ππ’π¬π°π― ππ’πππ / Tidak terlalu awal, bukan pula terlampau akhir. Pertemuan kita telah ditulis pada detik paling indah dari takdir.
@kleinefae Bahu bersandar pada sisi pintu. Dagu sedikit miring menakar wajah manis di depannya.
γ "Mau kemana lagi? Jangan bilang kau mau seret aku muter-muter komplek." γ
@kleinefae Tatapan Carmen turun ke jemari Kyriesera. Cengir itu, tawa riang itu β repot tapi tetap dibiarkan. Jemarinya bergerak, mengetuk kusen pelan..
γ "Kau lihat sendiri, aku berdiri. Jalan juga bisa." γ
Suara datarnya menahan geli tipis yang tidak sempat keluar.
γ "Pintu ini bisa jebol kalau kau paksa terus, Sera." γ
Sepasang mata turun menakar tatap Kyriesera, mendapati rona cerah di wajahnya yang tak punya beban.
γ "Masuk, @kleinefae. Kalau mau teriak, di dalam saja. Jangan bikin tetangga laporan lagi." γ
Suara pintu kayu dihantam lagi. Dia tidak mempercepat langkahnya.
Klek. Kenop diputar. Pintu dibuka hanya selebar bahu. Sosok Kyriesera berdiri di ambang, tampang sok tak berdosa.
Jemari Carmen terangkat, menepuk sisi kusen pelan. Bergema menggantikan ketukan ribut si nona.
@kyokuhoshi γ "Disini." γ
Dia berlutut, mendekat ketika namanya dipanggil. Matanya memandang si rubah dengan seksama bagai sosok didepannya dapat dengan mudah menghilang dari pandangnya.
γ "Lemah. Lain kali akan kubawa sendiri saja." γ
γ "Rubah." γ
Datar wajah menghianati sarat mata khawatir. Dia menjenguk segera, upacara yang sudah selesai lancar ditinggal tanpa menunggu. Langkahnya berhenti ketika dia sampai di depan @kyokuhoshi yang terbaring.
γ "Masih sakit?" γ
@Forfalde Sang rubah membuka pasang netranya, samar-samar menerka presensi yang hadir 'tuk menjenguknya. Sosok berkabut hitam, mata semerah darah, wajah datar bagai syetund, dan aura dingin yang menembus kalbuββwalah, pengusir syaiton mana pengusir syaiton??
"Kageββro?"
@kyokuhoshi Dia beranjak naik ke atas kereta setelah memastikan tidak ada ekor yang tertinggal. Tatapan bingung dari si rubah jelita dibalas dengan salah satu alisnya yang dinaikkan seolah tidak ada yang salah. Dia menempati posisi duduk tengah kereta.
γ "Kenapa? Duduk." γ
@vautourie Mau sejauh mana si naga mengetes ambang kesabarannya? Dia bukanlah anjing setia yang tidak menggigit tangan yang memberinya makan. Kuasa mengangkat tirai kereta ke atas, dia mengulurkan tangannya ke arah @kyokuhoshi.
γ "Perhatikan langkahmu. Sini kubantu." γ
@kyokuhoshi Sorot matanya masih tertempel pada kehadiran @vautourie. Gigi menggertak halus. Dia berdiri dan berbalik ke arah pintu keluar, dimana ketiganya disambut oleh kehadiran Oboroguruma.
γ "Kau menumpang juga, naga?" γ
γ "Ada cukup ruangan. Kalian tidak usah tidur bersama." γ
Gelas diangkat, dia membawa permukaan cangkir ke arah bibirnya dan menegak likuid kecoklatan itu hingga tidak bersisa.
γ "Bisa kita pergi sekarang?" γ(2/3)
"kamu butuh pengangguran 'kan, kagero? nanti aku ikut menginap ya."
shigure dengan santai mengalungkan tangannya pada leher sei dari belakang.
"aku bisa sekamar dengan sei kalau kamar di rumahmu kurang."
mesra kan? iri kan? walau iri jangan ditabok ya @Forfalde.