udah mahasiswa pulang aja, artinya kita sudah mencoba demo cara yg sopan, demo yg nyeni dan intelek tapi masih tetap ditolak bahkan diadang di jalan pake senjata dan kekerasan...
besok2 pakai cara dan atribut bebas saja!!
"Dilarang menyampaikan pendapat di bundaran HI karena itu pusat aktivitas masyarakat" — Polisi
Dengan kata lain: kamu boleh menyampaikan pendapat, asal nggak di tempat yang bisa didengar dan dilihat orang lain.
Pajak kita dipakai buat ngegaji orang-orang tolol. 😂
Gue ngerti banget marahnya si bapak ojol ini. Dia bukan cuma kesal karena gangguan, tapi penghidupan satu hari keluarganya yang terganggu barikade aparat yang cuma jadi anak buah pejabat. Pemerintah yang cuma ngikutin perintah tanpa mikirin dampak ke rakyat kecil, ya wajar dia kesel sampe bilang siap mati buat keluarga.
@kamentrader waduh justru dengan identitas gabisa diapa-apain kalopun diapa-apain ada identitas, dunia tau. kalo masing-masing jalannye ditangkep ditengah jalan siapa mau urus😭 pake identitas aja digebuk apalagi biasa yg ada dituduh oknum.
Baru ngaso dari HI.
Gw kasian sih liat mahasiswa aksi.
Dorong2 tameng, kena gas yg di depan.
Muka pada cape hadepin Polisi & Tentara.
Warga nonton dari depan Agora sampe MRT Sudirman kanan kiri.
Teriak2 semangatin mahasiswa sambil ambil gambar & video.
Bener2 jadi tontonan.
"Kita nggak dapat apa-apa, Kak, dari demo ini?"
Kita dapat satu hal yang pasti: kita jadi tahu bahwa yang brengsek itu penguasanya, bukan rakyatnya.
ibu-ibu berdiri di posko logistik, memasak, membungkus makanan, dan memastikan anak-anak yang turun ke jalan tidak kelaparan. Bapak-bapak dengan sukarela menjadi runner, mengantar air minum, obat-obatan, dan kebutuhan lain agar mahasiswa tetap kuat bertahan.
Yang unjuk rasa mahasiswa. Seusia anak bahkan cucu mereka. Tapi mereka kerahkam polisi dan TNI. Bukan untuk menjamin keselamatan pengunjuk rasa, tapi untuk memastikan bahwa unjuk rasa tak mengganggu kekuasaan mereka!
Pengecut!
Mereka mau ikuti arahan polisi tapi kepolisian juga belum jelas arahnya.
Jadi, sudah benar mereka ikuti kata hatinya saja yang masih seirama dgn hati rakyat.