@oditams@defonotisa ih kalo itu namanya backhanded kak :”)
muji mah muji aja sesimple “IH MANIS BGT DAH” atau “sumpah km cantik bgt” dan itu valid. kalo ada embel2 kyk contoh kaka itu, itu baru backhanded
kalo si sender diatas kan dia trust issue mengira manis itu = gak cantik. padahal mah gagituu
@cacaLOMA11@tanyakanrl ya maksudnya yg capek kan dia, tapi gaada hasil buat dia sendiri yg bisa dia rasain. investasi, nabung, atau self reward hasil kerja keras atau apakek. gitu aja gangerti dah?
itu sender idup cuman jadi sapi perah namanya.
keanu said “Mau sebanyak apapun temen lo, kalo lo ga punya pasangan lo bakal selalu ngerasa sendiri. Tapi kalo lo punya pasangan, mau ga punya temen pun lo bakal ngerasa cukup.”
Bnr banget. Ada kepuasan tersendiri punya pasangan yang bisa menjadi ruang aman untuk bertanya tanpa takut dihakimi. Menghargai cara dia memperlakukan pikiran kita jauh lebih berkesan. Setiap kali dia mulai menjelaskan sesuatu dengan sabar, rasanya seperti jatuh cinta dengan versi baru terus-menerus. Daya tarik intelektual yang sesungguhnya. ✨
@liogtttscrp Terlalu puitis, Padahal mereka cuma butuh orang buat jadi pelampiasan saat mereka lagi merasa hampa dan pergi tanpa kabar/menghilang saat sudah merasa cukup. Kalau emang punya trauma dsb ke Psikolog/psikiater atau apapun itu bukan malah menjalin hubungan dengan org "NORMAL"
Fuck off. Imagine tolerating a person who constantly gives you anxiety, makes you feel lonely, and pushes you away all the time then tries to justify it with "Ooo, I'm so scared of your love. You'll hurt me yada yada..." bullshit.
Avoidants don't deserve love. They hurt!
and you guys want to normalize it dengan bilang
“mereka juga punya trauma”
bacot. semua orang punya trauma. tapi bukan berarti lo berhak bikin orang MAKIN TRAUMA KARNA LO! sembuhin diri sendiri dulu, bukannya malah bikin orang ikutan sakit.
KENTUT. if you know you’re an avoidant, you should NOT HAVE THE AUDACITY TO GET INTO RELATIONSHIP
relationship takes TWO PEOPLE, its not just your comfort zone. if your first instinct is to run whenever things get hard & uncomfortable, ure just gonna put ur partner through HELL
Guys.. no.. ☹️
Sebagai org yg pernah sampe bolak balik psikolog & psikiater minum obat gara2 seorang avoidant.. I now feel pity for them..
Mereka tuh sebenernya juga butuh dan mau mencintai.. but it scares them so much (bisa krn banyak faktor) and most of the time they already hates themselves.. it’s actually pretty sad..
Instead of blaming them (the avoidants) aku skrg lebih berusaha memahami kalo mereka cm berusaha melindungi diri mereka sendiri due to their traumas..
The best way to face avoidants is.. just let them be. Gaperlu coba untuk “memperbaiki” mereka dgn cara kasih cinta yg lebih banyak, it only scares them. Instead, set your own boundaries, self respect and expectations. Pahami bahwa bukan salah dan tanggung jawab kita bahwa mereka blm mampu buat meregulasi emosi dan komunikasi mereka scr baik. And find peace with the situation.
I hope both avoidants and their “victims” are healed and can develop secure attachment. May we find love that is gentle and soft. Sending hugs for everyone 🫂
menurut gue part teranjing yang gak akan gue pernah lupa adalah…
di hubungan gue sebelumnya, gue & mantan kondisi lagi good terms, gak ada berantem atau apapun. pas gue lagi vacation tiba2 gue dighosting 2 HARI. gue gatau salah apa. gue dibiarkan bertanya2 sendirian kayak orgil
@orbitually Nah fuck Avoidants. They’re emotional cowards who refuse to take responsibility for habits they’ve picked up along the way and make other people pay the tab for it. They don’t need pity, they need a reality check