gila pertama kali liat ada agensi dan idol yang dengan terang-terangan manfaatin hate train artist lain untuk riding the fame... jahat bgt, kaya pls have some shame..
mungkin in another life jadi dokter gausah ada sumpah dokter dan kode etik, pasien marah" lgsung aja gw TEMPELENG gamau minum obat? TEMPELENG semuanya gw TEMPELENG
[Terjemahan Bahasa Indonesia] Pernyataan konferensi pers kritikus budaya Kim Sung-soo terkait pengaduan pidana terhadap ADOR, jajaran manajemen dan karyawannya.
Kepada masyarakat dan rekan-rekan media yang hadir pada hari ini,
Hari ini kami berdiri di sini dengan hati yang berat, namun juga dengan tekad yang kuat bahwa kami tidak bisa dan tidak akan mundur. Hari ini, kami mengajukan pengaduan pidana terhadap ADOR Co., Ltd. beserta jajaran pimpinan dan karyawannya atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi.
Ada seorang anak muda.
Seorang artis yang baru berusia sekitar dua puluh tahun, yang mencintai budaya populer Korea, datang ke negeri asing dan menyentuh hati begitu banyak orang hanya melalui ketulusannya di atas panggung.
Bagi dirinya, visa tinggal bukan sekadar selembar dokumen. Visa itu adalah penopang hidupnya untuk bisa tetap tinggal dan beraktivitas di negara ini.
Namun, penopang hidup tersebut informasi pribadi yang paling sensitif dan paling rentan justru dipertontonkan kepada publik oleh agensi yang seharusnya melindunginya.
Tanggal kedaluwarsa visa warga negara asing maupun proses perpanjangan visanya adalah informasi yang seharusnya hanya diketahui oleh otoritas imigrasi, pihak yang bersangkutan, serta agensi yang menangani proses tersebut atas namanya.
Bahkan seorang jurnalis pun tidak mungkin memperoleh informasi internal yang sangat rahasia seperti itu melalui peliputan biasa. Lalu bagaimana informasi tersebut bisa bocor ke publik dengan berlindung di balik penyebutan anonim "beberapa sumber dari industri musik"?
Bagi seorang anak muda berusia sekitar dua puluh tahun yang datang dari negara lain, agensinya seharusnya bukan sekadar perusahaan. Agensi seharusnya menjadi pelindung yang menggantikan peran orang tua yang tinggal jauh di luar negeri, sekaligus menjadi tempat berlindung paling aman dari berbagai ancaman di luar.
Namun yang terjadi justru sebaliknya. Tempat berlindung itu malah membuka jalan bagi "serigala-serigala" dari luar untuk menyerang titik paling rentan yang dimilikinya.
Melihat pengkhianatan yang begitu kejam ini—agensi yang menikam artis yang telah mempercayai dan mengabdikan masa mudanya kepada mereka—kami tidak bisa menahan diri untuk bertanya sebagai sesama manusia:
Apa sebenarnya yang ingin mereka lindungi sampai harus bertindak sejauh ini?
Kasus ini bukanlah kelalaian biasa akibat lemahnya pengelolaan informasi.
Ini adalah tindakan yang disengaja dan dilakukan dengan niat buruk, yaitu memanfaatkan kelemahan paling rentan seorang artis demi memperoleh keuntungan dalam konflik pribadi.
Ketika perselisihan mengenai kontrak eksklusif semakin memanas, informasi mengenai visa artis tersebut bocor ke media sebagai upaya untuk melemahkan posisinya dan membentuk narasi bahwa ia adalah seorang "penduduk ilegal."
Akibatnya sangat serius.
Padahal visanya masih berlaku, namun berbagai pemberitaan yang menyebut dirinya sebagai "tinggal secara ilegal" terus bermunculan. Puluhan artikel menggunakan istilah "penduduk ilegal" dalam judulnya, bahkan hingga muncul laporan yang melaporkannya atas dugaan tinggal secara ilegal.
Pernahkah Anda membayangkan ketakutan yang dirasakan seorang anak muda berusia sekitar dua puluh tahun ketika bangun di pagi hari di negara asing dan mendapati label mengerikan "penduduk ilegal" melekat pada namanya?
Visa bukan sekadar dokumen administratif.
Visa adalah seperti saluran oksigen yang membuat seseorang bisa terus bernapas, berdiri di panggung yang dicintainya, dan bertemu dengan orang-orang yang mencintainya.
Namun agensi justru memegang "saluran oksigen" tersebut, bahkan mengirim email kepada dirinya dan orang tuanya yang menyiratkan bahwa ia bisa menjadi penduduk ilegal apabila tidak memberikan persetujuan, sehingga menimbulkan tekanan terhadap mereka.
Lalu, bagaimana perasaan orang tuanya yang telah mengirim anak mereka ke negeri yang jauh?
Sutradara Park Si-young berbicara tentang NewJeans:
"Aku tidak peduli dengan Min Hee-jin ataupun Bang Si-hyuk. Tapi menargetkan satu anak muda lalu berusaha menghancurkan mereka, bagaimana itu bisa disebut keadilan? Ini benar-benar sangat konyol. Seharusnya ada batasnya. HYBE benar-benar menjijikkan. Aku berharap ini mendapat liputan media seluas mungkin."
"Kalau kalian menghasilkan uang dari anak-anak dan membangun bisnis di sekitar mereka, maka setidaknya bertindaklah seperti orang dewasa yang bertanggung jawab."