Kalau kelen baca ini.
Sebenarnya ini alarm keras.
Masyarakat udah ga percaya sama pemerintah. TRUST sudah hilang.
Maka masyarakat pun makin ragu untuk membuka data aset mereka kepada pemerintah via sensus.
Yang bahaya di sini adalah:
Data-data jadi makin ga akurat
Kalau data ga akurat, kebijakannya juga jadi ga akurat.
Itulah pentingnya TRUST
Dan punya pemimpin yang bisa membangun TRUST.
yg dirasakan warga sekaligus orang tua:
"kami takut, setiap hari kami harus menyebrangi sungai. pagi antar anak, siang kami jemput"
yg dipikirkan pemerintah:
"ahaaa, mereka ini pasti butuh dapur MBG & kopdes merah putih krn lapar abis berenang"
Untuk gaji 1 juta guru honorer minimum Rp5 juta/bulan, butuh Rp70 triliun per tahun.
MBG menghabiskan Rp1 triliun per hari.
Artinya: 70 hari anggaran MBG = cukup menggaji seluruh guru honorer Indonesia sepanjang tahun.
Faktanya hari ini: guru honorer masih banyak terima Rp200–500 ribu per bulan. Data P2G.
Ada yang Rp50 ribu.
Anggaran pendidikan diklaim Rp769 triliun ,terbesar sepanjang sejarah.
Tapi 44,2%-nya dipakai untuk MBG.
Yang mendidik anak-anakmu digaji Rp50 ribu.
Yang masak makan siangnya dibiayai Rp1 triliun per hari.
Ini soal prioritas siapa?
@JalanEmyu@Puspen_PKI Udah ada isunya ini wkwkwk. Sales gw sempet cerita ada isu toko2 mau dibuat wajib belanja ke KDMP 😅 klo beneran jalan bakal chaos sih
@kartuuuno apa yg mau dibanggain dr kepemimpinan militer? literally bentuk kepemimpinan yg paling mudah dan paling tidak menantang. cuma bermodal otot dan senjata. bawahan tidak ada berani yg bantah, tdk ada yg berani ngelawan. rakyat jg kebanyakan takut sm kekerasan dan senjata tentara.
Bedanya program bener dan enggak: liat kalau dicabut, yang protes yang nerima manfaat.
***
Kalau BPJS dihentikan yang protes rakyat yang berobat
Kalau KIPK dihentikan yang protes mahasiswa penerima
Kalau Subsidi BBM dikurangi yang protes rakyat kecil
***
Kalau MBG dihentikan, yang protes siswa dan ortunya?
Nggak. Bukan.
Yang protes pegawai SPPG.
***
Jadi siapa penerima manfaat MBG?
Sopir saya suka nyetir ugal-ugalan.
Hampir tiap bulan mobil masuk bengkel body repair karena sering serempetan atau tabrakan.
Tiap ditegur, dia selalu menjawab:
“Justru ini bukti komitmen saya menjaga mobil tetap mulus. Buktinya tiap rusak langsung saya perbaiki 👍"
Jangan tanya nama sopirnya siapa.
Pajak yg udh gw bayar buat gaji anak lu :
• PPN 11% tiap kali makan, belanja, atau pakai jasa
• PPh puluhan juta per tahun
• Pajak mobil 2 dan motor 3 (saat beli dan tiap tahun)
• Pajak rumah (PBB)
• Pajak usaha kontrakan
• Pajak tiket pesawat
• Pajak saat lewat jalan tol
• Pajak BBM
• Pajak pulsa, paket data, internet, dan listrik
• Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)
• Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan
• SWDKLLJ saat bayar pajak kendaraan
• Pajak rokok
• Pajak hotel
• Pajak restoran dan kafe
• Pajak parkir
• Pajak hiburan (bioskop, konser, tempat rekreasi tertentu)
• Bea Meterai
• Pajak jual beli properti
• Pajak deposito dan investasi tertentu
• Pajak impor barang dari luar negeri
• Bea masuk barang impor
• Pajak reklame
• Pajak penerangan jalan (di tagihan listrik)
• Pajak transaksi saham tertentu
• Pajak transaksi kripto
• Pajak hadiah undian
• Pajak sewa tanah dan bangunan
• Pajak penghasilan UMKM/usaha tertentu
• Retribusi pasar
• Retribusi kebersihan/sampah
• Retribusi perizinan tertentu
• Biaya administrasi dan pungutan daerah lainnya.
Terus masih dibilang kurang kontribusi ke negara. 😅
5,4 triliun = 5 hari MBG
20 triliun = 17 hari MBG
***
Saya baru saja tadi meresmikan 1151 kilometer jalan.
Jalan desa, jalan daerah.
1.000 kilometer jalan ini memakan anggaran 5,4 triliun (5 hari MBG).
5,4 triliun bisa membangun 1.000 kilometer.
Bayangkan kalau 20 triliun (17 hari MBG)
Berapa ribu jalan yang bisa kita bangun
Berapa ribu jembatan bisa kita bangun untuk rakyat kita
Berapa puluh ribu sekolah yang bisa kita perbaiki.
KARENA UANGNYA GAK ADA?
TERUS ITU MBG PAKE DAUN???
DADAN CS KORUPSI SEMILYAR SEHARI?
***
Kenapa gaji guru tidak bisa baik?
Kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik?
Kenapa anggaran selalu kurang, ya kan?
Karena uangnya nggak adaaaaa!
Hello @UNICEF, Indonesian government is forcing elementary school students to join 'rallies', carried signs, and chanting slogans in support of the free meal program that has been widely opposed by the public due to its corruption and state budget hoarding. ⚠️