belajarlah untuk menerima kenyataan tanpa menyalahkan takdir, hiduplah sebagaimana mestinya. karena pada akhirnya, hidup adalah tentang berdamai dengan hal-hal bisa kita yang tak ubah.
Kamu nggak bakal ketemu orang yang sama dua kali, meskipun itu adalah orang yang sama.
Karena waktu ubah banyak hal.
Pengalaman ubah cara berpikir.
Luka ubah cara mencintai.
Kehilangan ubah cara menghargai.
Dan kehidupan ubah siapa diri kita hari ini.
Orang yang kamu temui beberapa tahun lalu mungkin masih punya nama yang sama, wajah yang sama, dan suara yang sama.
Tapi hatinya, cara memandang hidupnya, bahkan impiannya, mungkin udah jauh berbeda.
REMEMBER THIS:
“jangan terus menghukum dirimu atas kesalahan yang sudah berlalu. Allah membuka pintu taubat setiap hari, maka jangan tutup pintu maaf untuk dirimu sendiri.” 🤍
Learn. Repent. Grow. ✨
Ya Allah,
Berikanlah kami ketenangan hati.
Jauhkan kami dari kecewa yang berlebihan,
pikiran yang melelahkan,
dan prasangka yang membuat hati gelisah.
Mudahkan langkah kami,
lancarkan urusan kami,
dan hadirkan banyak kebaikan bagi kami bahkan dari arah yang tak kami sangka sangka.
Jika hari ini terasa berat, kuatkanlah. Dan untuk setiap lelah, semoga menjadi berkah.
Aamiin✨
cantik banget doa'nya :
“Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari ketidakpastian masa depan, dari keputusan yang keliru, dari perihnya kenyataan, dari pahitnya kekecewaan, dari hati yang berbolak balik, dari penghianatan manusia dan cinta yang salah.”
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
Gue takut banget masuk ke fase "bawaannya pengen tidur terus" lagi. Biasanya ini jadi tanda awal kalau gue lagi mulai lost, ngerasa kosong, dan pengen ngejauh dari semua orang. Gue nggak mau masuk ke fase itu lagi, please. Gue nggak mau kehilangan diri gue sendiri untuk kedua kalinya. 😔
Semoga kita semua selalu kuat dan bisa menang ngelawan semua hal yang selama ini cuma dipendem sendiri, yang nggak pernah kita ceritain ke siapa pun. Sending big hugs buat kalian semua
kalo dibandingin sama yang lain, aku gaada apa apanya, tapi kalo bandingin sama diri aku setahun dua tahun yang lalu, banyak banget yang berubah. prosesnya ga mudah, tapi aku yakin bisa tumbuh lebih baik.
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?