Kemarin, @TheEconomist mempublikasikan dua artikel soal Indonesia
Judul artikel pertama: Presiden Indonesia sedang membahayakan ekonomi dan demokrasi
Subjudulnya: Prabowo Subianto terlalu boros dan terlalu otoriter
Perlu diketahui, Spendthrift artinya orang yang menghamburkan uang secara tidak bijak. Diksi ini lebih keras dari sekadar “boros”. Dalam konteks negara, ada kesan ceroboh dan tidak bertanggung jawab secara fiskal.
========
Judul artikel kedua: Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar, sedang menempuh jalur yang berisiko
Subjudulnya: Prabowo Subianto sedang menggerogoti keuangan negara—dan demokrasinya.
Di artikel ini, pemilihan diksi “Eroding” rasanya memperkuat artikel lainnya. Jeopardising (membahayakan) masih bicara soal risiko ke depan. Eroding (menggerogoti) berarti prosesnya sudah berlangsung. Rasanya pelan, diam-diam, tapi nyata. Bagaikan batu yang berlubang oleh tetesan air.
Terus tata guna lahan di US juga berdasarkan zoning. Area perumahan dipisah sama pertokoan. Jadi butuh effort kalo mau belanja. Karena transportasi umumnya kurang bagus, opsi yang paling nyaman adalah naik mobil
Aku lagi kuliah di US jurusan urban planning. Selain karena makanan yang dikonsumsi, tata kota di US tuh car-oriented. Jadi udah mah banyak makan ditambah jarang gerak (kayak jarang jalan kaki/naik transportasi umum) jadinya begitu
Gw bingung banget aslinya kalau di amrik tuh orang bisa sampe segede2 gini karena makan banyak tuh apa karena makanan disana murah2 atau gimana sih? I mean ini kan ofc dia gabisa kerja ya dan makan hidup dari nyokap nya, tapi kok bisa sampe ke cover gitu makan 30.000 kalori sehari selama 20 tahun