Taufik ini bukti betapa berbahayanya ketika pola asuh permisif bertemu dgn budaya patriarki.
Ketika anak laki-laki terlalu sering dimaklumi, dibela saat berbuat salah, & tak dibiasakan menerima konsekuensi, ia bisa tumbuh dgn rasa berhak (entitlement) yg tinggi: merasa keinginannya harus diutamakan, kesalahannya akan selalu dimaklumi, & aturan tak sepenuhnya berlaku untuk dirinya.
Lama-kelamaan, ia jadi terbiasa mengutamakan dirinya sendiri, sulit melihat dampak perbuatannya pada orang lain, & tidak terbiasa bertanggung jawab atas tindakannya.
Sumpah sakit hati dengernya, βemang gue pikirinβ keluar dari mulut seorang presiden
Lebih sakit lagi disambut tepuk tangan yang meriah, dosa apa indonesia sampe punya presiden begini
Aki-aki buzzer ini lagiπ«΅π»
Listrik mati CUMA 2 Jam lu mikirin gak
-Orang sakit & bayi yg butuh alat
-Ibu yg stop ASIP di Kulkas
-UMKM yg butuh freezer, oven listrik
-Hewan yg butuh lampu/sirkulasi air
Dzalimnya kebangetan emang, bukannya ngasih solusi, malah ngasih buzzer begini
@kikiriskiana Sblm jd ibu harus selesai dngn diri. One day cita2/ambis berhenti/tertunda krn memiliki anak, jgn melihat ank sebagai individu yg harus melanjutkan. Ank tetaplah individu lain: dgn zaman-fase-hidupnya sndiri. Ortu hadir merefleksikan variasi hidup, mendampinginya menentukan plhan
@kikiriskiana Bagian paling ngeri tuh pas emaknya bilang "anaknya happyΒ² aja kok."
Beneran happy, atau krn ortu nya membentuk lingkungan yg apa-apa harus selalu happy/?
Aku pernah ada di situasi ke-2, jadi ga berani utk nunjukin emosi negatif. Gedenya jadi bingung sm emosi sendiri kwkwk.
lagian kok komentarnya βpernah ngerasain punya anak gen z belumβ LAH ITU YANG REPLY MALAH ANAK GEN Z-NYA SENDIRI im crying this is so stupid πππ
βpolitik ga ngaruh ke hidup gueβ
tapi kopi lu naik 2.000
tapi bensin lu naik jadi 16.250
tapi rumah lu kebagian pemadaman bergilir
heran, padahal itu nyata bgt depan mata mereka
Dari wawancara ini Mahasiswa UI dan DPR ini,
ternyata selama ini mereka tau masalah besarnya di mana, untuk memajukan bangsa Indonesia.
Tapi kok solusinya malah melencengggg,
- Tau masalah Jembatan rusak : solusinya makan
- Tau masalah Jalan rusak : solusinya makan
- Tau masalah Sekolah rusak : solusinya makan
- Tau masalah Guru honorer menderita gaji 300rb : solusinya makan
Analoginya gini,
Bayangin lagi naik motor tapi bensinnya habis.
Dikasih 2 pilihan antara SPBU buat isi bensin atau warung makan buat makan tapi lebih memilih buat makan di warung makan biar lebih semangat dorong motor!!!!
Rip logika sehat
@txtharihariWNI Ini akibat kadar air (aw) sangat rendah dan penggunaan pengawet (seperti kalium sorbat) dalam batas aman BPOM.
Bukan berarti "beracun", tapi teknik pengolahan industri meminimalkan spora jamur. Meski tak bulukan, nutrisinya sudah rusak. Jangan dimakan lagi