BANYUWANGI SEDANG DARURAT!
Alam sedang marah!
Kondisi pendakian Kawah Ijen hari ini dan pendakian Ijen akan di tutup untuk sementara karena adanya kebakaran memasuki jalur pendakian 🤯😭
#PrayforBanyuwangi#ALLEYESONINDONESIA
X ,Do your magic !!
Mohon bantu utk repost/share ya.
Telah hilang seorang anak perempuan bernama Rachel Chantika Mumtaz usia 7 thn.
Ciri - ciri :
Seperti di dalam foto.
Kulit putih bersih.
Rambut lurus panjang.
Terakhir memakai baju pramuka,hilang di sekitar Buaran, Jakarta Timur.
Bagi yg melihat/menemukan mohon menghubungi no 0813 3338 7467 (Ayahnya)
Semoga segera ditemukan.Terimakasih
tlong ya tementemen sbisa mungkin kalo misal order makanan/anything minta dianterin ke tmpat dipantau aplikasinya berkala, klo drivernya udh deket siap2lah buat ambil. atau kabarin aja kalo memang gabisa ambil biar drivernya bisa taruh mkanannya, jangan dibuat nunggu lama.
Teman-teman mohon bantuannya bersuara agar kasus uang jemaat sebesar 28 miliar yang raib di tipu oknum BNI bisa selesai.
Kasus ini sudah berlangsung lama namun tak ada itikad baik,.
@DivHumas_Polri@KejaksaanRI@prabowo
No viral no justice kata @mohmahfudmd
Bantu RT 🙏
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Kasus KDRT terjadi di kota Pematang Siantar, Sumut. Seorang istri berinisial YA (27) dianiaya suami yg berinisial A (37) hingga mengalami luka serius & harus mendptkan 127 jahitan pada tgl 26 Maret 😰
Korban berharap pelaku segera ditangkap.
26 Maret - 03 April blm ditangkep?
A (14) naik motor di ruas jalan RSUD
Maren. tbtb seorang Brimob
lompat & mukul pakai helm hingga
terjatuh. A pendarahan dari mulut &
hidung krn benturan belakang kepala
kakak korban bilang mereka narik A layaknya binatang, ga digendong tapi ditarik dari belakang ke dalam mobil dgn posisi menyamping
saksi mengatakan ada upaya dari anggota untuk menyatakan bahwa korban melakukan balap liar
Rakyat bela rakyat, viralkan.
Menjual sayur di depan rumah sendiri, warga didatangi polisi.
#KapanPolisiBelaRakyat
Cari kerja susah. Ciptakan lapangan kerja sendiri dengan jualan sayur di depan rumah dilarang.
Polisi nyusahin
#KapanPolisiBelaRakyat
URGENT HELP NEEDED PLEASE SHARE
Please, we are asking for your kind hearts. 🙏
Crislen is battling Hemangioma and her grandmother is going through a very difficult time. They are unable to pay their rent and utilities for months and are being asked to leave if they cannot settle their balance.
She also needs help for her medications and daily food.
Any donation or even just sharing this post can help save their home and support her treatment. Thank you so much. 💛
Mbah Sukiman, lansia sebatang kara Hanya Mampu Makan Nasi Pakai Kecap.
Mbah Sukiman Diupah Setahun Sekali Demi bisa makan nasi pakai kecap, Mbah 81 tahun ini jadi pengurus ternak tetangganya. Setiap hari ia harus mencari rumput,membersihkan kotoran sapi, dan juga memberi makan sapi setiap sore dan pagi. Dengan kondisi tubuh yang sudah bungkuk, mbah harus kuat membawa tumpukan rumput yang ia ambil dari kebun. Bahkan seringkali mbah terjatuh karena tersandung dan tidak kuat menahan beban yang ia bawa. Meski punggung, pinggang, dan kakinya terasa nyeri, mbah tidak bisa berhenti jika ingin perut kosongnya bisa terisi makanan. Mbah Sukiman jarang sekali memegang uang. Sebagai pengurus ternak, beliau baru dibayar jika ada sapi yang terjual. Biasanya mbah dibayar setahun sekali. Dalam setahun paling uang yang beliau dapat hanya satu juta rupiah, itu berarti jatah makan mbah perharinya tak lebih dari Rp3.000/hari.