Gw punya temen yang hidupnya kelihatan sepi dari luar tapi dia sendiri tidak merasa begitu.
Senin sampai Jumat HP-nya bunyi. Tapi isinya cuma notif kerjaan dan chat orang kantor. Bukan teman main. Bukan gebetan. Bukan grup receh. Murni profesional.
Weekend? Mode DND. Sosmed jarang dibuka. WhatsApp dibiarkan. Dan dia tidak merasa ada yang kurang.
Karena yang dia butuhkan cuma tiga hal jaringan stabil, WiFi kencang, dan Netflix.
Itu saja. Serius.
Dia sudah sampai di fase di mana mager kenalan orang baru bukan karena insecure atau takut. Tapi karena sudah terlalu paham effort yang dibutuhkan untuk mulai dari nol dengan orang baru. Small talk. Perkenalan. Nanya kerjaan. Nanya hobi. Pura-pura tertarik sama cerita yang sebenarnya tidak terlalu menarik.
Terlalu capek untuk itu semua.
Dating apps? Dicoba. Tapi energi yang dikeluarkan versus hasil yang didapat tidak worth it untuk sekarang.
Dan yang menarik dia tidak sedang menunggu sesuatu. Tidak dalam mode 'nanti kalau ada yang tepat.' Tidak dalam denial bahwa dia kesepian. Dia genuinely nyaman dengan kondisinya sekarang.
Orang sering salah baca kondisi seperti ini sebagai kesepian atau ada yang salah. Padahal tidak.
Ada bedanya antara sepi dan sendiri.
Sepi itu kondisi emosional merasa tidak ada yang peduli, merasa tidak terhubung dengan siapapun, merasa tidak berarti.
Sendiri itu kondisi fisik tidak ada orang di sekitar. Dan itu bisa jadi pilihan yang sangat sadar.
Temen gw itu sendiri. Tapi tidak sepi.
Dan ironisnya orang yang paling sering merasa sepi justru adalah orang yang HP-nya penuh notif. Yang selalu ada di keramaian. Yang tidak pernah berani duduk diam dengan dirinya sendiri karena takut dengan apa yang akan mereka temukan.
Temen gw sudah melewati fase itu. Dan dia menemukan bahwa ternyata dirinya sendiri cukup untuk menemaninya di weekend.
@kompascom Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya akan melanjutkan gugatan perkara ini apapun hasilnya
Mohon dukungan & doa dari semuanya, demi Pendidikan kita. Panjang umur Pekerja Pendidikan 🙏
Pray For Sumatera 🥀
Turut berduka cita atas musibah banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Semoga saudara-saudara kita yang terdampak selalu diberi keselamatan, perlindungan, dan kekuatan hati.
Semoga segera reda dan kembali pulih.
#PrayForSumatera
#GNFI
#GoodNewsFromIndonesia
#Indonesia
Indonesia rame soal cewek umur 30 ke atas susah punya anak. Tapi nggak rame soal jutaan anak tumbuh tanpa bapak (emotionally and physically). Fertilitas cewek lo pusingin, tapi diri sendiri belum tentu layak jadi bapak. Y’all obsessed with creating kids, not raising them.