Mumpung isu KS lagi panas, ada baiknya kita mengingat lagi kejahatan seksual terbesar di sejarah Indonesia.
Kejahatan itu ialah Pemerkosaan Massal Mei 1998.
Pada Mei 1998, AsiaWeek melaporkan suatu mobilisasi preman yang raksasa.
Gerombolan-gerombolan preman, bandit, rampok, dan penyamun dari hutan-hutan Lampung dan Timor Timur didatangkan dalam jumlah besar pakai pesawat kargo dan kereta ke Jakarta.
Secara terencana, gerombolan preman dalam jumlah sangat besar digerakkan di seluruh wilayah Jakarta untuk menciptakan bencana kemanusiaan masif dan meluas.
Hasilnya sangat ekstrem.
Selama tiga hari nonstop, terjadi perburuan manusia di Jakarta.
Gerombolan preman dalam jumlah besar menyerbu kampung yang didiami mayoritas suku Tionghoa, mengepung gang, memasuki rumah orang random, memukuli ibu-ibu random penghuninya dengan sadis sampai mati, menelanjanginya, memerkosanya, membakarnya, membakar rumahnya, mencuri sofa dan kulkas dan TV dan lemari bajunya. Seluruh keluarga si ibu-ibu juga mati dibantai.
Kemudian gerombolan preman itu pindah ke rumah sebelah. Lalu setiap rumah di situ. Lalu ke kampung sebelah.
Ribuan orang mati dibantai.
Di jalanan Jakarta, perempuan diperkosa bergilir oleh massa dan dipukuli dengan sadis sampai mati dan rusak dengan mengerikan.
Gerombolan pencuri, penyamun, pemerkosa, dan pembunuh dalam jumlah sangat besar merongrong dan meneror seluruh wilayah Jakarta selama tiga hari nonstop.
Tidak ada aparat. Tidak ada kabar tentang apakah besok pemerkosaan massalnya sudah selesai atau masih lanjut. Soeharto lagi entah di mana di luar negeri. Orang capek.
The Rape of Jakarta.
Inilah "KS" terbesar di sejarah Indonesia. Ketika Nanking diperkosa penjajah, Jakarta malah diperkosa bangsanya sendiri, secara harfiah.
Siapapun yang bertugas melindungi Jakarta saat itu jelas gagal total.
Ternyata, di Jakarta saat itu ada tiga pasukan aktif yang besar:
1. Kostrad
2. Kodam Jaya
3. Kopassus
Pertahanan Jakarta praktis menjadi tugas mereka yang sama sekali tidak boleh gagal.
Kalau Jakarta sampai jatuh ke tangan musuh, merekalah yang tanggung jawab, karena gagal dalam tugasnya.
Kalau bukan mereka, siapa lagi yang bisa melindungi Jakarta dari musuh?
Oleh karena itu, semua anggota ketiga pasukan ini sudah bersumpah prajurit untuk melindungi rakyat tanpa gagal, bahkan jika harus mati sekalipun.
Selama tanggal 13-15 Mei 1998, ketiga pasukan ini ngapain aja?
Apa yang saat itu mereka lakukan untuk melindungi rakyat?
Selama tiga hari, para tentara ini nggak cuma gabut nontonin ratusan perempuan diperkosa bergilir dan dipukuli sampai rusak dan mati oleh massa, kan?
Tentu, tentara hanya mengikuti perintah.
Apa yang komandan-komandan ketiga pasukan lakukan selama 13-15 Mei? Apakah mereka memerintahkan pasukannya untuk melindungi rakyat?
Siapa sih komandan-komandannya saat itu?
Oh, berarti muncul 3 nama:
1. Pangkostrad saat itu
2. Pangdam Jaya saat itu
3. Pangkopassus saat itu
Tiga manusia inilah yang bertugas melindungi Jakarta selama 13-15 Mei 1998. Merekalah yang pegang pasukan.
Siapakah nama-nama ketiga orang yang spesifik itu? Tentu saja tidak boleh gw sebut.
They-Who-Must-Not-Be-Named.
Ikan busuk dari kepala. Kalau Kostrad, Kodam Jaya, dan Kopassus entah mengapa bisa-bisanya kompak gagal bersamaan, tiga orang inilah yang harus minta maaf sebagai pemimpin.
Tiga orang inilah yang harus minta maaf karena kicep gagal mencegah pemerkosaan dan pembantaian di Jakarta oleh gerombolan preman, termasuk oleh gerombolan preman dari hutan Timor Timur.
@ajisetiawan19@fadhli_ismile @Ben3atha Aturan paus tdk boleh menikah (selibat) ditetapkan skitar abad ke 12. Namun sblm aturan itu diterapkan, ada bbrp paus yg saat mudanya sebelum ditahbiskan menjadi imam & paus, pernah menjalin hubungan dgn wanita dan mungkin mempunyai keturunan tapi arsip sejarahnya tdk pasti.
@Mdy_Asmara1701 Indonesia itu negara religious, agamis, si-paling-beradab, dan si-paling-surga. Jadi, guru-guru di sini digaji pake pahala. Lagian harta bukan cuma duit ah.
(And in case you didn't know, that was sarcasm.)
uda kesekian orang pinter yang gw temuin, bener2 siap relokasi ke negara tetangga.. keulang "prep your passports and visa" jujur agak sedih tiap dengernya. ya mau gimana liat tanah air kaya gini
Dua orang yang sangat berbeda. Tidak hanya soal suku, latar belakang budaya, dan agama. Tetapi juga soal karakter.
Hendra begitu kalem dan tenang. Ahsan sangat bersemangat bahkan meledak-ledak. Tetapi mereka disatukan oleh sikap saling menghargai, oleh respek.
Hendra yang lebih senior begitu tenang saat menghadapi masalah2 pelik dalam latihan dan pertandingan. Ahsan, orang yang mau belajar sangat keras, mau untuk mendengarkan saran-saran.
Mereka berdua berusaha keras menyesuaikan diri, memahami, menurunkan ego dengan perbedaan2 itu, demi tujuan besar menaklukkan dunia.
Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, terima kasih. Selamat menjalani masa pensiun yang tenang. Selamanya, Indonesia berutang budi kepada kalian.
Steph Curry on the 12-man rotation: “You have to have a commitment. No agenda, no egos. Well, healthy egos…If it’s not your night, can’t bring the team down with your energy. Haven’t seen any red flags of that.”
Full soundbite