Indonesians jarang bagi ilmu and help each other -- that's why we never grow:
Gua baru dinner sama founder di San Francisco yang hit $500K (Rp 9 miliar) dalam 6 bulan.
Yang bikin kaget: dia share semua strategi/playbook dia ke gua, orang yang baru dia kenal.
In my experience, this rarely happens in Indo.
We don't share learnings and always keep insights to ourselves.
Bisa dipaham kenapa -- orang takut lo jadi kompetitor, gengsi, dan competition is tough.
Tapi justru itu yang bikin kita stuck:
Kompetisi keras → orang gak mau share → fewer people succeed →
market tetap kecil → kompetisi makin keras.
Kalo orang mau kolaborasi, more people will succeed and the pie gets larger.
Kalo gak, pie-nya tetap kecil dan kita cuman rebutan terus.
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
“Pero claro, a nosotros tampoco se nos ocurriría tener a sueldo al vicepresidente de los árbitros o recurrir a favores políticos para inscribir a jugadores”
Gundik poligami no 4. Tidak punya posisi tawar. Jadi pahlawan cuma krn surat-suratan sama bule belanda jaringan teosofi & freemason. Jauh kalah sama Tjoet Nyak Dien, Laksamana Keumalahayati, Christina Martha Tiahahu, even sama Dewi Sartika yg mampu bikin sekolah putri di Bandung
dulu ada capres yang punya kebijakan memberikan pajak dan cukai untuk makanan minuman manis
negara memperoleh pendapatan, sedangkan masyarakatnya dapet sehatnya (angka diabetes dan obesitas menurun). ini bagus, satu batu dua burung.
eh yang menang makan gratis dan joget-joget
Kusebut sebagai muhasabah. Buat bersyukur dan merenung. Tiap trip harus ada free time buat momen kaya gini.
Otak ga auto pilot karena berada di tempat asing dan yg ga kita hafal. Waktu jadi lebih pelan dan lebih terbuka pikiran. Bener bener live the moment.
this is why knowing ur partner's love language is important, so you can "loving ur partner in a way they can feel loved".
yang kamu kasih adalah yang dia mau, jadi gak ada debat "loh tp aku udah effort bgt?!?!" tp sananya ttp ga ngerasa disayang.