Dalam sepak bola saja kita harus pintar² menempatkan posisi apalagi dalam kehidupan nyata. Melihat kompleksnya permasalah di masyarakat kita perlu tau kapan kita harus berjuang, kapan kita harus mengalah, kapan kita harus bergerak, dan kapan kita harus diam.
Penempatan posisi dalam sepak bola itu sangat penting ada pemain seperti simone inzaghi yang dijuluki ghodt striker karena keahliannya dalam menempatkan posisi, ada juga pemain seperti herry maguair yang sering dibuli karena sering salah posisi.
Kalau mu'jizad nabi² sebelumnya akan hilang ketika nabi tersebut sudah tidak ada maka berbeda dengan mu'jizadnya nabi muhammad yang mungkin tidak semencolok tongkatnya nabi musa tapi mu'jizad tersebu tetap dan bisa kita rasakan sampai saat ini.
Kalau di cermati drajat nabi musa itu lebing tinggi tenimbang nabi khidir tapi beliau rela bahkan sangat bersemangat dalam menimba ilmu. Mungkin alangkah lebih baik apabila kita melihat ketawadhuan dan semangatnya nabi musa ketimbang mengecap beliau sebagai seorang yang gagal
Kesan pertama ketika mendengar cerita bergurunya nabi musa pada nabi khidir seakan² kita menyalahkan nabi musa karena terlalu banyak bertanya dan tidak sabar. Mungkin anggapan kita tidak salah karena kita sudah tau ending dari cerita tersebut.
Tapi kita lupa untuk menghighlight semangat dan ketawaduannya nabi musa dalam mencari ilmu. Beliau rela menempuh jarak yang jauh hanya untuk menimba ilmu kepada nabi khidir.
Begitu pula sikap kita pada sang maha kuasa, jika kita memperhatikanya, menjaga agamanya dan berperilaku sesuai dengan yang di perintahkannya maka kita pasti akan di cintainya.