Simak ini..
Yg ngomong ini bukan rismon atau rasman. Tapi mantan wakapolri. Beliau pastinya yg paling tahu prosedur penangkapan dan perlakuan P21.
Makin jelas kalo parcok jadi alat kerja mulyono
Saudara-saudara sekalian, mari kita dudukkan perkara ini dengan jernih BBC Indonesia. Penahanan mantan Menpora Roy Suryo dan @DokterTifa oleh penyidik Polda Metro Jaya terkait pusaran kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo ini bukan sekadar babak baru hukum pidana BBC Indonesia. Ini adalah panggung teatrikal siber yang memperontonkan betapa elastisnya prosedur hukum jika menyentuh wilayah kekuasaan.
Tiga keanehan mendasar dalam eksekusi penahanan ini:
1. Kooperatif Tapi Digerebek Subuh
Hukum acara kita (KUHAP) mengenal "upaya paksa" jika tersangka mangkir atau tidak kooperatif. Faktanya: Kedua tersangka selama ini sangat kooperatif dan rutin melakukan wajib lapor. Keanehannya: Mengapa untuk administrasi Tahap II (pelimpahan ke Kejaksaan), polisi melancarkan operasi penangkapan subuh-subuh bak menangkap gembong teroris? Mengapa mekanisme pemanggilan secara patut sengaja ditinggalkan?
2. Siasat "Pasal Karet" agar Bisa Mengunci Badan
Ini pola usang yang terus berulang dan menggelitik akal sehat. Faktanya: Duduk perkara utama adalah pencemaran nama baik konvensional yang ancamannya di bawah 5 tahun—artinya secara hukum tidak boleh ditahan. Keanehannya: Agar bisa melegitimasi penahanan, diselipkanlah Pasal 35 Jo. Pasal 51 ayat (1) UU ITE tentang manipulasi dokumen elektronik dengan ancaman 12 tahun.
Konstruksi hukum sengaja "diperas" sedemikian rupa agar syarat objektif penahanan terpenuhi. Ini seperti menembak burung pipit menggunakan meriam.
3. Sidang Akhir Doktoral UI dari Balik Ruang Tahanan
Bagian dr. Tifa adalah yang paling surealis sekaligus ironis bagi dunia pendidikan kita. Faktanya: Saat ditangkap, dr. Tifa bersiap menuju kampus Universitas Indonesia (UI) untuk ujian akhir program doktoral kedokterannya BBC Indonesia. Keanehannya: Ia terpaksa mengikuti sidang S3 secara daring dari dalam ruangan Polda Metro Jaya BBC Indonesia. Di mana urgensi penangkapan mendadak itu sampai tidak bisa menunggu beberapa jam hingga ujian akademisnya selesai?
Ketika hukum pidana tidak lagi berjalan murni di atas rel etika, melainkan disetir oleh syahwat politik, maka prosedur hukum akan terasa dipaksakan dan penuh kepura-puraan.
Gabungan Pengusaha Makan MBG MENOLAK Surat Edaran dari Menteri Keuangan yang memutuskan untuk mengurangi anggaran program (proyek) MBG.
Belum dapat untung gede yang bisa membuat kaya raya rupa nya..
Itu anggaran dari uang rakyat bukan dr uang nenek lu !
.
Gara-gara membuat laporan akhirnya jadi Buah Simalakama bagi dirinya sendiri.
Kalo Datang 👉 nanti harus jawab apa.
Kalo gak datang 👉 Rakyat semakin yakin ijazah saya Asli TAPI buatan pasar Pramuka.
.
Siapa nur alam yg ngaku sahabat Jokowi ini?
Dia koruptor yg baru bebas.
Divonis 12 tahun penjara, kerugian negara 4,3 T, hak politik dicabut selama 5 thn.
Bulan mei kemarin kembali dilaporkan ke KPK dan sdng digarap KPK.
Paham kan knp gabung PSI?😊
Nur Alam Resmi Merapat ke PSI, Sebut Sudah Lapor ke Jokowi.
https://t.co/AThlL8qcZm
APBN DIDUGA UNTUK KEPENTINGAN HASHIM
TVRI bayar Rp1,3 triliun dari APBN untuk hak siar Piala Dunia 2026, tapi masyarakat yang mau streaming lancar justru disuruh bayar lagi lewat paket BOLA GEMBIRA di Maxstream dan Folaplay. Ironis sekali wak.
Streaming sering error, putus-putus, buffering parah kali wak, bahkan login aja kadang susah tapi tidak ada kompensasi yang jelas bagi pelanggan yang sudah bayar. Siaran gratis di TVRI memang ada wak, tapi kualitas dan akses digitalnya jauh dari harapan wak, kadang lagi di jalan,atau dikantor mau nonton pun susah.
Yang Lebih parahnya lagi wak, penunjukan mitra OTT ini dilakukan tanpa tender terbuka, langsung ditunjuk sebagai MITRA STRATEGIS, mitra strategis kepala hashim iya, bayangkan wak Transparansi kontrak juga minim kali wak,ntah berapa sebenarnya nilai sublisensi yang dibayarkan Maxstream dan Folaplay ke TVRI? Jangan² hanya Rp1 miliar atau malah jauh di bawah itu wak? Kita sebagai rakyay tidak pernah diberi angka pasti, kan bangek. Uang pajak kita gak jelas dibuatnya.
Bayangkan wak TVRI bukan hanya menyiarkan, tapi juga aktif mempromosikan Folaplay yang kemudian bundling dengan IRA proyek yang berada di ekosistem Hashim. Uang negara dipakai untuk hak siar, lalu digunakan untk promosi folaplay dan keuntungannya mengalir ke platform swasta yang terkait kelompok tertentu itu wak.
Kalau ini dilakukan SCTV atau stasiun swasta lain, tidak masalah awak, sebagai pecinta bola sudah biasa bayar untuk nonton. Tapi ini pakai uang APBN, uang rakyat. Ketika gagal tayang lancar, tidak ada pertanggungjawaban yang tegas, kompensasi pun tak de, kan bangke.
Ini bukan Bola Gembira wak. Ini lebih cocok seperti Bola KKN, Kolusi, Korupsi, Nepotisme yang baunya sangat kuat kali akh, Tapi tak ada yang berani menyentuh karna terkait dengan PM.
Andai Uang Rp1,3 triliun itu, kalau digunakan untuk membangun jembatan, jalan, atau infrastruktur dasar di daerah, dampaknya jauh lebih nyata dan bermanfaat bagi rakyat. Bukan sekadar hiburan yang teknologinya saja masih error dan bobrok.
Ingat wak tvri itu milik negara Folaplay dan iran punya swasta, jangan sampai uang negara di pakai untuk memperkaya segelintir orang, jika kita diam wak, maka pola² yang sama akan terus di lakukan oleh penguasa serakah ini.
SEKARANG SAATNYA TVRI MEMBUKA SEMUA DATA MEREKA.JIKA TIDAK BERANI BERARTI BENAR TVRI TELAH ALAT UNTUK MEMPERKAYA HASHIM.
Orang yg menukangi ijazah UGM Jokowi di pasar pramuka mau bersaksi jika pemerintah (presiden Prabowo) memberi jaminan keselamatan kepada dirinya dan keluarganya.
Gimana menurut anda pak @prabowo?
Dah dibilangin kalo cari aktor mahasewa itu yg benar2 bisa akting, ngak spt ini. Jadinya kan orang2 pada tahu.
Sutradaranya siapa sih? Koq ceroboh amat!!
Kata Heinrich Heine, "membakar buku sama seperti membakar manusia". Memberangus buku, memberangus manusia. Kalau pemolisian itu begini konsepnya, buku-buku di rumah saya bakal banyak disita. Ada banyak koleksi "buku kiri" seperti komunisme, anarkisme, bahkan buku-buku ateisme.