Yang mempermasalahkan bagan kayanya ngga ngerti pembagian bagan. Semua sudah dibagi sesuai bobot dan peringkatnya.
Kenapa bagan Argentina bisa lebih mudah?
Pertama, karena Portugal gagal jadi juara grup. Jadi posisi yang harusnya ditempati Portugal itu ditempati Kolombia.
Kedua, Uruguay gagal lolos ke fase gugur. Harusnya Argentina langsung bertemu Uruguay di 32 besar, tapi malah Cape Verde yang lolos.
Harusnya di bagan Argentina itu ada Portugal dan Uruguay, tapi malah jadi Kolombia dan Cape Verde.
So, bukan kesalahan Argentina atau sudah diatur untuk dapat bagan mudah.
Daripada mempermasalahkan ini, lebih baik tanyain Portugal dan Uruguay kenapa gagal masuk bagan Argentina.
Yang mempermasalahkan bagan kayanya ngga ngerti pembagian bagan. Semua sudah dibagi sesuai bobot dan peringkatnya.
Kenapa bagan Argentina bisa lebih mudah?
Pertama, karena Portugal gagal jadi juara grup. Jadi posisi yang harusnya ditempati Portugal itu ditempati Kolombia.
Kedua, Uruguay gagal lolos ke fase gugur. Harusnya Argentina langsung bertemu Uruguay di 32 besar, tapi malah Cape Verde yang lolos.
Harusnya di bagan Argentina itu ada Portugal dan Uruguay, tapi malah jadi Kolombia dan Cape Verde.
So, bukan kesalahan Argentina atau sudah diatur untuk dapat bagan mudah.
Daripada mempermasalahkan ini, lebih baik tanyain Portugal dan Uruguay kenapa gagal masuk bagan Argentina.
@QueenKarina20@LambeSahamjja 'background sesuai' maksudnya sesuai dengan apa? bidang industri perusahaan? visi misi perusahaan? atau sesuai 'misi' paslon?
kalu ada yang memang pengalaman dan kompeten, berapa persen dari yang di foto itu?
kan masalahnya asal tunjuk yang bukan ahli
@leonardojuancp ada benarnya, tapi buat dapet keberuntungan itu kan bisa kita ciptain sendiri, either itu networking, skills match sama requirements, etc.
bisa juga lucky yang gabisa dikontrol, misal user ngerasa cocok pas baca cv, market job itu lg bagus bagusnya, etc.
Sebagai orang yg lumayan sering involved di interview process, jujur interview tuh bukan nyari orang paling pinter..
Biasanya interviewer lagi ngecek 4 hal:
1. Can you do the job?
Kebaca gak experience/skill kamu nyambung sama role
2. Can we work with you?
Cara ngomong, attitude, communication, ego
3. Can you learn fast?
Apalagi kalau FG/junior, potential > perfect experience
4. Can you explain your story clearly?
Banyak kandidat sebenarnya capable, tapi kurang bisa mengartikulasikan value & pengalaman mereka dengan runtut
Mau gue spill hidden tips yg lumayan sering involved di interview process gak ni?
@AdamPrabata emang orang seneng melihat dari luar doang tanpa melihat struggle yang dialami buat mencapai kesuksesan itu. padahal dengan rajin belajar yang diasosiasikan dengan nilai bagus, secara gak langsung bikin seseorang memiliki grit yang tinggi untuk mencapai tujuannya
@tanyakanrl Tipikal darah O, cocok di lapangan dan sosial.
Ga usah loker2an, wiraswasta aja buka jasa2 kebersihan, merawat ortu, jaga anak, nyetir, dsb.
Darah O ga suka detail n teori, lebih pas bekerja yg berkaitan ma manusia, bukan data.
The older you get, the more you realize luck is mostly exposure. If you sit in the same place, have the same routine, talking to the same people, nothing new really happens. You have to engage the world to win. Travel more. Talk to people.
Matematika itu bukan ilmu berhitung, tapi ilmu bernalar. Hitung2an hanyalah bagian kecil dari Matematika.
Anak2 lemah hitung2an karena langsung diberikan pengetahuan prosedural tanpa pemahaman konseptual. Ada gap yang besar di sini, yg semakin terlihat di masa post-covid.
Jadi gpp kalo orng ga bisa hitung, krn ada yg namanya alat bantu hitung. Yg bahaya itu orng ga bisa bernalar, shg dia ga tau hitungan dia (atau alat bantu hitung tsb) benar atau salah.
mvs fyi rocky sampe di Tau ceti itu 46 tahun lebih cepat dari grace, dan dia sendirian selama itu, dia bukan scientist tapi enginer yang ngurusin mesin kapal, selalu insecure ngerasa gak pintar dan gatau cara nyelesain misinya sendirian, makanya dia seneng banget ketemu grace ๐ญ