@dewapuci Tugas manusia itu berusaha dengan sumber daya yang ada termasuk sumber daya akal pikiran. Ada manusia yang mengaku percaya kepada Tuhan tetapi berlagak jadi Tuhan dengan menuduh orang/kelompok lain kena azab padahal yang tahu itu azab atau bukan ya Tuhan Yang Maha Kuasa.
@Hujandisenja Awal di Solo (asli Jabar) kaget orang2 kok ngomong jalan/rute pake mata angin (selatan-utara-barat-timur), biasa kan kiri-kanan. Paling kaget pas tanya rute adl jawaban “sampeyan kenceng aja Mas”. Aku:”terus kalo gak kenceng gimana?”, dia:”gak kenceng sampeyan bakal kesasar”.
@Bakmi_AMI@prophetofzorck Di rumah saya dulu, beberapa kali orang yang mampir dan menginap bukan cuma ngomong ada hantu/demit tapi kabur karena ada penampakan katanya. Kita yg tinggal malah cuek-cuek saja, ndableg adalah kunci.
@AleamsBarra Pakai JENIUS paling enak, Kartu Kredit juga sip. Kartu ATM yg masuk jaringan MASTER atau VISA juga bisa cuma kena charge lumayan. Untuk internet, saya dulu pakai Telkomsel Roaming Internasional.
Teori Gravitasi atau Kuantum dikatakan sbg supranatural itu konyol. Gravitasi & Kuantum itu bisa diujicoba & diukur, bukan hanya perhitungan matematis. Sains dibangun oleh logic (termasuk matematik) dan pembuktian empiris (uji coba & pengukuran).
@Homo_sapiens21 Realsitis saya bang.
Hal hal supernatural itu nyata dan itu selalu ada di lingkungan sekitar kita.
kita hanya bisa merasakan efeknya tapi tidak dapat membuktikan detail apa & bagaimana
Contoh gravitas Gravitasi itu sampe sekarang masih teori mau lebih dalem lagi
Quantum fiska
@new_mo_imron@karimnas_ Aneh, dibanding bahas substansi (dogma vs sains) entah metodologi, axiom, postulate, teori, atau isi sains itu sendiri eh kamu malah jadi serang sikap pribadi “pembela sains” atau “lemparan2 dogma”. Sains gak perlu dan gak bisa dibela supaya berkembang.
@new_mo_imron@karimnas_ Teori gravitasi newton itu dikritisi & direvisi relativitas umum, mekanika klasik juga diperkaya mekanika kuantum. Kalau itu dogma, gak bakalan berubah & maju itu Fisika. Sains yg bisa difalsifikasi kok dibandingkan dengan agama/kitab suci yang klaim absolut benar & sempurna.
@akubukanako@xathrya Jawa bagian barat (provinsi Jabar dan Banten) itu juga mayoritas NU kok. Luar Jawa juga banyak NU. Corak/ekspresi keagamaan berbeda tiap daerah karena NU sangat lekat dengan budaya lokal. Jawa Timur itu terlihat mencolok ke-NU-annya karena mereka lebih ekspresif (terus terang)
@new_mo_imron@binlatif@thoriqatuna Sidang Istbat tuk menyatukan, tapi Muhammadiyah yang tak mau ikut istbat, ya berlapang dada saja dengan perbedaan. Ingat yang ikut sidang Istbat itu banyak Ormas Agama, jadi ini bukan persoalan NU vs Muhammadiyah.
Aku hormat juga pendapatmu yang berdasarkan omelan ibu2.
@new_mo_imron@binlatif@thoriqatuna Dari sudut pandang lain, sidang istbat itu justru untuk menyatukan. Lagian yg jadi perdebatan itu di standar ketinggian hilal karena NU & Muhammadiyah pakai 2 metode juga. Dulu zaman orde baru, NU yg sering berbeda dgn pemerintah dlm penentuan hari raya. Ya hormati saja perbedaan
@lilaccountz Gak perlu generalisasi, ini sama dengan mengatakan “pembela poligami harga mati, rata-rata menentang RUU Penghapusan Kekerasan Seksual”. Sama-sama generalisasi dan pelabelan.
@new_mo_imron@binlatif@thoriqatuna Hisab itu perhitungan matematis sedangkan rukyat itu pembuktian empiris. Apa sih yang kamu kritik? Tulis dengan jelas kritiknya, bukan langsung berasumsi soal gengsi. Orang tolol yg beranggapan bahwa yang pakai rukyat tidak tahu hisab.
@new_mo_imron@binlatif@thoriqatuna NU juga dah biasa kalau hisab, lihat saja kalender Menara Kudus atau yang dikeluarkan NU. Menentukan kapan melihat hilal itu acuannya ya hisab dulu. Kalau tidak tahu persoalan tidak perlu anda komentar asal-asalan begini.
@WidasSatyo Jahat & tolol, ada orang menghujat korban bencana Sumbar ini. Mengingatkan pada yang dulu menghujat bencana Palu sebagai azab karena musyrik.
Yang menghujat korban bencana Sumbar ini orang tolol sekaligus jahat. Hujatan terhadap bencana di Sumbar ini tidak ada bedanya dengan yg dulu menghujat tsunami Palu sebagai azab karena musyrik.
ACEH dan SUMBAR sering jadi olok-olok seperti ini, bahkan sampe pada happy saat mereka kena bencana, menurutku sih murni karna dua provinsi ini menolak kena genjutsu Jokowi aja.