiator demo menyebut setidaknya ada 500 ribu orang turun ke jalanan.
Warga Israel marah karena pemerintah Israel enggak juga mencapai kesepakatan terkait para sandera. Para pendemo berkumpul di tempat bernama "Lapangan Sandera" dan membentangkan potret para tawanan yang tersisa.
Menurut pejabat Israel, saat ini masih ada 50 sandera Israel yang masih ada di Gaza. Tapi, cuma 20 orang di antaranya yang diyakini masih hidup.
Kekejaman Israel enggak ada matinya, setelah menyebabkan hampir 62 ribu warga Gaza tewas, Israel berencana menjadikan Gaza jadi zona perang. Rencana ini secara langsung bakal memaksa warga Gaza buat direlokasi ke wilayah selatan pada Minggu (17/8/2025).
Dikutip dari Reuters, ide IDF buat merelokasi warga Gaza ini didorong oleh rencana buat memborbadir habis-habisan Gaza untuk memburu militan Hamas.
Langkah IDF buat menghancurkan Gaza City secara sistematis ini dikecam oleh Hamas. "Penghancuran sistematis di wilayah tersebut sebagai bagian dari perang pemusnahan yang biadab dan rencana kriminal yang bertujuan menghancurkan Jalur Gaza dan semua bentuk dan sarana kehidupan di dalamnya." tegas Hamas dalam pernyataannya.
Di sisi lain, menurut informasi yang diperoleh The Associated Press (AP), Israel dilaporkan sedang melakukan pembicaraan rahasia dengan sejumlah negara terkait relokasi sebagai warga Palestina dari Gaza, di antaranya Somaliland, Uganda, Libya, Sudan Selatan, dan juga Indonesia.
Amnesty International mengkritik keras rencana Presiden Prabowo buat menampung sekitar 2.000 warga Gaza ke Pulau Galang, Kepulauan Riau.
"Rencana ini harus disikapi dengan kritis. Walau pemerintah menyampaikan kebijakan itu atas dasar kemanusiaan, namun jika tidak hati-hati justru sejalan dengan skenario besar Israel dan pemerintahan Trump Amerika Serikat yang ingin mengosongkan Jalur Gaza dengan memindahkan 2 juta warganya ke luar negerinya sendiri," terang Deputi Direktur Amnesty International Indonesia Wirya Adiwena pada Senin (11/8/2025).
Lebih lanjut, Wira menjelaskan, Indonesia perlu berhati-hati dengan rencana ini karena terkesan mendukung pendudukan ilegal Israel di jalur Gaza. Seharusnya Indonesia ikut menolak segala rencana yang memungkinkan warga Gaza meninggalkan tanah air mereka.
Sebelumnya, usulan relokasi yang diungkap Trump pada awal tahun memang sudah menyebut nama Indonesia sebagai negara yang bakal menampung warga Gaza. Namun, ketika itu pemerintah membantah keras soal wacana ini.
Enggak cuma diprotes sama dunia internasional, pemerintah Israel juga didemo sama warganya sendiri di Tel Aviv pada Sabtu (9/8/2025).
Aksi demonstrasi yang menurut AFP diikuti puluhan ribu orang ini dilakukan sehari setelah kabinet keamanan Netanyahu menyetujui rencana operasi besar-besaran buat merebut Gaza City. Dalam aksinya, para demonstran mengibarkan spanduk dan memegang foto para sandera yang masih ditahan Hamas.
Bukan yang pertama kali, pemerintahan Netanyahu udah menghadapi protes rutin selama 22 bulan. Banyak demonstrasi dilakukan buat mendesak pemerintah Israel menandatangani kesepakatan gencatan senjata.
"Kami akan mengakhiri dengan pesan langsung kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu: jika Anda menyerang bagian-bagian Gaza dan sandera dibunuh, kami akan mengejar Anda di alun-alun kota, dalam kampanye pemilu, dan di setiap waktu dan tempat," ungkap Shahar Mor Zahiro salah satu kerabat dari sandera yang sudah tewas.
Dari 251 sandera yang ditangkap Hamas pada 2023, 49 di antaranya masih ditahan di Gaza, termasuk 27 tahanan yang menurut militer Israel sudah tewas.