Israel killed Rico Pramudia in South Lebanon.
He died of his injuries today.
He wasn’t a fighter — he was a UN PEACEKEEPER from Indonesia.
Israel killed him anyway.
And not a single whisper from Western media.
No international outrage. No justice. No accountability.
Bapak ini harus viral, bayangin guru honorer gaji 2juta harus ngayuh sepeda dari Jakbar - Jakut setiap hari demi mengajar karena motornya hilang
🎥: https://t.co/KQnF3fWrQQ
@buburrkacangg harus disuapin buku rusia, kiselev arithmetic
big part of the failure of the indonesian education system karena gurunya nggak bisa ngajar dengan bener
gurunya nggak bisa ngajar dengan bener karena gajinya kecil
gaji kecil karena no political will
Guys, Bahlil Lahadalia baru ngobrol panjang di Total Politik dan ada banyak hal yang dia sampaikan yang menurut gue penting untuk dibedah.
Bukan karena semua yang dia bilang benar.
Tapi karena dia ngomong dari posisi yang sangat unik Menteri ESDM, Ketum Golkar, dan orang yang mengaku dekat dengan dua presiden sekaligus.
Soal krisis energi ini yang paling faktual dan paling serius.
Bahlil buka dengan angka yang bikin gue diam sejenak.
Indonesia butuh 1,6 juta barel minyak per hari.
Lifting kita sekarang cuma 605.000 barel per hari. Artinya kita impor hampir 1 juta barel per hari.
Dan 20-25% dari kebutuhan itu melewati Selat Hormuz yang sekarang sedang bermasalah.
Untuk LPG kita butuh 8,4 juta ton per tahun.
Produksi dalam negeri cuma 1,6 juta ton.
Kita impor 7 juta ton lebih.
Hampir 75-80% dari kebutuhan LPG kita.
Bayangkan dengan kondisi geopolitik yang seperti sekarang.
Dolar naik, barang langka dan 20% kebutuhan energi kita dari Selat Hormuz.
Kabar baiknya solar sudah tidak impor.
Ini yang jarang disorot.
Bahlil bilang setelah kilang Balik Papan rampung dan program B50 jalan Indonesia sudah tidak lagi impor solar.
Itu pencapaian nyata yang perlu diakui.
Tapi bensin masih impor sekitar 20 juta kiloliter per tahun.
Dan LPG masih sangat bergantung impor.
Soal harga BBM yang tidak naik ini logikanya:
Asumsi APBN: $70 per barel.
Harga aktual sekarang: $110-140 per barel.
Logika normalnya: naikkan harga BBM untuk kompensasi selisih.
Tapi Prabowo memerintahkan: jangan naikkan. Berpihak pada rakyat.
Bahlil bilang kalau ICP rata-rata di akhir tahun 90-100 dolar subsidi tambahan yang dibutuhkan sekitar Rp150-200 triliun.
Dari mana uangnya?
Bahlil bilang ada dua sumber: pendapatan negara dari sektor migas ikut naik karena harga naik (dari $10,8 miliar ke $17 miliar estimasi), dan optimalisasi PNBP dari sektor minerba lain.
Dan batas toleransinya: sampai ICP di $120 masih bisa ditanggung.
Di atas itu mulai berbahaya.
Soal kapal yang sudah dibeli tapi belok:
Ini yang paling bikin gue tertegun.
Kita sudah ambil dua kapal dari Singapura, sudah menang tender, sudah masuk wilayah Indonesia orang lain beli lebih mahal, kapal belok.
Di kondisi seperti ini ada uang belum tentu ada barang.
Punya kontrak belum tentu barang datang.
Ini bukan ilmu buku. Ini ilmu lapangan yang sangat keras.
Soal LPG dan "revolusi melon":
Bahlil setuju framing Rocky Gerung soal revolusi melon kalau gas melon langka, emak-emak yang pertama turun.
Dan masalah LPG ini bukan baru.
Transformasi dari minyak tanah ke gas dilakukan sejak 2005-2006 tapi tidak pernah ada roadmap untuk membangun industri LPG dalam negeri.
22 tahun berlalu kita masih impor 75%.
Bahlil tidak menyalahkan siapapun secara eksplisit. Tapi dia bilang ada bisnis rente yang sangat menguntungkan di balik ketergantungan impor LPG ini.
Sekarang Danantara sedang dimasukkan untuk mengerjakan DME dari batu bara substitusi LPG dari dalam negeri. Tapi ini butuh waktu.
Soal batubara dan market power yang belum dipakai:
Ini yang paling gue ingat dari seluruh wawancara ini.
43% dari suplai batubara yang diperdagangkan di dunia totalnya 1,3 miliar ton itu dari Indonesia.
Kalau harganya kita tidak bisa atur ya gobloknya kita aja.
Saya tidak mau dibilang menteri goblok.
Indonesia adalah price maker untuk batubara global bukan price taker.
Tapi selama ini kita bertindak seperti price taker.
Dan Bahlil bilang dia tidak mau itu terjadi di masanya.
Soal Prabowo dan Jokowi dan orang yang sok tahu:
Bahlil lugas di bagian ini.
Jangan ada narasi yang memisahkan Pak Prabowo dan Pak Jokowi.
Mereka berdua tokoh bangsa.
Dan hubungan mereka hanya mereka berdua yang tahu.
Jangan ada yang sok tahu.
Dan ini yang paling gue suka dari seluruh obrolan Bahlil:
Dia orang Papua.
Lahir dari keluarga bukan orang kaya.
Tidur dari musala ke musala waktu jadi aktivis di Jakarta.
Tidak pernah bermimpi jadi menteri apalagi ketum partai besar.
Allah terlalu banyak kasih privilese kepada saya.
Saya syukuri aja.
Ilmu kampung saya jangan lupa kebaikan orang lain kepada kita, sekalipun kecil.
Dan jangan ingat-ingat kebaikan kita kepada orang lain, sekalipun besar.
Gue tidak setuju dengan semua kebijakan Bahlil.
Tapi kalimat itu gue simpan.
Doain perangnya cepet selesai.
Serius.
BREAKING: Seorang siswa SMK di Kudus bernama Muhammad Rafif Arsya Maulidi menulis surat terbuka kepada Presiden Prabowo, menolak jatah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dirinya dan meminta anggaran tersebut (sekitar Rp6,75 juta untuk 1,5 tahun) dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru yang kesejahteraannya masih memprihatinkan.
Ia berargumen bahwa guru jauh lebih berperan membentuk generasi muda daripada program makan gratis, dan suratnya yang diunggah di Instagram menjadi viral.
Dimutasi saat sedang usut kasus korupsi, seorang polisi memilih mundur secara terhormat dari Kepolisian.
Sosok Vicky Katiandagho adalah seorang Polisi yang sebelumnya dikenal karena keberaniannya dalam menangani kasus-kasus yang disegani berbagai pihak. kini Vicky Katiandagho resmi mengakhiri pengabdiannya di institusi kepolisian setelah sebelumnya sempat dimutasi oleh atasannya.
Temen2ku yg lulusan S.Pd banyak yg kerja jadi guru di sekolah internasional. Benefitnya cukup bikin guru2 lain di luar sana gigit jari, karena:
- gaji 2 digit
- setiap anak guru dikasih beasiswa buat masuk sekolah tsb, apalagi sekolah yg punya jenjang SD-SMA yg SPPnya bisa sampe milyaran sampe lulus
- ngajar lebih niat karena siswanya lebih kritis dan pengen eksplorasi
Bahkan temen2 lain yg pegawai Kementerian dan BUMN pun belum sanggup masukin anak2nya ke sekolah internasional tsb
Mereka suka becanda, “beban hidup 12 tahun berkurang, soalnya gue gak perlu pusing soal pendidikan anak”
BREAKING 🚨:🇮🇷 Iranian activist Risha Hussain has just dropped the biggest truth🔥🔥
She said: The world sanctioned Iran for 47 years. When Iran sanctioned the world for 24 days, the US and its allies knelt.
If closing the Strait of Hormuz is wrong, how is it right that Rafah has stayed closed for two years?
Women with COURAGE of 101%🔥
Transum itu tidak boleh berorientasi profit. Rugi terus juga gpp.
Kalo mobilitas dari daerah A -> B menggerakan ekonomi, maka transum bisa bantu kontribusi meningkatkan nilai ekonomi daerah tersebut.
Transumnya rugi, tapi secara sistem bikin the whole economy jadi untung. Makin bagus transum, multiplier ekonominya makin tinggi.
Makanya transum itu diskusinya jangan untung rugi. Kalau bahasannya gitu doang mah gaada negara yg mau mulai bikin transum 🤣
indonesia enggk merdeka dengan perlawanan, kita merdeka dengan bayar. 4.3 milyar gulden sekitar 17T saat itu atau sekitar 255T sekrang. baru lunas di 2002.
banyak yg bilang, inilah alasan indonesia miskin sampai sekarang. krn kita gk memulai negara dari 0. tapi, mulai dari minus 255T.
bayangkan, dari 1949 sampai 2002, butuh 53 tahun buat lunas.
kalian tau gak sebesar apa 255T itu?
sejumlah 9 bulan MBG :))
Not unpopular opinion, but a fact u should know. Gak semua ASN seperti oknum yg malas dan hilang hilangan. Dengan adanya oknum itu, ada banyak ASN muda yg kerjanya mati matian, ada yg beban kerjanya gak karuan, ada yg dijadiin tempat sampah dari jobdes yg ditolak senior/sesepuh
Guys kata Tom Lembong di podcast Malaka dan ini salah satu yang paling jujur yang gw dengar dari mantan pejabat Indonesia soal kondisi sekarang.
Dia bilang kebijakan luar negeri Indonesia sekarang paling berantakan sejak 1965.
Bukan sejak 1998. B
ukan sejak reformasi. Tapi sejak 1965.
Dan dia kasih contoh konkret yang bikin gw tidak bisa bantah.
Beberapa minggu lalu Indonesia bergabung ke Board of Peace yang diketuai Amerika dan Israel.
Seminggu setelah itu Amerika dan Israel menyerang Iran.
Sekarang Indonesia ngemis ke Iran minta kapal tanker kita boleh lewat Hormuz.
Dan Iran dalam kondisi marah besar habis diserang mau simpati ke kita?
Itu konsekuensi langsung dari kebijakan luar negeri yang tidak berprinsip.
Soal energi ini yang paling bikin gw ngeri.
Stok BBM dan LPG nasional kita hanya ekuivalen dengan 20 sampai 25 hari konsumsi.
Itu saja.
Kalau Hormuz tidak buka dalam 25 hari puluhan kota di Indonesia bisa kehabisan bensin dan gas.
Ibu ibu tidak bisa masak.
Logistik lumpuh.
Bukan skenario jauh.
Itu risiko yang menurut Tom Lembong sangat nyata dan sangat dekat.
Bandingkan dengan Jepang yang stoknya 250 hari. China yang stoknya 1,3 miliar barel.
Mereka sudah siap dari jauh jauh hari.
Kita masih 20 hari dan tidak ada rencana darurat yang jelas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari semua yang dia bilang.
Tahun lalu harga minyak dunia lagi murah.
Surplus 2 juta barel per hari.
Itu saat yang sempurna untuk borong dan nambah cadangan nasional.
Tapi tidak dilakukan.
Uangnya dialihkan ke program program lain yang multiplier effect-nya kecil yang kita sudah tau semua itu yaps EMBEGE
Soal tarif Trump Indonesia panik duluan. Buru buru negosiasi. Dapat kesepakatan tarif 19%. Eh satu hari kemudian Mahkamah Agung Amerika batalkan tarif itu karena ilegal. Negara yang tidak panik sekarang cukup bayar 10%. Kita yang paling semangat negosiasi malah kena 19%.
Tom Lembong bilang ini pelajaran lama yang terus diulang. Kalau kita tinggalkan prinsip demi keuntungan jangka pendek hasilnya selalu buruk. Selalu.
Dan kata dia satu satunya hal yang bisa dilakukan masyarakat sekarang hemat. Kencangkan ikat pinggang. Nabung. Dan mulai pikirin alternatif kalau LPG benar benar langka.
Karena pemerintah sendiri belum punya solusinya.
Cuk Ini kenapa goblok banget anjing
Pemerintah mau bikin Perppu buat naikin batas defisit APBN di atas 3% PDB.
Buat yang gak tau: 3% itu bukan angka random. Itu batas yang kita bikin setelah krisis 1998 biar negara gak asal belanja.
Perppu itu instrumen darurat. Syaratnya “kegentingan yang memaksa.”
Pertanyaannya: darurat apa sekarang?
COVID udah lewat. Gempa bumi gak ada. Krisis finansial global belum kejadian.
Yang ada cuma program-program yang dari awal budgetingnya gak jelas, dan sekarang tagihannya dateng.
Defisit naik berarti lebih banyak surat utang. Likuiditas tersedot. Suku bunga susah turun. Usaha makin susah pinjam duit. Investor nervous, capital keluar, Rupiah kena tekanan.
Dan yang bayar semua ini siapa?
KITA.Kelas menengah.
Yang udah diperes pajak dari segala arah. Yang daya belinya udah turun. Yang sekarang ruang fiskal masa depannya lagi digadaikan buat nutup ambisi hari ini.
Seriously we need another riot. Di mana mahasiswa gen alpha?? Masa mau nunggu ekonomi hancur kayak 1997 baru demo.
🗣️ "Indonesia pernah dicabut status tuan rumah (Piala Dunia) karena seorang gubernur menolak kehadiran Timnas Israel.
Sekarang, presiden negara tuan rumah justru mengancam langsung negara yang sudah lolos.
Kita lihat bagaimana FIFA menjelaskan ini." 🤔
🎙️ @Felogolero