andai gua cantik sesuai standar masyarakat, gw cmn perlu joget brazil atau lypsinc lagu yg ga gw hapal trus boom viral dmn mn lalu dpt endors dari glad2glow scora scintific trus tinggal slow living
Sampai tua, ada peran sahabat perempuan yg ga bisa digantikan laki2 manapun. Ada hal2 yg hanya bisa dibagi kpd sesama perempuan, karena hanya perempuan yg paham.
Jadi kalau istri mau ketemu sahabatnya, itu karena ada connection yg ia butuhkan. Bukan kode biar suami mau menemani.
life-time strugglenya perempuan kayaknya emang belajar how to manage her emotions ya.
terus menerus belajar mengelola rasa sedih, marah, kecewa, rasa gak layak, rasa sendiri, cemas, malu, frustrasi, dan ketidak nyamanan lainnya.
belajar gak ngasih ruang buat syaitan yang terus berusaha bikin kita putus asa. sampai lupa kalau kita adalah hamba Allah yang berharga, yang setiap detiknya masih diberi nikmat, diberi kesempatan, dan dipilih untuk berbuat baik.
may Allah be with you through all your ups and downs.
Memuliakan istri dan anak itu wajib loh bapak-bapak😭
Capek banget lihat konten 10rb di tangan istri, akhirnya lewat juga konten yang masuk akal.
Makan sehari untuk satu keluarga, sehat bergizi, tidak dipirit-pirit. Suamipun terjaga marwahnya di mata orang, mampu menghidupi keluarga dengan layak.
Kenetralan akademisi itu oxymoron.
Semua dari kita berpihak. Some said it out loud. Some said it quietly. Some pretend that they don’t have any even though they absolutely do.
always, weaponized incompetence lanang direspon lucu-lucuan.
men said ga pernah nuntut apa-apa ketika perempuan kritik something, yes bcs most of the time udah dilayani duluan.
Percayalah, se-hands on apapun suamimu ke anak dan sesayang apapun suamimu ke kamu.. In this society, perempuan biologically akan lebih struggling daripada laki/laki.
Karena tubuh kita dikasih karunia untuk mengalami haid dan punya potensi memiliki anak, we can't function the way our male counterparts do their things.
Selama dunia ini blm bisa menyediakan ruang yg benar-benar setara bagi perempuan dan laki-laki, setuju sama kata beliau, 'Lebih baik memilih dengan selektif, daripada salah pilih'
Bukan karena laki2nya jahat loh. Tapi untuk bisa mengarungi hidup berdua secara solid, perempuannya harus kuat dan punya support system yg baik.
Sakit hati ngikutin berita daycare Jogja.
Sakit hati juga baca komentar-komentar yang malah nyalahin ibu-ibu yang menitipkan anaknya di daycare. Kebanyakan dari sesama ibu-ibu pun. Jahat.
Replynya pada bilang “inimah kamu males aja, banyak tu ibu2 tetep kerja pas hamil”.
Kalo aku yang dibilang gitu, dengan lantang akan aku jawab “iyalah males, lagi hamil disuruh kerja”.
Hamil doang aja udah capek apalagi sambil tetep kerja.
Ada cwk yg segininya mau bahagiain istri 🥹, dan ada juga cwk yg urusan beliin istri skincare aja debat ga kelar2.
Girls, choose wisely.
Dan kalau udh nemu yg segitunya mau bahagiain kamu, jgn lupa disyukuri dan dirayakan ya. Jgn lupa dibahagiakan juga suaminya. ❤️
Beban reproduksi itu berat dan selama ini cenderung dibebankan ke perempuan aja, terus dikasih narasi-narasi indah "motherhood" agar kelihatan appealing.
Padahal sebenernya yang lebih dibutuhkan adalah support system untuk perempuan dalam menjadi ibu