Sang nona memiringkan kepala sejenak, jua melipat tangan didepan dada seraya berpikir.
"Engga apa-apa kalau nda bisa ikut, nanti aku pergi sendiri, @Forfalde! Biasanya kan Ludi ada acara mabar sama temannya!"
"Ludi! Ludo! Ludi! Ludo! Ludi! Ludo!" Lantunan pekik sang nona diiring dengan suara ketukan pintu... yang bersangkutan tidak berhalusinasi, kokโโsang nona memang sedang melakukan kekerasan terhadap pintu rumah @Forfalde secara sadar.
Bila ditanya alasan... biasa, gabut.
...โnamun paras cerahnya kembali tampil sedetik kemudian, kala ia melangkah maju sedikit 'tuk mengikis jarak.
"Main ke pasar malam yuk! Eh, atau Ludi udah ada acara malam mingguan?"
@Forfalde "Hehe! Maaf~ maaf~" Tawa riang terulas dari pasang ranum sang nona, cengir manis pun terpantri pada wajah tanpa adanya rona bersalah. Sang nona memandang ke arah lawan bicara 'tuk sejenak, sama sekali tidak mengambil langkah 'tuk masuk ke dalam.
"Ludi! Bisa jalan ngga?"
@innouvcent Cengir ria 'tak kunjung kandas dari paras, lebih lagi terukir kala jarak antara kedua puan dan gerobak terkikis oleh langkah. Sang nona memandang sejenak menu yang tertempel, boleh kali borong (salah).
"Paket lengkap, susu coklat kacang keju~! Eh, kamu alergi kacang ngga beb?"
@innouvcent Jarak pandang sang nona lekas ditajamkan ke arah tatap lawan bicara, pun secara instan berbinar terang ketika menemukan sumber dari bau yang amat mengenakkan.
"Beb, gas?" Cengir terpantri pada parasnya kala ia mengalih pandang ke arah lawan bicara, jelas pula intensinya.
@SKUY2DFESS "Beb, kok kayak ada bau-bau martabak ya di deket siniโโapa jangan-jangan kita ditempelin?"
Yah... ada baiknya bagi sang nona 'tuk mengurangi konsumsi film horrorโโsebab sejatinya bau martabak itu tanda ada tukang martabak, bukan tanda ditempelin makhluk halus.
tabik !2dfess aku baru saja kembali dari istirahat panjang. sila jatuhkan keyword dan skala kedekatan! boleh juga hijaukan supaya bisa bersua di lain waktu!