Akhirnya ketemu juga. Dari kemarin gw mikir, kok banyak kabar baik beruntun ya.
IHSG naik.
Rupiah menguat.
Terus otak overthinking gw langsung nanya oke, terus yang dikorbanin apaan?
Eh gak lama muncul berita BI Rate naik dan Pertamax ikut naik.
Di dalam ekonomi itu emang tidak ada yang gratis
yang ngomong mahasiswa diem doang, mahasiswa ga seberani dulu. SABAR KOCAK. lu kira demo bisa di rundingin dalam 1 hari, butuh koordinasi bem dari semua univ di indo. harus nentuin dulu tgl yg tepat, bikin pengumuman resmi dll.
dan jangan ngandelin mahasiswa doang, kalo mau demo besar besar, kalo pengen makzulin wowok. semua lapisan masyarakat harus turun ke jalan. gabisa cuman ngandelin dari 1 golongan doang
LAH EMG KENAPA PERTAMAX NAIK 32% KAN MASIH ADA PERTALITE Rp10.000/liter?
Eitss bentar2..
Pertalite itu RON 90. mesin motor modern/mobil keluaran 5 tahun terakhir mayoritas butuh minimal RON 92, artinya kalau maksa pakai Pertalite? mesin cepet rusak. Kalau naik ke Pertamax? keluar Rp16.250/liter, skrg udh naik 32%.
Intinya kalian udah ga punya pilihan. mau ga mau bayar mahal, mau ga mau nanggung. Rakyat tuh posisinya selalu di ujung rantai makanan alias YG KENA IMPACTNYA KITA SEMUA.
Ojol yang biasanya ngisi Pertamax → biaya operasional bengkak → tarif naik → kalian yang bayar lebih mahal buat pesan makan & ojek.
Truk logistik isi Pertamax → ongkos kirim naik → biaya distribusi naik → harga barang naik
Jadi yang naik bukan cuma biaya bensin. Mie instan, beras, telur, paket online, dll semua lini terdampak, ujung2nya impactnya RAKYAT yang nanggung.
Polanya gini:
Pertamax naik
Pengguna pertamax pindah ke pertalite
Antrian pertalite ramai dan jadi langka
Yang tersedia hanya pertamax
Orang-orang terpaksa pakai pertamax
Harga-harga akhirnya melambung semua
Pejabat tidak peduli karena mereka isi bensin bukan pakai duit mereka. Dan kalau pertalite yang dibuat melambung, tragedi 98 akan langsung berulang.
Bacot doang dollar ga ngaruh.
Romantisasi lagu MBG dan percaya Bahlil bisa kerja yang bener. Tai semua.
Gue heran deh kok masih aja ada orang yang bilang “Pertamax naik ga masalah, kan yang pake juga orang2 mampu”
Entah mereka buzzer atau emang tolol alami.
Yang jadi masalah itu EFEK DOMINO-nya, bukan cuma perkara harga naik 3ribu.
Ini efek domino yang akan terjadi dari kenaikan per hari ini:
1. Migrasi massal ke BBM lebih murah. Harga Pertamax naik → orang yang biasa pakai yang “premium” (kelas menengah atas) langsung switch ke Pertalite yang lebih murah. Hasilnya: permintaan Pertalite meledak. Padahal Pertalite kan kuotanya terbatas (subsidi), jadi stok di SPBU cepet habis.
2. Pertalite langka + antrean panjang. Antre Pertalite di SPBU jadi tambah rame. Yang gak mau antri berjam-jam atau gak kebagian akhirnya terpaksa isi Pertamax (yang lebih mahal).
3. Biaya logistik & transportasi naik Truk, angkot, ojek online, pengiriman barang semua naik ongkosnya (meski mereka pakai solar/ Pertalite, tapi efek rantai supply-nya ikut naik karena driver dan perusahaan logistik juga kena imbas). Akhirnya harga barang di pasar naik semua.
4. Inflasi & harga sembako naik Efek dari nomor 3: dari meja makan sampai warung kecil. Harga beras, sayur, mie instan, bahkan jasa ojek naik. UMKM yang paling kena getahnya. Modal produksi naik, daya beli masyarakat turun, penjualan melambat.
5. Black market & penyelundupan Pertalite yang langka sering muncul di pedagang eceran dengan harga lebih mahal (kadang sama mahalnya Pertamax). Subsidi yang seharusnya buat rakyat kecil malah bocor.
6. Beban subsidi pemerintah membengkak. Demand Pertalite naik drastis → pemerintah/Pertamina harus nambah pasokan subsidi. Kalau gak diatur, APBN makin tekor, bisa-bisa akhirnya Pertalite juga naik atau dibatasi lebih ketat (misalnya pakai MyPertamina, plat nomor ganjil-genap, dll).
7. Efek jangka panjang ke ekonomi & masyarakat
- Driver ojol & angkot kurangi shift → pendapatan turun.
- Petani & nelayan (yang pakai solar/Pertalite) ongkos produksi naik → harga pangan naik lagi.
- Inflasi umum naik → Bank Indonesia mungkin naikin suku bunga → pinjaman mahal → investasi melambat.
Intinya, yang tadinya “cuma naik buat orang berduit” malah bikin semua orang kena getahnya lewat rantai yang panjang.
kayaknya gue paham kenapa RUU polri disah kan duluan daripada penyampaian harga pertamax naik, karena pemerintah tau kalo dollar naik masyarakat masih bisa diem. tapi kalo nyampe bensin yg naik, seluruh warga indo ga mungkin diam. demo besar besaran? bisa jadi iya
tujuan RUU di sah kan untuk perluasan wewenang salah satunya di lingkup siber. perluasan wewenang tanpa kontrol ketat sangat membahayakan demokrasi. ujung ujungnya apa, bisa aja kalo besok lu koar koar di medsos menyampaikan aspirasi dan aksi, besoknya ada yg ngechat karna lu di anggap menyebarkan kebencian. RIP KEADILAN
Ini yg dikemukakan ama beberapa ahli ekonomi tempo hari.
Kenaikan barang itu terjadinya perlahan, mulai dari bahan mentah, setengah jadi, baru bahan jadi.
Kenaikan bensin itu baru langkah awal, yg akan memberikan efek domino ke naiknya harga2 yg lain.
Yg tercekik itu yg finansialnya dan gajinya terbatas.
@tirta_cipeng DODOLANKU PARTS KOMPUTER, NGANGGO DOLLAR KABEH REGONE, JEMBUT NEGORO KI WATON MUNI, MUGO NGISING LINGGIS PEJABAT PEJABAT RA NDUWE UTEK 🫵😡
Tenang, walau 1 dollar skrng udah 18.000
Itu artinya rupiah lagi dilemahin, biar ekspor josss, toh beli tempe goreng masih pake rupiah. Ga pake dolar.
Amanlah.
Itu buktinya ibox, resto mewah, event2 fashion tetep rame.
Ini ulah mata2 asing yg buat gaduh.
Jaya jaya jaya