mksd gue… kenapa sih lu semua seambi itu utk ngancurin rakyat dan negara ini… kayak… harta lu jg udh triliunan… triliunan tuh ribuan miliar… miliar tuh ribuan juta… ga akan abis jg… kita sbg rakyat could never compete dgn garjimut ini…
Saat berpamitan dari grup kantor beberapa minggu lalu, ada 2 orang yang mengontak secara personal, sekadar bertanya kabar dan berpamitan dengan "benar", tak lupa berjanji untuk saling kontak. Keduanya desainer senior, beda tim pula.
Rekan satu tim? Tak ada. Enam orang lainnya sesama desainer baru? Tak ada.
Padahal saya kira kami berteman, setidaknya di kantor. Terus terang saya kecewa dan sedih.
Dari situ saya sadar bahwa arti diri kita di hidup orang lain bisa saja berbeda, bisa saja tak berarti apa-apa.
Namun, di mana pun, saya akan tetap jadi orang yang menyapa rekan kerja duluan. Menjadi orang yang mengajak bergabung apabila ada yang makan siang sendirian. Menjadi orang yang mem-backup apabila diperlukan.
Saya akan tetap jadi orang yang kenal dan akrab dengan seluruh penjual makanan di sekeliling kompleks tempat saya bekerja.
Dunia sudah terlalu kejam pada kita semua, terutama pada kelas pekerja. Saya hanya ingin menjadi sedikit nyala agar hari-hari yang melelahkan tidak begitu terasa.