Sabtu sore menjelang mentari terbenam, bukan satu-satunya sumber suasana emas nan indah. Jevina, berias dan berbusana begitu manisnya.
Di matanya, @arcrxbellion tampak indah pula. Langsung saja menghampiri, lalu merangkul pinggulnya.
"Bang Jojo∼"
@arcrxbellion Salahkan saja Jevina. Hina saja dia. Justru itu yang membuat birahi kian membara. Sudahkah menduga bahwa ia lantas mempercepat dan memperkuat goyangan pinggulnya? Jarak pergerakan memanjang, pun liangnya semakin menyempit bagai mengunyah batang Johan. Tak mampu ia berkata, -
@arcrxbellion berputar-putar. Jeritan terdengar lantang dari mulut yang menganga sebelum dikokop oleh sang kakak.
"Aaaaaaaa—mmmmphhh~!!!"
Spontan kedua tungkai kaki melingkar dan menyilang pada pinggul Johan. Bibir turut melumat, pun lidahnya menjilat. Pinggul bergerak cepat, bergairah.
@arcrxbellion Dirinya terasa penuh. Sekujur bagian tubuhnya yang sensitif kini terangsang lagi. Sudah lama tidak ia rasakan betapa intensnya getaran yang timbul dari mulut rahim lalu menyebar ke seluruh tubuh, bahkan sampai memburamkan akal. Mata sayu menjeling, pandangannya kabur -
@arcrxbellion Betapa ia rindukan kerasnya kemaluan yang besar memenuhi liangnya. Refleks kedua pahanya melebar, pinggulnya bergoyang. Memek yang sempit bagai bergerak mengisap dan melahap.
"Aah... ah-ah-ah-aaahhh~!"
Binal nian jeritannya. Sengaja tak menahan diri demi memancing birahi Johan.
@arcrxbellion "Hehehe... Hehehehe~" Jevina meringis nakal. Tatapannya sayu, sarat akan hawa nafsu.
"...Adek selalu jadi pinter buat Abang ... biar bisa dientot sama tititnya Bang Jo—hngggghhh~!!!"
Kenikmatan itu hadir juga sesudah lama dinanti, sehingga ia tidak mampu menahan desah. -
@arcrxbellion lengannya tergeletak ke atas kepala, membuka ketiaknya yang mulus seolah menjadikannya umpan.
"Bang Jojo... Aku mau Abang di dalam aku, please...~" pintanya lirih dengan sorot mata sayu penuh harap.
@arcrxbellion Baru sejenakpun kemaluannya dimasuki, Jevina sudah merasakan kejut melemahkan di bawah sana. Erang singkat spontan lolos. Tungkainya mulai lemah, enggan menopang tubuhnya lagi. Sehingga, perlahan-lahan ia turun, pantatnya menyentuh lantai, kemudian punggungnya merebah. Kedua -
@arcrxbellion Hanya sejenak saja momen tenang tercipta dari kecupan oleh Johan. Dengan tatapan bernafsu dan cengkeraman pada kedua pipi, Jevina sudah ingin segera memantik situasi menjadi panas.
"Ayo, Bang. Masukin sekarang."
Pikirannya sudah berantakan akibat nafsu. Alih-alih kedatangan -
@arcrxbellion Sakit, tentu saja terasa sakit. Namun, rasa sakit itulah bahan bakar bagi Jevina. Erangan dan desahan menyuara dari tenggorokannya akibat gigitan dan remasan dari kakak kembarnya itu.
"Aaah—abaaang...!" rintihnya selagi memejamkan mata. Ia bertahan dengan tusukan cakar tangan -
@arcrxbellion Bersamaan dengan itu, Jevina membuka semua kain yang menutupi kulit Johan. Geli terasa pada leher sehingga ia memberi ruang lebih, sekaligus mengizinkan aroma sabun dan samponya tercium lebih baik.
"...Gigit aja sekalian, Bang~"
Senyuman merekah kala tubuhnya kini telanjang -
@arcrxbellion Busana ala gadis ranjau sudah tidak berguna pada momen itu. Ia sungguhan menjadi ranjau yang berbahaya.
"...Ng... Ribet dikit... Tapi nggak ngaruh~"
Seringai dan tatapan sayu itu benar-benar sarat akan hasrat.
@arcrxbellion Jevina tak hanya menerima perlakuan dari Johan. Ia juga menarik kakaknya ke dalam pelukan yang erat. Lidahnya mulai terulur untuk menjilati bibir yang diciumnya dalam-dalam.
@arcrxbellion Karena Jevina sudah memantapkan hati untuk berhenti, ia lepaskan semuanya sore itu, sepuas-puasnya. Nafsunya tersalurkan dari caranya menggenggam dan membelai pundak sang kakak, serta cara bibirnya mengecup dan melumat milik kakaknya.
@arcrxbellion Senyuman tipis yang tadinya muram, kini sedikit melebar. Berkaca-kaca matanya, siap untuk melepaskan hasrat tidak wajar ini.
"...Makasih~" ucapnya lirih.