Kalian harus nonton ini.
"Indonesia sedang tidak baik-baik saja" di 크랩 KLAB dari KBS, media Korea.
Professor Youngkyung Ko dari Yonsei bilang:
1) IHSG ambruk, terburuk di Asia
2) Rupiah melemah, tapi efek ekonomi dalam negerinya sangat parah, dibanding negara lain yang mata uangnya lemah juga
3) Danantara, tidak ada transparansi, peluang cuci uang lewat patriot bond,
4) MBG makan anggaran sangat besar, pemborosan. Dengan pengelolaan ngawur. Keracunan di mana-mana
5) Korupsi yang dilakukan BGN dalam tata kelola MBG, dari konflik kepentingan dan pengadaan.
Di twitter ada yang se-berani ini gak? Hahahaha..
Kaget banget barusan buka threads lgsg liat ginian. Dan ini harus di-abadikan wkwkwkwk..
Soalnya itu firts thread nya dia 🤣
Dua profesor Harvard nulis buku How Democracies Die , kasih 4 tanda peringatan pemimpin otoriter:
a. Menolak aturan main demokrasi
b. Pengkritik dicap pengkhianat / antek asing
c. Menoleransi kekerasan terhadap lawan
d. Membungkam kebebasan sipil
Yang bikin merinding?
Buku ini terbit 2018.
Tidak ada satu pun nama Indonesia di dalamnya.
Tapi entah kenapa checklist-nya terasa sangat... familiar.
Demokrasi tidak mati karena tank di jalan.
Ia mati perlahan , sambil semua terlihat berjalan "sesuai prosedur".
Kita lengah, kita yang rugi.
Sumber:
Police Corruption Perceptions Indeks.
Peringkat 1 Asia Tenggara
Peringkat 18 dunia.
Padahal rilis terbaru litbang kompas,kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian mencapai 82,4%.
semua tuduhan terhadap Nadiem Makarim tidak terbukti.
- tidak terbukti melakukan suap, gratifikasi, dll
- tidak terbukti melakukan intervensi
- tidak terbukti ada aliran dana
- tidak terbukti ada saham di perusahaan laptop
- tidak terbukti ada konflik kepentingan
- tidak ada peristiwa Akab B TO B terhadap PT. Akab & Gojek
- tidak terbukti ada pengadaan
STRESS GILAKk!! sakit hati bangetttt pak nadiem dikriminalisasi 😭😭😭 bisa-bisanya divonis 10 tahun dan denda hampir 1T (yang mana ga sesuai dengan omongan hakim bahwa tidak ada dana mengalir ke Nadiem, tapi tetep kena denda??? WTH)
Jerome Polin kembali berikan pendapat dan merasa capek tiap hari liat berita buruk, melalui akun sosmed nya ia bilang:
"Jujur at this point aku bingung, kita sebagai rakyat tuh bisa apa sih? speak up di sosmed udah, ga didenger. Dilawan pake buzzer lagi. Demo udah, ga ada perubahan. Dilawan pake demo bayaran. Ada cara apalagi?? Segakbisa ngapa-ngapain itu kah?
Asli bingung dan bertanya2, apa masih ada harapan?
Yang berkontribusi malah dikriminalisasi. Terus harus apa? Bisa apa?
Rakyat susah cari kerja, kualifikasi harus S1 minimal. Eh ada yang ga lulus S1 jadi komisaris, segampang itu?"
"ke 4 hakim yg memvonis saya 10 tahun penjara, tidak ada satupun yg berani melihat langsung ke mata saya"
"saya tau isi hati mereka, mereka tau saya tidak bersalah"
"hanya hakim Andi yg berani mengungkapkan kebenaran dan menyebut saya harus bebas tanpa syarat"