Namun June hanya bisa terdiam. Matanya melihat pengantar yang dinilainya sudah tak bernyawa.
Tak ada rasa takut.
Sekali lagi, ia sudah ada di balik gerbang. Sudah di titik aman. Ia mengambil sebuah ranting lalu menyodok orang itu; mengecek apakah siuman.
@Fumataso June keluar sambil menengok ke sekitar; tak ada siapapun yang melihat gerak-geriknya untuk sementara ini.
Ia bergegas mengambil kotak P3K di ruangan sang ayah. Kembali ke kamar, ia meletakkan kotak itu sambil memanggil sang tamu.
"Fuma?" panggilnya ke @Fumataso. "Fuma?"
Sore itu, karena June bosan berdiam diri, ia mulai menyusuri kediaman keluarganya. Dengan ponsel di genggaman, langkah santai dimulai dari depan kamar lalu ke dapur, menyusuri koridor hingga sampai di depan pintu ruang kerja sang ayahโ
๐๐ฅ๐๐!
Suara apa itu?!
(@Fumataso)
Perlahan, June mulai mengupas pisang itu. Satu gigitan, dua gigitan.
Entah mengapa, buah ini mengingatkannya pada seseorang. Siapa, ya?
Entahlah. June memilih lanjut mengunyah pisang itu dengan kalem sambil jemarinya sibuk menggulir video-video pendek di ponsel.
[selesai.]
Beberapa menit bergulat dengan rasa siuman yang masih berusaha berkumpul ke permukaan, akhirnya netranya mendapati setengah sisir pisang susu.
June memetik satu buah, lalu ia melangkah ke meja tengah di dapur dan menarik sebuah kursi untuk duduk.