ada DM dari salah satu temen disabilitas tak tampak. fasilitas yang aksesibel itu menguntungkan semua pihak.
iya oke mungkin ada yang mikir diksi gue kurang pas. tapi fokus ke apa yang gue bawa. “tapi yang lain ga paham maksudmu” yaudah berarti ini buat yang mau berusaha paham
Udah ketemu sm mandor, kuproy, dan yg punya rumah ya temen temen.
> ybs minta maaf tp masih make excuse “cm bercanda.”
> kmrn adek sempet lapor ke satpam (ada 2 orang) trs sm satpam satunya malah dibilang “ah cm digituin. Buat seru seruan aja itu.”
Jurnalis TVRI yang hilang katanya tenggelam taunya dibunuh rekan²nya. Ya Allah 😭
Tolong diviralkan lg. Fyi ini kejadian di Papua Barat. Korbannya Presenter TVRI Papua Barat. Kronologi korban lg wisata ke air terjun dg dua temannya, kemudian dinyatakan hilang terbawa arus. Hari ke 9 jasad bru ditemukan di antara celah batu. Dari hasil autopsi katanya ditemukan ada tindak pidana (penganiayaan), tapi sampai skrg hasil autopsi yg detailnya blm dipublikasikan. Dr situ status kasus ini naik dari penyelidikan ke penyidikan. Berita terakhir 2 temannya ditetapkan sbg tersangka.
🔥🔥Breaking News…Alert…🔥🔥
Bantu kami kak…😭
“ tolong Bantu speak Up…
Kebakaran Hutan dan Lahan
📅 Sabtu, 03 Oktober 2026
📍Tembikar Kanan Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin wilayah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.Indonesia
"lagian disabilitas tuh jarang"
pernah mikir ga kalo jarangnya disabilitas itu ya karena aksesnya gaadaaaaa😭 mau naik transum ga aksesibel, mau jalan2 ruang publik/galeri/museum/bioskop dll gak aksesibel/harus dibantu, mau makan restonya gak aksesibel😭
beberapa orang bahkan sampe DM gue ngatain macem-macem HANYA karena gue pengen orang-orang lebih sadar soal isu disabilitas. perasaan gue ga nyolong, ga KDRT, ga nyulik aktivis (upsie). tapi begitu gue lawan omongan mereka, kok malah ga terima?
Untuk yg tinggal di Sukabumi
Cicurug atau lewat sana ,,lihat suami sya jualan tolong bantu larisi yah☺️ kue nya enak loh di jamin ketagihan
Jualan kue jadul kue pancong,,
Dekat pesantren Al amin
Nggak ada, ya. Itu bapaknya bahagia karena Beliau nggak tau berapa seharusnya jumlah yg layak. I know you’re cenblue yg cuma cari duit dari ragebait, tapi kalo udh melibatkan narasi begini aku gaenak hati utk diam. Gaada pekerja yg layak diupah di bawah upah minimum -_-
orang2 typical di negara ini bener2 kebiasaan nganggep orang dengan disabilitas itu sebagai bahan syukur doang, sebagai pity porn. yang gak bisa apa2, polos, dan lain sebagainya. jadi, pas ngelihat ada yang speak up dan keras dikit, langsung pada ngamuk.
Bingung kenapa hal baik yg didorong Kirana ini masih banyak yg kontra.
Kalau memang belum bisa berempati dengan kondisi teman2 disabilitas, coba googling “curb-cut effect” deh. Feature yg awalnya didesain untuk membantu disabilitas itu bermanfaat juga lho untuk kita.
Contoh: ramp kan sekarang yg memanfaatkan bukan hanya pengguna kursi roda, tapi juga untuk dorong stroller bayi, atau sekedar memudahkan bawa koper.
yang aku gapaham dari segala macam diskursus disabilitas, especially dari kasusnya kak kirana ini, tuh.... sebenarnya orang-orang abled bakal rugi apa sih kalau fasilitas untuk orang-orang dengan disabilitas tuh lebih mudah tersedia...? kenapa sampai marah sebegininya....
Orang2 tuh pada nggak nyadar apa ya, nikmat gerak tuh bisa sewaktu2 dicabut? Memperjuangkan aksesibilitas buat semua orang nggak ada ruginya kok, who knows one day u sendiri butuh :)
keresahan ke pemerintah soal akses air bersih & air minum yg layak ini valid loh. krisis air bersih, air kran yg hrs direbus dulu, bahkan beli galon, itu juga berkaitan sama kebijakan publik. akses air bersih aja blm merata, bahkan di bbrp daerah ada yg airnya blm layak konsumsi.
and now they (hopefully not) will sacrifice our electric and water TO ai slop data centers. this world is truly going to its end and not eternal after all
indonesian gov when the dollar goes increase and there's an abundant supply of coal (that supposed to be this country's electric usage but they ain't gaf about it anw):
Kemarin Prihantini, sekarang Rifaldy Fajar juga ternyata masih aktif ikut conference.
Bener bener ya, setelah huru hara kemarin, ga pernah ada klarifikasi resmi yang saya dengar dari tim mereka.
Yang bikin kecewa lagi, kok pemerintah juga gada tindakan jelas.
Bener bener kek gini bisa berpotensi mempermalukan Indonesia di dunia riset international. Gada kapok kapoknya apa ya?