AND SUDDENLY YOU'RE 26-27 SITTING ALONE IN YOUR ROOM, PARENTS ARE OLD, YOUR SIBLINGS ARE MARRIED AND BUSY WITH THEIR OWN FAMILIES AND THERE'S NO ONE YOU CAN TALK TO AND NO ONE CHECKS ON YOU.
WHAT IS IT CALLED — LONELINESS OR FREEDOM. WHATEVER IT IS, IT IS HEAVY.
Didukung sebegininya sama orang2 di seantero mancanegara, padahal upaya pembungkaman udah sedemikian rupa, APA GAK MALU?
Semoga setidaknya bisa menggelitik sedikit urat malu mereka agar mau dengerin tuntutan masyarakat & bener2 menjalankan mandatnya dg benar.
17 tuntutan rakyat dalam satu minggu ke depan, dan 8 tuntutan rakyat dalam satu tahun ke depan.
Ayo @prabowo@gibran_tweet@DPR_RI@DivHumas_Polri - Sesuai pidato bapak presiden kemarin, aspirasi ini kami sampaikan dengan jelas dan tertib.
BUKTIKAN ANDA SEKALIAN BERSAMA RAKYAT.
Tarif Layanan Gratis
Mohon maaf atas ketidaknyamanan perjalanan Sahabat TiJe. Kami memahami dampak dari penutupan beberapa halte Transjakarta. Sebagai bentuk apresiasi atas kesabaran dan pengertian Sahabat TiJe, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta @dkijakarta melalui Transjakarta akan memberikan layanan tarif gratis (Rp1,-) bagi seluruh pelanggan.
Tarif gratis (Rp1,-) berlaku mulai Minggu, 31 Agustus 2025 pukul 00.00 WIB sampai dengan Minggu, 7 September 2025 pukul 23.59 WIB.
Saat ini, kami sedang bekerja keras untuk memulihkan seluruh layanan Transjakarta.
Terima kasih atas dukungan, pengertian, dan kesabaran Sahabat TiJe. Kami akan terus memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan operasional layanan kami.
Layanan Mikrotrans dan Kartu Layanan Gratis tetap Rp0,-. Untuk layanan Royaltrans tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
@dkijakarta@pramonoanungw@si.rano @dishubdkijakarta
Saling #JagaJakarta #Transjakarta #MenemaniPerjalanan
Kalau diginiin terus, rakyat kecil bakal makin sadar.
Yang negara bela itu cuma simbol, bendera, dan lambang.
Bukan rakyat. Bukan mereka.
Yang harusnya negara penuhi hak-haknya.
Good luck, negara.
Sebelumnya aku punya konsep buat @itsagoodtrip_id punya sebuah perjalanan kultural ke Solo. Kami udah punya petualangan, akan bagus kalau punya sesuatu yang sifatnya mengenalkan budaya.
Setelah acara semalam, semangat buat wujudin konsep itu makin MENYALA!
I was at Press TV preparing for an interview with Piers Morgan, a notorious and dishonest genocide enabler, when Zionists bombed Iranian state media, killing journalists. Smoke was visible as they evacuated the Press TV building, but I refused to leave because of the interview. I stayed alone to defend the Iranian people, but Morgan ranted nonsense against Iran, effectively justifying murderous aggression. The supporter of child-killers and journalist-murderers wouldn’t even let me speak.