1/2
Eventually, even digital data will no longer be owned by individuals on their own initiative. Whenever there is a major change or accident in the world, in a country, in a government, in an idea, in a trend, access to it may suddenly be cut off.
I saw “Supergirl” in IMAX. It wasn’t a “superhero movie” about saving the Earth through self-sacrifice as “justice” confronts “evil.” It was a coming-of-age story about saving oneself, Kara, as she struggles with her own trauma. Structurally, it feels less like “Mad Max: Fury Road” (2015), where everyone is driven purely by survival instinct beyond notions of good and evil, and more like The Good, the Bad and the Ugly (1966), where heroes, villains, and scoundrels all converge.
If your WFH desk setup doesn't cost more than a used Honda Civic, you aren't serious about your pipeline.
My ergonomic chair is built from the salvaged suspension of a 2019 Tesla Model S.
My primary monitor is a converted IMAX screen I bought from a bankrupt theater in Oakland.
When I drag a cell in Google Sheets, I physically have to rotate my entire torso. I burn 400 active calories a day just searching for the Slack icon.
Stop complaining about back pain and optimize your environment.
Halo, presiden biadab @prabowo. Saat mengundang 7 pemred kenamaan ke Hambalang sampean dicecar perihal keberlanjutan embege di saat negara berpotensi menghadapi problema moneter dan fiskal karena perang yang berkecamuk di timteng. Dengan lantang sampean mengatakan, "Tetap saya jalankan! Lebih baik saya memberi makan rakyat saya daripada uang itu dikorupsi!"
Lihat ini. Pemberian makan sampean tak sesuai target, tak bergizi, yang diamanahkan ketahuan basah korupsi, dan ekonomi negara yang sampean pimpin carut-marut!
Mundur!
20 ADHD EXPERIENCES THAT FINALLY HAVE NAMES:
1. body doubling — you can't start alone, but with someone nearby, it happens
2. time blindness — there's no "later." only now, or not yet
bahkan org2 yg sejak awal menduga prabowo dan kroninya akan bikin kerusakan nggak nyangka dia & mereka tega bikin kerusakan sebesar ini, pun nggak tau apakah kelak lebih besar lagi. skrg gw udah ngeri liat masa depan—bukan masa depan negara, masa depan gw sendiri. ini buruk.
Ikut urun rembug soal IGRS boleh ya… Dulu pernah terlibat langsung dalam rapat-rapat inisiasi awal bersama Menkominfo saat kami bertugas di Kemdikbud.
Ada dua pendekatan melindungi anak di konten digital. Pertama, membuat lingkungan “steril” lewat sensor dan pemblokiran. Kedua, membangun “imunitas” pada anak serta keluarga. Pendekatan kekebalan jauh lebih berdampak dan berkelanjutan.
Rating game seharusnya menjadi alat bantu bagi orangtua untuk membangun kekebalan anak dgn melatihnya jadi mandiri dan cakap melindungi diri sendiri, bukan jadi instrumen sensor bagi pemerintah.
Oleh karena itu, pemerintah sebaiknya bekerja sama erat dengan komunitas game. Lebih baik lagi, biarkan komunitas itu sendiri yang menjalankan sepenuhnya dengan difasilitasi pemerintah. Tak perlu berpretensi serba tahu apa yang terbaik bagi setiap segmen masyarakat. Punya wewenang tidak otomatis punya pengetahuan.
IGRS selayaknya jadi alat pemberdayaan, bukan pembatasan. 🙏
——
Sosialisasi ESRB di 2016, saat belum ada IGRS: https://t.co/KE3lc9tkB0
Pemerintahan yang bodohnya ke semua level. Diplomasi tidak bisa, empati tidak punya.
Even tetangga terdekat aja bisa diplomasi, negara ini lebih memilih cari negara lain. Presiden, Menlu, Menteri ESDM buruk semua.
Pemerintahan terburuk dalam sejarah bangsa Indonesia.
Negara ini bisa bertahan dgn kondisi yg gini2 aja (korup dan tertinggal) tanpa perubahan selama puluhan tahun, bukan karena pemimpinnya buruk. Tapi karena masyarakatnya pengecut, pemalas, sukanya pasrah krn terlalu percaya pertolongan Tuhan akan datang dengan sendirinya.