@bizurailee Sean dan Aida selalu berhasil menarik perhatianku. Sulit memahami mengapa mereka selalu mendapatkan hujatan hanya karena dianggap punya 'pemikiran dan perbuatan yang melenceng'. Padahal, mereka adalah karakter tragis yang tumbuh sebagai korban dari orang tua yang rusak.
Sejujurnya buatku pribadi, yg paling memperkaya wawasan itu ngobrol dgn banyak org.
Melampaui baca buku. Karena baca buku itu msh kayak ngobrol sama satu orang.
Dengan ngobrol kita bisa denger sesuatu yg sebelumnya ga pernah kepikiran samsek.
Human's mind is limitless indeed.
600+ chapter belum ada kejelasan sama sekali terkait "dua badan" kenapa banyak sekali character baru dan alur yang melenceng. ptj tolong ini arahnya kemana ya? jujur, saya sebagai reader sudah kehilangan arah