LUHUT: perencanaan program MBG kurang matang, ini kesalahan KITA SEMUA
Gunakan kata “KAMI” bukan “KITA”
Ini salah kalian, Prabowo Gibran dan pemerintahan, bukan salah rakyat, jadi gunakan kata “kami”
Nyesek lihatnya, nggak ada jembatan, siswa siswa tetep berenang arungi sungai
Ini yang di maksud Fatimah BEM UI, sebelum mengadakan MBG, perhatikan hal hal dasar pendidikan kayak gini
Tiyo Ardianto, eks Ketua BEM UGM, kritik MBG, lalu terima ancaman penculikan, dikuntit orang tak dikenal, keluarganya diancam.
Sekarang dilaporkan ke polisi atas tuduhan hina presiden.
Yang melaporkan: Firdaus Oiwobo (gelarnya ga usah ditulis, pusing)
Orang yang sama yang:
a.naik ke atas meja di persidangan PN Jakarta Utara
b. dibekukan status advokatnya oleh Mahkamah Agung
c. dipecat dari Kongres Advokat Indonesia
Dengan lambang organisasi menampilkan granat, pisau, dan senapan.
Nama organisasinya: PEMBASMI.
Mahasiswa yang kritik kebijakan publik, dilaporkan hina presiden , oleh pengacara yang pernah dibekukan MA karena naik ke meja hakim.
Siapa sebetulnya yang perlu ditertibkan di sini?
Teman-teman, saya ingin menjelaskan menstruasi kepada para laki-laki.
Sebagian laki-laki mengira menstruasi hanyalah beberapa hari rasa tidak nyaman, sedikit perubahan mood, lalu selesai.
Padahal, jarang sekali yang benar-benar menghitungnya.
Seorang perempuan berada dalam masa subur itu kurang lebih selama 40 tahun.
Menstruasi datang sekitar setiap 28 hari.
Artinya, dalam hidupnya, seorang perempuan mengalami sekitar 521 kali menstruasi.
Setiap menstruasi berlangsung kurang lebih 5 hari.
Jika dijumlahkan, itu sekitar 2.607 hari.
Hampir 7 tahun hidupnya dilalui dalam keadaan berdarah.
Dan bukan kiasan, dia benar-benar berdarah.
Rata-rata darah yang dikeluarkan sekitar 80 mililiter.
Jika dijumlahkan sepanjang hidup, jumlah darah terbuang mencapai sekitar 42 liter.
Rata-rata tubuh kita berisi sekitar 5 liter darah.
Empat puluh dua dibagi lima.
Artinya, sepanjang hidupnya, seorang perempuan mengeluarkan darah setara lebih dari 8x seluruh darah dalam tubuhnya sendiri,
Delapan volume darah tubuh keluar dari satu perempuan.
Dan ada bagian yang lebih jarang dibicarakan.
Ia memulai semua ini sejak usia 11 tahun.
Sebelas tahun.
Usia ketika sebagian besar dari kita masih belajar memahami tubuh sendiri.
Ia menyembunyikan pembalut di balik lengan saat berjalan ke toilet.
Berdoa agar darahnya tidak tembus ke rok.
Mencari alasan kepada guru olahraga.
Berbisik kepada teman-temannya.
Malu luar biasa jika ada anak laki-laki yang tahu trus menertawakan.
Lalu kebiasaan itu terbawa bertahun-tahun.
Menyembunyikan.
Menutupi.
Berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Di sekolah.
Di tempat kerja.
Saat bepergian.
Di ruang rapat.
Di tengah kesibukan.
Di setiap ruangan yang ia masuki.
Ia bisa sedang nyeri, lelah, tidak nyaman, bahkan cemas darahnya tembus. Namun tetap tersenyum.
Tetap bekerja.
Tetap terlihat baik-baik saja.
Tujuh tahun perdarahan.
Empat puluh tahun belajar menyembunyikannya.
Lalu sebagian laki-laki masih menyebutnya, “Ah, cuma moody sebulan sekali.”
Bahkan bikin kepanjangan baru dari PMS, "Prepare to Meet Satan."
Teman-teman,
tugas kita bukan memperbaiki semuanya.
memang tidak akan bisa.
Tugas kita adalah menjadi lebih dewasa dalam memahaminya.
Belikan pembalut tanpa merasa aneh.
Tanyakan apa yang ia butuhkan tanpa menghakimi.
Jangan memasang wajah jijik.
Jangan menjadikan menstruasi sebagai bahan candaan murahan.
Jangan bertanya, “Lagi datang bulan ya?” dengan nada yang ngenyek merendahkan.
Jangan membuat perempuan merasa tubuhnya adalah sesuatu yang harus disembunyikan.
Ia sudah belajar menyembunyikannya sejak usia belasan tahun.
Maka jadilah orang yang membuatnya merasa aman.
Yang membuatnya merasa nyaman
Yang membuatnya tidak perlu lagi bersembunyi.
sebenernya mau siapapun yg menjabat, mau si ganjar kek mau si prabowo kek mau si anis kek, klo rupiah melemah, negara kacau jg bakal gw hujat si tanpa pengecualian. they’re all politician, its their job. jgnkan politikus, temen kelompok gua yg kaga ngerjain tugasnya jg gua hujat
Sejujurnya, aku pengen nangis banget. Brengsek banget kita sampe harus seberdarah darah begini karena pemerintahnya sama sekali gaberpihak pada rakyat, gaada oposisi, aparatnya kaparat. Beneran stress.
MACET GAK USAH NYALAHIN PENDEMO. SALAHIN YANG BIKIN KEBIJAKAN SAMPE PENDEMO HARUS TURUN KE JALAN.
Lagian yang bikin macet juga si kacang ijo kacang coklat. Mahasiswa yang turun aja gak nyampe 2.000 orang, si kacang 6.088, kek mau perang aja. 😭✌🏻
Mahasiswa yang turun cuma 1500 tapi aparat yang diturunin 6000. Ini mahasiswa cuma modal bendera. Aparat modal gas air mata, riot shield, senjata lengkap. Udah kayak mau perang. Pengecut. ACAB!
guys lu pada tau kan hari ini
prabowo, bahlil dan teddy ada pidato
tapi tak satu pun dari mereka
menyinggung tentang kenaikan pertamax
kenapa dan bagaiamana nya lohh
Masih inget ga, dulu SBY mau naikin harga bensin 400 perak aja sampai pidato live di TV, minta maaf berkali-kali dengan wajah yang beneran sedih.
bahkan ada pengumuman seminggu
sebelum dinaikkan
Beliau punya banyak kekurangan tapi momen itu susah dilupain.
Pas Tsunami Aceh, beliau stay di lokasi bencana dan turun langsung. Bukan sekadar konferensi pers dari Jakarta.
Itu bukan hal yang luar biasa sebetulnya itu memang standar minimum seorang pemimpin. Tapi terasa luar biasa karena sekarang jadi langka.
Karena yang rakyat butuhkan dari seorang pemimpin di saat krisis sebenarnya sederhana:
Diakui. Ditemani. Dan kalau terpaksa ada kebijakan yang menyakitkan minimal dikasih penjelasan yang jujur, bukan denial.
Ternyata bener ya bangun 40 kota setara Jakarta, internet gratis, 1 keluarga minimal 1 sarjana ini program murah pas ngeliat anggaran program MBG sekarang ini wkwk.
Pak Prabowo mending km bikin program kayak negaraku, setiap IC (KTP) dpt uang sekitar RM100 untuk beli bahan pokok dan setiap anak yang masih sekolah berhak mendapatkan uang untuk membeli buku setiap bulan nya, jauh lebih berguna daripada mbg mbg an 🤷🏻♀️