Hai..
Twitter saya ditangguhkan dari Desember 2022 dan baru saja kembali normal awal juni 2023 ini. Mari terhubung kembali di twitter, dan maaf untuk DM yang tidak terbalas.
@LambeSahamjja Rakyat aja yg pada tolol. Dari awal pencalonan itu dua manusia haram udh bermasalah dgn nabrak aturan, tapi masyarakat kyk lempeng lempeng aja. Mereka akhirnya makin semena-mena, giliran skrg hasilnya kyk gini baru pada ribut, bukan ngambil tindakan utk ngga milih itu dua manusia
@LambeSahamjja Kan mereka udh ngeggugat setelah pemilu kemarin, bahwa hasil pemilu ini penuh kecacatan sejak awal. Lha mereka diserang katanya ngga bsa nerima kekalahan, padahal mereka soroti subtansi yg sekarang lagi dipermasalahkan, tapi kemarin pada ngga mikir kesana.
Ahahaha...
Udh berasa paling paham & hebat loh pdhl mas..
Knp dibongkar smua?
Kan jd ketahuan, mbaknya ga tau apa2...
Cm tau hrs bagus2in pemerintah Prabowo
(Digaji buat itu) 🥱
Ga malu gitu mbak, udh ndakik2 ternyata gada apa2nya?
Kebayang sih beratnya jd "penjaga sekaligus penjilat" 😏
Funfact aja..
Konten2 Prof Zulys ini suka bikin kebakaran banyak pihak wkwk
Islamofobia ada yang gasuka sama konten prof Zulys..
Apalagi kalau bahas soal hubungan agama dengan sains.
Kaum cocoklogi agama, anti vaksin, dan flat earther juga ga suka sama Prof Zulys wkkww
Karena penjelasan dia membantah asumsi mereka.
Tapi ada juga yang mengkritik konten prof atas dasar ilmiah, terutama ketika bahas sains dan agama.
Kalau ini lebih ke beda worldview aja.
Prof Zulys ini kan ga sekuler soalnya.
Atau ya emang karena ada kekeliruan dalam konten beliau. Ya wajar, namanya juga manusia. Boleh2 aja dikritik.
Mbak Rossi pedes banget nyepet nya ke KDM. Sampai sampai Bu Susi nyengir
Untuk para petugas jalan, mohon tolong di dearah kalian kalu bisa tutup dengan rapet gorong gorong dan got got
Bahaya kalau gak di tutup
🤣🤣🤣🤣🤣
Istri almarhum: “Pak, suami saya meninggal minggu lalu. Saya mau tanya gaji terakhirnya.”
HR: “Sudah kami transfer prorata sampai tanggal meninggal ya, Bu.”
Istri almarhum: “Terus hak lainnya, Pak?”
HR: “Hak apa ya, Bu? Kan hubungan kerjanya sudah berakhir.”
Istri almarhum: “Iya, Pak. Yang berakhir hubungan kerjanya. Bukan kewajibannya.”
Ini yang keluarga hampir nggak pernah tahu, dan HR jarang nawarin sendiri.
Kalau pekerja meninggal, ada tiga sumber hak yang berbeda.
Pertama, dari BPJS Ketenagakerjaan program JKM: santunan kematian Rp42 juta, dibayar ke ahli waris, walaupun meninggalnya bukan karena kerja. Plus beasiswa untuk maksimal 2 anak, dari TK sampai kuliah, totalnya bisa sampai Rp174 juta. Ini PP 82/2019.
Kedua, dari perusahaan langsung. PP 35/2021 Pasal 57: kalau pekerja meninggal, ahli waris berhak atas uang pesangon 2 kali ketentuan, uang penghargaan masa kerja 1 kali, dan uang penggantian hak. Buat masa kerja 5 tahun, hitungannya bisa belasan kali gaji.
Ketiga, saldo JHT dan JP di BPJS Ketenagakerjaan, yang cair ke ahli waris.
Yang harus disiapkan ahli waris: akta kematian, KK, KTP, surat keterangan ahli waris dari kelurahan, dan buku rekening.
Buat JKM, datang ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan atau lewat aplikasi JMO.
Buat pesangon, minta secara tertulis ke HR dengan menyebut PP 35/2021 Pasal 57.
Jangan tanda tangan surat “pernyataan tidak ada tuntutan” apa pun sebelum semua angkanya jelas.
Gue tahu ini bukan hal yang mau dipikirin di minggu pertama. Makanya ini buat disimpan, bukan buat dibaca sekarang.
Kalau ada teman atau saudara yang baru kehilangan pasangan yang masih bekerja, kirimin ini pelan-pelan. Bulan kedua biasanya lebih siap dengar daripada minggu pertama.
Menurut kalian, banyak nggak keluarga pekerja yang sebenarnya belum tahu hak-hak seperti ini ketika pencari nafkah meninggal?
Eep Saefulloh Fatah, walaupun sekarang berseberangan dgn Pak Jokowi, tetap menyampaikan apa adanya. Sepertinya jawaban jujurnya tdk disukai Abraham Samad. 😁
tokoh muda nu gus lilur klaim ada uang total rp480 miliar yang beredar pas muktamar ke 35 nu :
- di ponpes bahrul ulum tambakberas jombang
- dia bilang uangnya dari tiga pihak yaitu dua institusi negara sama menteri atr bpn nusron wahid
- katanya nusron bawa uang rp180 miliar yang diduga hasil pungutan dari kakantah sama kanwil atr bpn
- uangnya diduga dibawa pake dua mobil land cruiser yang ditowing dari jakarta ke jombang
- gus lilur bilang dia tau ini dari pengakuan tersangka kasus suap hgb summarecon sama hasil forensik digital hp para tersangka yang diperiksa kpk
Di sinilah pentingnya menetapkan tujuan seks. Sex buat seneng² atau untuk bikin anak. Seks buat seneng itu lbh bebas. Durasi mestinya lama. Gaya bisa apa saja. Namanya seneng².
Tapi, ketika tujuannya buat bikin anak maka kudu direm. Lebih fokus pada adab dan membaca doa² yg dianjurkan. Mulai awal sampe selesai. Jadi, durasi dll g menjadi perhatian utama meskipun tetap kudu usaha memuaskan pasangan.
KH. Hasan Abdullah Sahal dlm menyambut presiden RI :
1. Maaf tdk bisa menyebutkan tamu undangan satu persatu, tetapi tidak mengurangi rasa hormat kami kpd kalian krn hati kami bersama mesir, hati kami bersama Palestin, dll.
2. 7 presiden telah mendatangi pondok ini dari zaman blangkon smp zaman skg.
3. Gontor dulu adalah gon ne kotor skg gon ne inspirator.
4. Di 1936 3 pendiri mewakafkan ide dan cinta kpd pondok ini.
5. Selama bapak presiden husnudzon kpd gontor, maka saya (gontor) akan husnudzon kpd presiden.
6. Alumni gontor berada di mana" in syaa Allah sesuai cita" bangsa Indonesia
7. Be the best do the best have the best
8. Dulu soekarno 'jas merah", gontor "cerdaslah menyikapi sejarah krn kita akan membangun sejarah, membangun peradaban".
9. Kami disini tidak pernah keluar dari kata Iman, Islam, Ihsan.
10. Pondok ini membebaskan bangsa dari kedzoliman. Jika Allah sdh membuka tidak ada yg menutup, jika Allah sdh menyintainya tdk akan ada yg membecinya.
11. Diatas hanya Allah dibawah hanya tanah.
12. Jika apa yg saya makan apa yg saya pakai apa yg saya tempati lbh dari santri, maka silahkan protes. Inilah pondok gontor.
13. 100th pak presiden pasti mengalami pahit, manis kehidupan. Alhamdulillah setiap masa ada tokohnya, setiap tokoh ada masanya. Setiap tokoh ada masalahnya, setiap masalah ada solusinya.
14. Dlm doa kami kita berusaha agar kita selalu ingat nikmat Allah, untuk ttp bersyukur, dan ttp beribadah kpd Allah. Maka pak presiden bisa nyetir ya, disini kami mendidik dg setir: stir = sabar, tawakal, ikhlas, ridho.
15. Hasil alumni kami di bangsa ini, maka kami hy bisa menyampaikan buku sbg hadiah gontor untuk Indonesia dan sekaligus meresmikan mushaf gontor oleh santri gontor untuk umat sedunia.
16. Gontor dpt sertifikat penghargaan bayar pajak terbaik krn rutin bayar pajak.
Sindiran Pak Hasan
Di Gontor kita hanya memanggilnya Pak Hasan. Tanpa sebutan Kiai, atau Gus. Dia adalah anak tertua KH Abdullah Sahal, yg tertua dari tiga bersaudara pendiri Gontor.
Pak Hasan dari dulu kiai yang hidup sangat sederhana. Dia tinggal di rumah peninggalan ortunya. Dulu, tahun 80 an, berada persis di samping masjid. Tidak ada mobil, ato motor yg terparkir di rumah itu.
Kesederhanaan juga kongkrit diwajibkan jadi nafas kehidupan pondok.
Santri, harus melepas semua atribut kemewahan. Dilarang pakek batik. Pakek baju polos biasa. Semua alat elektronik harus diserahkan ke bagian pengajaran.
Tahun 80 an, hanya ada satu mobil di pondok. Kijang pick up buaya hijau. Itu satu2 nya mobil punya pondok.
Kiai2 dan guru pengasuh kemana-mana pakek sepeda.
Kiai dan pengasuh gak pegang duit. Semua usaha pondok, dari dapur, kantin, toko kelontong, toko buku, duitnya dipegang santri. Santri yang setor ke bank. Santri yang ngelola.
Kiai dan guru di Gontor tidak digaji. Mereka hidup dari percetakan buku ajar atau usaha dapur untuk santri.
Karena hidup sederhana, kiai2 Gontor hidup dan berpikir merdeka. Hidup jauh dari penguasa Orba selama puluhan tahun gak masalah. Pondok tetep hidup dan berkembang.
Kalo Pak Hasan ngomong gak enak di depan Prabowo, ya itu biasa.
Tapi Pak Hasan tidak hanya menyentil para pejabat dan penguasa..
Dia juga menyentil kehidupan banyak kiai dan ulama.
GUS-nya PARA GUS
Menyambut Gus Kautsar di Padhang Bulan Fest
Ada fenomena Gus-gusan yang meresahkan. Tapi Gus-Gus sejati seperti Gus Baha' dan suami dari 'Eyang putri-nya' Gus Baha' ini (Ning Jazil), melegakan kita dengan ilmu, nasehat, dan kesahajaan mereka.
Kita memang tak patut menganggap seorang manusiapun di zaman ini suci di hadapan Allah. Tapi dengan keluasan ilmu, mahfuzhat 'ibarat, kebernasan fahaman, keadilan timbangan, dan pengertian yang mendalam akan fiqih dakwah dan keadaan ummat, Gus Kautsar telah membawa kecerahan bagi ummat.
Luwes karena manthiq yang kokoh dan santun karena balaghah yang mantab khas fuqaha' Syafi'iyyah, faham perbandingan madzhab dan amat mengetahui variasi aqwal para 'ulama, ketat pada diri tapi membawa keluasan bagi ummat. Bertabur berbagai 'ibarat dari kitab-kitab turats penuh hikmah di setiap nasehatnya. Bersama Gus Kautsar, fiqih kembali pada ashalahnya, "Sesungguhnya Allah menghendaki kemudahan bagimu dan bukan menginginkan kesukaran untukmu", dan "Allah tidak menjadikan kesempitan di dalam agama." Bersama Gus Kautsar pula, kitab Ihya' 'Ulumiddin terasa begitu relevan dengan keseharian dan kekinian, menegur dan menyindir telak kebebalan diri.
Bagi yang dekat, hadirilah majelisnya. Bagi yang jauh, carilah majelis serupa. Sungguh tiap langkah ke sana dihitung memudahkan jalan ke surga. Betapapun kini kita dimudahkan oleh internet dan media sosial untuk menggapai ilmu, berkah tapak-tapak jalan ke pengajian itu tak tergantikan. Berkah ilmu kian langka. Hingga kadang di bawah video indah berisi ilmu manfaat seorang ustadz, berjajar serapah para pro dan kontra.
Dan di majelis-majelis semacam asuhan beliau, ada yang lebih bernilai dari ilmu. “Sebab pada guru yang sebenar berilmu”, begitu ditulis Ibn ‘Athaillah, “Kan kau reguk adab yang tak disediakan oleh buku-buku.”
“Kita lebih berhajat pada sedikit adab”, ujar Imam ‘Abdullah ibn Al Mubarak, “Daripada berbanyak pengetahuan.” Demikianlah di kala lain beliau menyatakan bahwa dirinya memerlukan waktu 30 tahun untuk belajar adab, ditambah 20 tahun untuk belajar ilmu. “Adapun ilmu yang kuhimpun dari seluruh penjuru raya selama dua dasawarsa”, simpulnya, “Sama sekali tak bernilai tanpa Adab yang kulatih sebelumnya.”
.
"Hampir-hampir Adab itu", tegas beliau, "Adalah dua pertiga agama."
Prabowo tidak berani menyebut angka upah minimum guru. Terima kasih mas Andromeda, pertanyaan ini sangat penting ditanyakan kepada Presiden. Dan akhirnya kita tahu, komitmen beliau untuk upah minimun guru memang tidak ada.